Sugeng Rawuh

hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...

blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...

buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...

silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....

jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....

salam kenal ... ^^latifa^^

Rabu, 21 November 2012

Seuntai Do'a untuk Gaza

Masih saja aku merengek pada suamiku untuk segera membelikan baju & perhiasan yang sudah kutaksir sejak lama.
Masih saja aku merengek pada istriku untuk menyetujui beli mobil keluaran terbaru biar gak kalah mentereng sama temen kantor.
Masih saja aku merengek pada atasanku untuk menaikkan gajiku...lagii..padahal saat bekerja aku sering sekali lalai pada tanggungjawabku.
Masih saja aku merengek pada ayahku untuk membelikanku gadget yang paling canggih biar bisa kupamerkan pada teman-teman sekolahku.
Masih saja aku merengek pada ibuku untuk mengijinkanku menghabiskan malam minggu bersama teman-teman ababilku, entah di cafe, entah di mall, diskotik, atau tempat nongkrong lain biar aku tetap eksis.
Masih saja aku merengek pada mantan pacarku untuk mau kembali berpacaran denganku.
Masih saja aku merengek pada kolegaku untuk mau berkoalisi agar aku bisa menjadi pemimpin, agar aku bisa menambah dan menambah terus kekayaanku, meskipun harus kukeruk dari uang rakyatku.
Dan masih banyak rengekanku yang lain yang memang untuk segala kesenangan dunia.

Astaghfirullohal’adziim...


Tanpa pernah aku sadari bahwa semua itu hanya sementara. Jika memang Tuhan menghendakinya, niscaya semua itu akan sirna. Tanpa pernah kusadari bahwa rengekanku itu sungguh memalukan dan menghinakan. Betapa tidak, aku masih saja berpikir tentang kesenanganku, kesenangan dunia yang tak akan kubawa mati sedangkan saudara-saudaraku sedang menangis pilu. Ya..saudaraku di Palestina yang masih berada dalam kepiluan. Ayah, ibu, anak, kerabat, hanya tinggal jasad yang telah terkoyak oleh ganasnya rudal-rudal Zionis Laknatulloh. Seorang ayah kehilangan anaknya, seorang suami kehilangan istrinya, seorang istri yang kehilangan suami, dan anak-anak yang harus rela menjadi yatim piatu. Masih pantaskah aku merengek? Masih pantaskah aku memikirkan kesenanganku sendiri sedangkan saudaraku selalu dilanda ketakutan dan kecemasan? Bukan, mereka bukan takut untuk mati, seperti aku yang sangat takut untuk mati, untuk meninggalkan segala kesenangan dunia. Tapi mereka tak pernah takut mati. Yang mereka takutkan adalah jika harus berhenti berjuang di jalan Alloh. Mereka juga tidak mencemaskan apa yang mereka miliki di dunia ini akan hilang, seperti aku mencemaskan bagaimana tetanggaku selalu memiliki kelebihan daripada aku. Bukan itu...mereka mencemaskan anak-anak mereka, penerus mereka harus wafat lebih dulu sebelum mereka, karena anak-anak mereka telah menghafal Al-Qur’an, surat cinta dari Alloh, anak-anak yang memiliki masa depan gemilang untuk menciptakan kemenangan di bumi Palestina kelak. Sedangkan aku di sini hanya bisa melihat. Aku hanya bisa menyaksikan saudara-saudaraku menderita tanpa mampu berbuat apapun.

Astaghfirullohal’adziim...

Ya Alloh..
Hanya ini yang bisa kulakukan untuk saudaraku di bumi Palestina kecintaanMu
Kau lebih menyayangi mereka, Kau lebih mencintai mereka karna Kau memberikan mereka kesempatan untuk berjihad membela agamaMu
Maka berilah mereka kedamaian di bumi tanah air mereka
Beri mereka kekuatan dan kesabaran yang luar biasa untu mempertahankan Al Aqsa
Gantilah tetesan keringat mereka dengan samudra pengampunanMu
Gantilah bulir-bulir air mata mereka dengan tumpukan pahalaMu
Gantilah setiap tetes darah yang keluar dari tubuh mereka dengan pertolongan dan kemenangan atas tanah mereka
Gantilah nyawa mereka dengan predikat syahid atas diri dan keluarga mereka

Ya Alloh...
Ampuni kami...
Ampuni kami yang hanya dapat melihat penderitaan mereka tanpa bisa melakukan apapun
Ampuni kami yang hanya dapat mendengar jeritan dan tangis mereka tanpa bisa berkata apapun
Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang senantiasa bersyukur, bahwa kami dapat hidup dengan baik di tanah air kami yang merdeka
Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang senantiasa menjaga diri dari kesenangan dunia yang memabukkan
Jadikanlah pemimpin-pemimpin sebagai pengayom untuk rakyatnya, pemimpin yang selalu melindungi dan berusaha mensejahterakan rakyatnya
Jadikanlah kami generasi penerus yang selalu mengingat jasa pahlawan-pahlawan kami, karna rahmatMu dalam setiap darah mereka menjadikan ibu pertiwi berhasil mencapai kemerdekaan
Jadikanlah kami generasi penerus yang mampu mengisi kemerdekan di jalanMu, jalan yang Engkau ridhoi, bukan jalan yang Engkau sesatkan

Ya Alloh...
Ampunilah aku
Ampunilah ibu bapakku
Ampunilah guru-guruku
Ampunilah pahlawan-pahlawan bangsaku
Ampunilah saudara dan teman-temanku
Ampunilah kami
Berilah kami petunjuk untuk senantiasa melangkah di jalanMu
Karuniakanlah kami, suami-suami kami, istri-istri kami, anak-anak kami, dan pemimpin kami sifat qonaah dalam mensyukuri limpahan rizqiMu
Mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut
Dan lindungilah kami dari siksa neraka yang berkobar

Robbighfirlii waliwaalidayya walismuslimiina walmuslimaati walmu’miniina walmu’minaati yaumayakuumulhizaab..
Robbana aatina fiddunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina'adzabannaar
Aamiin


Senin, 29 Oktober 2012

Kisah Seorang Tukang Cukur dan Seorang Karyawan (Bagian 3 : Takdir Tuhan)

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Tapi hujan masih saja turun dengan derasnya seolah masih merindukan malam dan enggan untuk reda. Dua orang lelaki duduk di beranda masjid. Si Tukang Cukur dan Si Karyawan, sepasang sahabat yang selalu setia pada pertemuan mereka di masjid seusai sembahyang di antara jam kerja mereka. Wajah mereka tampak mulai gelisah. Penat dan lelah telah tertumpuk di tubuh mereka setelah menguras keringat seharian, tapi mereka belum bisa untuk pulang kembali pada peraduan, dalam kehangatan keluarga mereka. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk memanggil taksi dan pulang bersama. Kebetulan rumah mereka satu arah. Lumayan lah, argo taksi bisa ditanggung berdua jadi tidak terlalu mahal. Di dalam taksi mereka terlibat dalam suatu obrolan ringan.

Tukang Cukur: “Aku kadang merasa bingung, jika Tuhan telah menentukan takdir bagi kita, kenapa Dia menciptakan surga dan neraka?”

Karyawan: “Iya, kadang aku juga berpikir begitu. Takdir kita telah ditentukan. Hidup, mati, jodoh, dan rizki. Apa pun yang kita lakukan juga sudah ditentukan. Tapi kenapa kita melanggar aturanNya, neraka balasannya, dan jika kita melakukan semua perintahNya maka kita masuk surga. Kenapa Dia menciptakan aturan, kenapa pula tidak ditentukan saja semua manusia masuk surga biar enak.”

Tukang cukur hanya tersenyum sambil manggut-manggut tanda setuju.

Lampu merah di perempatan menyala, sopir taksi pun menghentikan taksinya. Tiba-tiba sebuah sepeda motor melaju dengan kencang menerobos lampu merah dan hampir saja menabrak penyebrang jalan. Untung saja si penyeberang jalan dapat menghindar sehingga selamat. Semua yang ada di dalam taksi hanya bisa geleng-geleng kepala.

“ckckck....sembrono sekali orang itu. Untung saja orang yang menyeberang itu tidak tertabrak.” Seru Si Tukang Cukur

Si Karyawan menimpali dengan marah: “Hujan memang sering membuat orang terburu-buru di jalan raya, tanpa peduli dengan keselamatan orang lain dan secara tidak langsung juga tidak peduli pada keselamatan dirinya sendiri.”

Lampu lalu lintas kembali menyala hijau. Sopir taksi mengemudikan taksinya lebih hati-hati. Masih kaget dengan kejadian tadi rupanya. Tak jauh dari perempatan tadi, di sebelah kiri jalan tampak pengendara motor yang tadi menerobos lampu merah tampak sedang menepi bersama dua orang polisi.

Si Karyawan: “Bukankah itu sepeda motor yang tadi menerobos lampu merah?”

Si Tukang Cukur: “Iya benar. Wah untung saja ada polisi yang melihatnya. Dia pasti akan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya karna melanggar peraturan lalu lintas. Apa jadinya kalau tidak ada peraturan berlalu lintas, semua orang pasti akan berbuat seenaknya”

Si Karyawan: “Betul sekali. Pengawasan dari semua pihak pun sangat diperlukan agar setiap orang yang melanggar peraturan dapat dihukum sesuai apa yang diperbuatnya dan tidak melakukan kesalahan yang sama di waktu yang lain.”

Si Tukang Cukur dan Si Karyawan kembali terdiam. Mereka asik dengan pikiran masing-masing. Tapi, sopir taksi yang sejak tadi hanya diam, tiba-tiba angkat bicara menunjukkan kalau dia ada.

“Saya kira, karna itulah Tuhan menciptakan surga dan neraka.”

Si Tukang Cukur dan Karyawan saling berpandangan sambil bengong.

Sopir Taksi melanjutkan: “Tuhan membuat peraturan. Setiap orang yang mematuhi semua aturan dan perintahNya tentu saja mendapatkan balasan baik dari Tuhan, yaitu surga. Tetapi orang yang membangkang perintahnya, melanggar aturan-aturanNya tentu saja mendapat balasannya juga, yaitu neraka. Setiap orang memang telah memiliki takdirnya masing-masing. Tapi merekalah yang memilih jalannya untuk menjemput takdir mereka. Ada yang memilih melalui jalan yang benar sesuai dengan aturanNya, ada pula yang memilih jalan pintas yang justru akan menyesatkannya dengan melanggar aturan-aturan yang telah dibuat oleh Tuhan. Itulah yang membuat kita memiliki nilai lebih dibandingkan dengan makhlukNya yang lain, yaitu kelebihan untuk MEMILIH jalan hidup kita dalam menjemput takdir yang telah ditetapkan bagi kita.”


Tukang Cukur dan Si Karyawan hanya bisa berpandangan, mereka tersenyum tandanya mengerti. Dan taksi pun tetap melaju dengan damai di tengah hujan yang masih setia pada malam.

Selasa, 23 Oktober 2012

Kisah Seorang Tukang Cukur dan Seorang Karyawan (Bagian 2 : Tuhan Itu Adil)

Terik mentari terasa sangat menyengat di kulit. Sekedar melepas penat di beranda masjid sembari istirahat selepas sholat dhuhur, tampaknya telah menjadi kebiasaan yang rutin dilakukan oleh sepasang lelaki si tukang cukur dan si karyawan. Tanpa disadari persahabatan telah terjalin dengan sendirinya. Tapi kali ini si karyawan tampak lebih murung dari biasanya. Hal ini tentu mengundang tanya bagi
si tukang cukur.

tukang cukur : “Kalau aku perhatikan kamu tampak murung hari ini, kenapa ya?”

si karyawan menarik nafas panjang lalu menghempaskannya kuat2 sebelum menjawab si tukang cukur: “Tuhan tidak adil. Tampaknya kali ini Dia sedang tidak berada pada pihakku”

tukang cukur mengernyitkan dahi penuh tanya: “Kenapa?”

kayawan: “Putriku yang sedang kuliah di luar kota meminta jatah uang saku tambahan karna uang sakunya selama ini dirasa kurang. Jika aku memenuhi permintaan putriku, maka aku tidak lagi bisa menabung. Padahal tabunganku dapat kupakai untuk membayar uang sekolah anak2. Bagaimana bisa aku membayar uang sekolah anak2 jika aku tidak menabung.”

kembali si karyawan menghela nafas panjang sebelum melanjutkan.
“Apakah Tuhan tidak memiliki keadilan? Kenapa Dia menciptakan manusia dengan strata sosial. Ada orang kaya yang hidupnya selalu berlebihan. Ada orang yang hidupnya pas2an seperti kita, tidak lebih dan terkadang kurang. Ada juga orang selalu merasa kekurangan. Kenapa Dia tidak menghendaki semua manusia menjadi kaya raya? Ini terkesan sangat pilih kasih.”

Si tukang cukur terdiam, seakan meng-amini apa yang dikatakan oleh si karyawan. Tak berapa lama dia mulai berpikir. Keduanya larut dalam pikiran masing2, hingga si tukang cukur kembali memulai percakapan.

tukang cukur: “berapa jumlah anakmu?”

karyawan: “aku punya 2 orang anak. Putriku yang pertama, sekarang kuliah di luar kota, sedangkan anak keduaku seorang putra dan masih di bangku SMP.”

tukang cukur: “berapa kamu beri mereka uang saku setiap harinya?”

karyawan: “Putriku kuberi sekitar 30 ribu rupiah setiap harinya, sedangkan putraku 5 ribu rupiah setiap hari”

Tukang cukur: “Berarti kamu bukanlah orangtua yang adil”

Sontak si karyawan kaget dengan tuduhan si tukang cukur.
Karyawan: “Kenapa kamu bilang aku tidak adil?”

Tukan cukur menjawab dengan tersenyum: “karena kamu memberikan uang saku yang jumlahnya berbeda kepada anak2mu.”

karyawan mulai tampai sedikit marah: “Bagaimana bisa aku menyamakan uang saku mereka. Jelas2 kebutuhan mereka berbeda. Jika kusamakan uang saku mereka menjadi 5 ribu makan putriku akan mati kelaparan. Karena uang saku untuknya selama ini untuk makan & jajannya setiap hari, juga untuk ongkos transport. Tapi jika kusamakan uang saku mereka menjadi 30 ribu, maka itu terlalu berlebihan untuk putraku. Dia setiap hari makan di rumah dan tak perlu uang lebih untuk makan, sekolah pun diantar jemput oleh istriku sehingga tidak membutuhkan ongkos transport. Uang sakunya selama ini hanya untuk jajannya saja di sekolah. Sebenarnya putraku yang kecil kadang juga merasa cemburu & ingin minta lebih, tapi setelah aku jelaskan dia bisa menerimanya.”


Tukang cukur semakin tersenyum lebar: “Begitulah cara Tuhan bekerja. Dia lebih tau kebutuhan makhluqNya. Apa yang kita inginkan sebenarnya belum tentu merupakan kebutuhan bagi kita. Karena kita memang selalu ingin sesuatu yang lebih dari yang kita miliki. Tuhan lah yang tau apa yang terbaik bagi kita & sampai di mana batas kebutuhan kita. Tapi seringkali kita lupa & tidak bersyukur. Yang kaya tidak mensyukuri apa yang dimilikinya, sehingga apa yang dia dapat tidak digunakan dengan baik, tidak pernah berbagi pada orang yang membutuhkan. Yang selalu merasa miskin pun selalu melihat ke atas sehingga dia selalu merasa kurang dengan keadaannya. Beruntunglah kita yang meskipun kita termasuk yang pas2an & tidak mendapatkan lebih dari yang kita mau, tapi kita memiliki kesehatan untuk bisa bekerja sehingga kita tetap bisa menghidupi keluarga dengan baik.”

si karyawan hanya bisa menunduk malu. Tak terasa air mata mengalir di pipinya. “Astaghfirullohal’adziim...” ucapnya lirih.

Kisah Seorang Tukang Cukur dan Seorang Karyawan (Bagian 1 : Tuhan Itu Ada)

Di suatu siang setelah sholat dhuhur di beranda sebuah masjid, dua orang pria duduk2 sembari melepas penat, sekedar untuk beristirahat sebelum kembali berjuang menghimpun rezeqi untuk keluarga.

Pria yang pertama adalah seorang tukang cukur sedangkan pria yang kedua seorang karyawan biasa. Mereka terlibat dalam sebuah obrolan menarik sebagai berikut:

tukang cukur : “kalau dipikir2 Tuhan itu sebenarnya tidak ada.”

sambil mengernyitkan kening karyawan bertanya : “lhaa kok bisa? Kita umat beragama, pasti kita meyakini adanya Tuhan bukan?”

tukang cukur balik bertanya : “kalau Tuhan ada, kenapa masih banyak orang2 miskin, pengangguran, banyak orag jahat, kriminalitas & pembunuhan ada di mana2. Seharusnya bumi ini tetap aman kan kalau Tuhan memang ada??”

cukup kaget si karyawan mendengar pernyataan tukang cukur. Dia tak bisa berkata2, hanya diam, berpikir, entah apa yang bisa diucapkannya.
setelah beberapa menit keduanya terdiam dalam pikiran masing2, tiba2 lewat di hadapan mereka seorang pria berambut gondrong dengan rambut yang tak terurus. Seketika si karyawan berkata

“kalau dipikir2, tukan cukur di dunia ini juga sebenarnya tidak ada”

sekarang tukang cukur yang merasa kaget : “kok bisa?? Saya tukang cukur, berarti tukang cukur itu ada kan?”

si karyawan menjawab: “kalau tukang cukur ada, coba lihat pria itu, rambutnya gondrong tak ter-urus. Di luar sana juga banyak sekali orang yang berambut gimbal & kusam seperti tidak pernah memangkas rambutnya”

tukang cukur tak mau kalah : “itu karna mereka tidak mau mendatangi tukang cukur”

mata si karyawan berbinar2 : “nah itulah jawabannya”

tukang cukur : “jawaban apa?”


karyawan : “kalau Tuhan itu memang ada. Tetapi banyak di antara manusia yang tidak mau menghampiriNya dan meminta pertolonganNya untuk kelangsungan hidupnya sehingga dapat hidup lebih baik”

tukang cukur tersenyum sambil mengangguk2kan kepalanya ^__^

Rabu, 25 Juli 2012

Hukum Berpuasa bagi Wanita Hamil dan Ibu Menyusui

Beberapa hari belakangan ini, dari sebelum memasuki bulan Romadhon sampai hari ini, sering banget aku melihat sebuah realita. Mungkin saja bagi sebagian orang hal ini sangat kecil bahkan tidak ada artinya. Tapi, bagiku ini benar-benar memprihatinkan. Di bulan Romadhon, pastinya banyak sekali wanita-wanita sebagai calaon ibu maupun yang telah menjadi ibu sedang dalam kondisi hamil atau menyusui. Realita yang sangat disayangkan adalah mereka memilih tidak berpuasa dengan alasan mereka sedang hamil atau sedang memberikan ASI (menyusui) bayi mereka padahal ibu dan anak (termasuk janin dalam kandungan) dalam keadaan baik dan sehat. Menurutku, mereka sangat paranoid dan cenderung MANJA dengan keadaan mereka. Dengan dalih sedang mengandung atau sedang menyusui, mereka memilih untuk tidak berpuasa. Dan yang membuat miris, lingkungan sekitar juga memaafkan, cenderung memaklumi (memanjakan), bahkan mendukungnya tanpa tahu hukum yang benar dan parahnya mereka tidak mau mencari tau kebenarannya. Banyak di antara masyarakat Indonesia yang ternyata belum memahami hukum berpuasa di bulan Romadhon, termasuk bagi wanita hamil dan ibu menyusui.

Kondisi setiap orang dalam suatu waktu pastilah berbeda-beda. Termasuk bagi wanita hamil dan ibu menyusui. Dari wanita satu terhadap wanita yang lain meskipun sedang sama-sama hamil atau sama-sama meyusui juga pastilah berbeda. Akan lebih baik kalau sebelum bulan Romadhon tiba, wanita hamil dan ibu menyusui memeriksakan dan berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui bagaimana keadaan dirinya, keaadaan janin yang dikandung, dan keadaan anak yang diberi ASI. Kalau dokter menyatakan semua dalam keadaan sehat, pastilah dokter akan tetap memperbolehkannya berpuasa. Dan jelas sekali bahwa hukum berpuasa tetaplah WAJIB bagi wanita hamil dan menyusui. Lalu bagaimana dengan kondisi yang berbeda, yaitu kalau sang ibu sangat lemah sehingga tidak bisa berpuasa atau kondisi ibu yang berpuasa tetapi dapat membahayakan janin/anak yang dikandung/disusui ?? Keadaan inilah yang mendapat pengecualian, karena wanita yang sedang hamil dan menyusui dianggap sedang sakit sehingga DIPERBOLEHKAN UNTUK TIDAK BERPUASA. Tapi, apa sudah cukup sampai di situ saja ?? Bagaimana dengan kewajiban untuk meng-qodho setelah memiliki kemampuan untuk berpuasa atau cukup membayar fidyah ?? Mana yang harus dilakukan ?? Atau harus melakukan keduanya sekaligus, yaitu meng-qodho dan membayar fidyah ?? berikut adalah dalil-dalil yang dapat memberikan jawabannya:

1. Kalau dengan berpuasa dirasa HANYA membahayakan diri sang ibu
Kalau berada dalam kondisi ini, maka wanita hamil dan menyusui dianggap orang sedang sakit. Bagi orang yang sedang sakit diberi keringanan untuk tidak berpuasa, tetapi DIWAJIBKAN untuk meng-qodho puasanya di hari lain saat sudah mampu untuk berpuasa. Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah SWt:
Maka kalau di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al Baqarah[2]:184)

Hal ini dipertegas dengan pernyataan dari Ibnu Qudamah rahimahullah yang mengatakan bahwa,
Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini, karena keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya.” (al-Mughni: 4/394)

2. Kalau dengan berpuasa dirasa Hanya membahayakan diri sang anak
Kondisi ini dipersyaratkan kalau telah ada dugaan (pemeriksaan yang mendalam, bisa dibuktikan dari keterangan dokter) atau pembuktian secara langsung, yaitu dengan mencoba untuk berpuasa. Kalau dengan tetap berpuasa ternyata membahayakan kondisi sang anak, maka sangg ibu boleh untuk tidak berpuasa. Ada tiga pendapat yang bisa dilakukan untuk mengganti puasa pada kondisi ini, yaitu sebagai berikut:

a. Mewajibkan sang ibu untuk membayar qodho saja
Hal ini serupa dengan penjelasan pada poin 1, yaitu wanita hamil dan ibu menyusui dianggap sakit sehingga kalau sudah mampu berpuasa tetap dibebankan untuk menggantinya di hari lain. Hal ini juga diperkuat oleh perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, “Wanita hamil dan menyusui, kalau takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Irwa’ul Ghalil).

Begitu juga dengan jawaban Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu ketika ditanya tentang wanita hamil yang khawatir terhadap anaknya, beliau menjawab, “Hendaklah berbuka dan memberi makan seorang miskin setiap hari yang ditinggalkan.”

b. Mewajibkan sang ibu untuk membayar fidyah saja
Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, “Wanita hamil dan menyusui, kalau takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” ( HR. Abu Dawud)

Dan dari Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu kalau seorang wanita hamil berpuasa dapat membahayakan janinnya, maka “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin.” (al-Baihaqi dalam Sunan dari jalan Imam Syafi’i, sanadnya shahih)

Dipertegas lagi dalam ayat berikut:
Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (kalau mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 184)

c. Mewajibkan sang ibu untuk membayar qodho disertai fidyah
Kondisi ini mewajibkan sang ibu untuk membayar fidyah seperti pada penjelasan poin (b). Akan tetapi kondisi ibu dalam keadaan baik sehingga pada saat kondisi sudah tidak membahayakan sang anak, maka sang ibu wajib untuk membayar qodho seperti pada penjelasan poin (a).

3. Kalau dengan berpuasa dapat membahayakan ibu dan anak
Kondisi ini disamakan dengan kondisi pada poin 1, sehingga sang ibu diberi kewajiban untuk membayar qodho di hari lain. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).’” (al-Majmu’: 6/177, dinukil dari majalah Al Furqon)

Demikianlah penjelasan yang lumayan panjang lebar. Diharapkan untuk setiap wanita yang hamil dan ibu menyusui kalau dalam keadaan sehat untuk tetap berpuasa di bulan Romadhon. Bahkan aku pernah mendengar pengajian Ustadz Maulana di salah satu stasiun TV swasta, bahwa ibu hamil yang tetap berpuasa insyaAlloh anak yang dilahirkannya kelak menjadi anak yang sholeh. Selain itu, berkah Romadhon juga akan didapatkan, karena hal ini merupakan jihad di jalan Alloh yang ganjaran pahalanya tidak akan dapat digantikan di hari-hari yang lain di luar bulan Romadhon. Tidak ada salahnya kan mengajarkan anak berpuasa sejak dalam kandungan ????? Untuk tips berpuasa saat hamil & menyusui bisa dibaca di sini.
Wallahua’lam.

Sumber :
http://muslimah.or.id/fikih/antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui.html
http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3085-perselisihan-ulama-mengenai-puasa-wanita-hamil-dan-menyusui.html

Jumat, 20 Juli 2012

Tips Tampil Cantik Ala Muslimah

Suatu sore waktu aku menanti waktu maghrib tiba, iseng-iseng aku buka facebook. Ada hal menarik yang aku lihat ketika aku membuka home page. Salah satu account yang bernama “Belajar Islam” menampilkan sebuah judul artikel yang cukup membuat aku penasaran. Judulnya adalah “6 Tips Cantik Ala Muslimah”. Awalnya, aku pikir tips yang dipaparkan adalah dengan penggunaan bahan-bahan alami (terkadang susah untuk mendapatkan bahan-bahannya) seperti yang diinformasikan oleh artikel-artikel serupa. Akan tetapi, waktu aku membaca artikel tersebut, Subhanallah....ternyata apa yang aku baca sangat jauh dari apa yang aku bayangkan. Apakah pembaca juga penasaran?? Ini dia tips-tips untuk tampil cantik ala muslimah.

1. Tips agar wajah selalu segar dan berseri-seri
Agar wajah selalu terlihat segar dan berseri-seri, muslimah dianjurkan untuk membasuh muka minimal 5 kali dalam sehari. Tak perlu repot-repot menggunakan sabun muka yang mahal atau masker-masker yang merepotkan. Cukup dengan berwudhu. Karena kita sholat fardhu 5 kali sehari, maka minimal kita telah membersihkan wajah sebanyak 5 kali. Apa lagi jika kita senantiasa menjaga wudhu kita, pasti akan lebih sering lagi kita melakukannya sehingga wajah kita semakin segar dan berseri-seri.

2. Tips untuk menghilangkan stress (salah satu penyebab kerut di wajah)
Olah raga merupakan salah satu sarana untuk menghindari stress, entah itu karna pekerjaan, tugas sekolah yang menumpuk, masalah dengan teman dan keluarga, atau masalah lain yang selalu mengganggu pikiran kita. Jika kita tidak punya waktu untuk berolahraga, fitnes, senam, atau hanya joging, maka ada cari lain yang dapat dilakukan. Olah raga yang terbaik yang dapat dilakukan oleh muslimah adalah dengan melaksanakan sholat dengan baik dan benar. Yups, minimal 17 rokaat dalam sehari. Belum lagi jika ditambahkan dengan sholat sunah rowatib, sholad duha dan sholat tahajud, Subhanallah....semakin banyak lagi intensitas kita untuk berolahraga. Dengan sekali melaksanakan sholat, kita telah menggerakkan seluruh anggota badan kita dari ujung kepala hingga ujung kaki, bahkan jari-jari kita. Ditambah lagi, setelah sholat kita mengadukan segala keluh kesah kita kepada Allah, memohon petunjuk dan jalan terang untuk masalah yang dihadapi. Jika kita melakukan dengan segala kerendahan hati, InsyaAllah, Allah akan memberikan jalan dan kemudahan dalam setiap langkah kita sehingga kita dapat terhindar dari stress dan dapat menunda datangnya kerut di wajah.

3. Pelembab terbaik agar awet muda
Banyak sekali iklan pelembab di televisi yang saling bersaing mempromosikan produknya dan memberikan jaminan awet muda untuk kulit wajah. Tetapi semuanya pasti dengan harga yang mahal. Akan tetapi Allah telah memberi kita secara cuma-cuma, tanpa membayar sepeser pun cara agar kita tetap awet muda. Allah telah menciptakan wajah dengan kecantikan yang sempurna bagi setiap muslimah. Kita hanya bertugas menjaganya, salah satunya adalah dengan memanfaatkan bibir dan hati kita untuk tersenyum. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli, otot yang digunakan oleh wajah untuk tersenyum jauh lebih sedikit daripada jika kita menggunakannya untuk cemberut apalagi untuk marah. Jadi, daripada kita membuang-buang tenaga untuk cemberut lebih baik kita tersenyum. Dan jangan lupa kata kunci waktu bercermin “Allahumma kamma hassanta khalqi fahassin khuluqi” (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula akhlakku).

4. Mempercantik bibir
Tak perlu kita repot-repot mencari warna lipstik yang pas untuk bibir kita. Selain dengan tersenyum seperti tips sebelumnya, ada hal yang dapat lebih menyempurnakan keindahannya, yaitu dengan senantiasa menghiasi bibir kita dengan bisikan-bisikan kalimat Allah dalam dzikir kita setiap waktu, menghindarkan bibir kita dari ucapan-ucapan dusta dan menyakiti hati orang lain, serta tidak sombong dan takabur dengan apa yang kita miliki.

5. Menjaga berat badan agar tetap sehat dengan diet
Banyak sekali cara dilakukan demi mendapatkan tubuh yang sehat. Tak sedikit yang memerlukan biaya lebih. Sebenarnya, cukup dengan puasa yang dilakukan secara rutin, maka kita telah melakukan diet yang sehat. Jika belum sanggup melakukan puasa sunnah Nabi Daud a.s., cukup dua kali saja dalam seminggu sesuai sunnah Rosulullah Muhammad SAW. Selain menjaga kesehatan tubuh, kita juga mendapatkan pahala karena telah menjalankan sunnah Rosul, tapi semuanya diniatkan untuk ibadah karena Allah ya...

6. Mengembangkan diri sebagai muslimah
Sekarang sudah bukan zamannya lagi Siti Nurbaya yang senantiasa berada di dalam rumah tanpa mengembangkan diri bergaul dengan muslimah lain untuk mengembangkan wawasan, berkarya, dan berdakwah. Kini waktunya kita menunjukkan jati diri kita sebagai seorang muslimah. Tentu saja dengan tetap menjaga diri dengan adab pergaulan yang sesuai dengan syariat Islam. Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan diri sebagai muslimah adalah dengan mengembangkan salam dan sapa untuk menyambung silaturahmi. Sehingga kita dapat memperkuat Islam dengan partisipasi kita sebagai muslimah yang baik dan berakhlakul karimah.

Gampang kan cara untuk mempercantik wajah dan hati kita sebagai muslimah??? Tak perlu lagi memboroskan uang untuk tampil cantik. Kita hanya perlu memanfaatkan apa yang telah Allah karuniakan dalam tubuh kita. Seorang muslimah, diamnya saja cantik dengan terjaganya aurat dan akhlaknya. Apa lagi jika kecantikan ini senantiasa dirawat dengan baik.
Nah muslimah......SUDAH SIAP TAMPIL CANTIK SEKARANG ????????

Senin, 16 Juli 2012

Kentang Goreng Krispi

Lucu juga kalo inget perjuangan aku sama suamiku coba-coba buat kentang goreng yang krispi bolak-balik. Emang ya..keberhasilan setelah berulang kali gagal bener-bener memuaskan. Udah berapa kilo kentang habis digoreng demi tercapainya cita-cita bersama membuat kentang goreng yang krispi kaya di resto-resto lebay banget . Untung aja persediaan kentang di rumah pas lagi banyak, jadi berani coba bolak-balik (terima kasih sangat buat sodaraku atas oleh-oleh kentang langsung dari kebun kentang dieng). Dari resep satu ke resep yang lain dicoba, akhirnya resep satu ini yang paling perfect & paling pas. Silakan dicoba, InsyaAlloh gak akan nyesel tapi malah ketagihan pengen lagiiii...dan laagiii...heehee. Cekidot resepnya yaa....^^

Bahan:
1 kg kentang (sekalian aja yang banyak, jadi bisa buat persediaan)
150 gr tepung terigu
Garam & merica secukupnya (boleh pake bumbu tempe goreng/ayam goreng bubuk yang instan, banyak kok dijual di warung-warung)

Cara membuat:
1. Kupas kentang, potong memanjang (panjang & ketebalan yang standar aja)
2. Kentang dicuci hingga bersih, tiriskan
3. Di tempat terpisah, campurkan tepung terigu dengan garam dan merica secukupnya, aduk hingga rata
4. Rebus air hingga mendidih, masukkan kentang tunggu kurang lebih selama 1 menit (gak perlu lama-lama biar kentang gak jadi lembek dan hancur), tiriskan
5. Selagi panas, taburi kentang dengan tepung terigu yang dibumbui, aduk hingga rata
6. Simpan di lemari es minimal 1 jam (jangan disimpan di freezer, kecuali kalo mau digoreng seminggu kemudian atau lebih)
7. Goreng kentang dalam minyak yang panas hingga kuning kecoklatan (sisanya bisa disimpan lagi di lemari es)
8. Kentang goreng krispi siap dinikmati

Tips :
Kentang harus dicuci sampai bener-bener bersih, sampai getahnya hilang. Kentang dicuci 4 – 5 kali sampai air bening. Kalo nyucinya gak bersih, kentang gak akan kering alias lembek karena getah kentangnya masih ada.

Kamis, 12 Juli 2012

Adab Sendawa Dan Menguap

Masih agak nyambung sama postingan sebelumnya tentang bersin, sekarang aku pengen bahas soal sendawa & menguap. Sesuatu yang kecil tapi ternyata besar kalo kita tau hikmahnya. Mulai dari sendawa. Kalo kita merasa kenyang, waktu lagi masuk angin, atau waktu perut lagi terasa kembung pasti deh kita sering banget sendawa. Kadang kita juga menyepelekan hal ini. Menganggapnya sebagai suatu hal biasa yang gak penting.

Kalo menurut ilmu kesehatan, sendawa adalah mekanisme dari tubuh manusia untuk mengeluarkan angin, biasanya dari dalam perut. Ada banyak hal yang bisa membuat kita sendawa, antara lain setelah minum minuman yang mengandung soda, sehabis makan atau minum, kalo lagi masuk angin, kalo perut terasa kembung atau sebah, dan masih banyak lagi. Dengan bersendawa kita jadi merasa lega. Heem...pasti nikmat banget kan rasanya kalo udah bisa bersendawa ? yups, karena sendawa juga merupakan nikmat dari Allah SWT. Dengan bersendawa kita merasa lebih baik dan lebih sehat pastinya. Karena sendawa itu nikmat Allah, jadi kita mestinya bersyukur dong sama Allah SWT, caranya dengan melafalkan hamdalah (Alhamdulillah) setelah bersendawa.

Well, lain lagi sama yang namanya menguap. Huaaah...rasanya nikmat banget tuh kalo nguap selebar-lebarnya dengan suara sekenceng-kencengnya (jadi inget masa-masa sekolah, kalo biasanya orang menguap tuh suaranya “hoooaaahm...” sama temen-temen sering dplesetin jadi “hooooaaayaaam goreeng...” upin ipin banget kan ??? hihihi). Saking lebarnya sampe-sampe gak nyadar kalo semua barang di sekelilingnya udah kesedot masuk mulut, heehee.

Menurut ilmu kesehatan, menguap adalah kondisi di mana tubuh seseorang sedang kekurangan oksigen. Biasanya terjadi saat sedang mengantuk. Kadang juga waktu lagi merasa bosan kadang juga kesetrum orang lain yang menguap duluan. Tapi, pembaca sekalian taukah Anda bahwa Allah SWT membenci menguap ??? apalagi kalo lagi sholat...haduuuh...haduuh... sadar atau tidak, menguap bisa membatalkan sholat kita. Saat sedang membaca Surat Al Fatihah (sebagai salah satu syarat syahnya sholat), saat itu kita menguap, pasti deh ada bacaan yang jadi gak jelas pelafalan & pengucapannya yang membuat artinya juga berubah, batal deh sholat kita, parah kan ?? coba deh simak dulu hadits Rosulullah SAW ini:
Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. Maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan ‘Alhamdullillah’). Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari setan. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin, dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu setan menertawakannya.” (HR Bukhari)

Nah loo...ternyata menguap itu dari setan loo, meskipun terasa nikmat tapi ternyata nikmat yang menjerumuskan. Karena dengan menguap otomatis kita pasti merasa ngantuk, finally..males deh mau ngapa-ngapain apalagi buat ibadah. Pantes aja kalo Allah SWT jadi benci. Apalagi kalo menguapnya ngeluarin suara, mulut menganga lebar sampe keliatan semua isi mulut tau-tau laler masuk, diketawain deh tuh sama si setan. Mau kaya gitu ???

Ayo deh kita mulai rubah kebiasan menguap kita yang jelek. Gak mau kan diketawain setan ??? Islam itu indah, sampai menguap pun diatur adab nya. Yang jelas semua itu demi kebaikan kita agar terhindar dari godaan setan yang terkutuk. Gini nih adab yang baik kalo kita lagi pengen menguap:
1. Tahan semampumu ya biar gak menguap
Menguap adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin.” (HR Muslim)

Menguap ketika sholat adalah dari setan, jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampunya.” (HR Tirmidzi)

2. Kalo bener-bener gak bisa ditahan, tutuplah dengan tangan kiri (atau dengan punggung tangan kanan)

3. Tidak mengeluarkan suara “haa” apalagi “hooahm” atau lebih parah lagi “hooooaaayaaam goooreeng”...heehee :D

Sejauh ini aku belum menemukan dalil yang meyakinkan tentang bacaan apa yang tepat ketika kita menguap. Kita pasti sering denger kalo ada orang yang baca istighfar (Astaghfirulohal’adziim) saat menguap. Mungkin dengan dasar bahwa menguap adalah sesuatu yang dibenci Allah SWT. Jadi kalo kita menguap berarti telah melakukan hal yang dibenci Allah SWT, jadi seharusnyalah kita ber-istighfar memohon ampunan Allah SWT. Tapi ada juga yang mengucapkan ta’awudz (A’udzubillahiminasysyaithonirrojiim) dengan dasar bahwa menguap berasal dari setan sehingga membaca ta’awudz sebagai tameng agar terhindar dari godaan setan lebih jauh lagi. Bagaimana dengan pembaca ???? kalo ada yang tau dalil shohihnya kasih tau aku yaa... ^.^

Semoga kita bisa selalu menahan diri dari segala sesuatu yang dibenci oleh Allah SWT.
Wallahua’lambishshowab.

Hikmah Dan Adab Saat Bersin

Bersin adalah hal yang pasti semua manusia yang hidup pernah mengalaminya. Tapi, justru banyak yang gak tau hikmah di balik bersin. Adab saat bersin pun terkadang diabaikan seolah hal itu bukan sesuatu hal yang penting dan harus diperhatikan. Pasti sering deh kita denger orang yang bersin keras banget sampe orang satu RT denger semua, waktu bersin muncrat ke mana-mana sampe orang di sekitarnya kebanjiran, atau yang gak ngucapin hamdalah waktu bersin, atau liat orang yang cuek alias gak peduli kalo ada orang bersin di deketnya. Heeem...fenomena ini pasti sering kita liat, atau justru kita yang malah jadi pelakunya...haayoo ngaku... :D

Perlu banget diketahui nih kalo ditinjau dari ilmu kesehatan, bersin adalah suatu mekanisme tubuh (dilakukan oleh hidung dan mulut secara keras) untuk mengeluarkan benda asing, baik udara maupun debu atau kotoran dari hidung atau tenggorokan. Benda asing tersebut dipaksa keluar oleh hidung dan mulut sehingga gak menyumbat aliran udara yang masuk dan keluar, terutama dari hidung sehingga seseorang bisa bernafas dan menelan makanan dengan baik. Jadi, bersin adalah suatu nikmat dari Allah SWT sehingga dianjurkan bagi kita untuk bersyukur dan memuji Alloh SWT saat bersin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya Allah menyukai bersin.” (HR Bukhari)

disebutin juga di hadits yang lain:
Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. Maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan ‘Alhamdullillah’). Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari setan. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin, dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu setan menertawakannya.” (HR Bukhari)

Nah loo...ternyata bersin justru merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT karena dengan bersin kita jadi lebih sehat sehingga lebih semangat melakukan ibadah ataupun aktivitas yang baik dan bermanfaat. Kalo kita bersin, sebaiknya kita perhatikan & praktekkan hal-hal ini:
1. Memelankan suara bersin
2. Menutup mulut dan wajah
3. Gak memalingkan leher baik ke kanan maupun ke kiri
4. Melafalkan hamdalah dan mengeraskannya (termasuk kalo kita lagi sholat)

Bacaan hamdalah yang dilafalkan kalo bersin antara lain:
1. Alhamdulillah (segala puji hanya bagi Allah)
2. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam)
3. Alhamdulillah ‘ala kulli haal (segala puji bai Allah dalam setiap keadaan)
4. Alhamdulillahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi, mubaarakan ‘alaihi kamaa yuhibbu Rabbuna wa yardhaa” (segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak lagi penuh berkah dan diberkahi, sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Rabb kami)

Kalo kita denger seseorang bersin dan melafalkan hamdalah, kita diwajibkan ber-tasymit. Ber-tasymit adalah mendoakan orang yang bersin dan melafalkan hamdalah, yaitu dengan mengucapkan yarhamukallah (kalo yang bersin laki-laki) atau yarhamukillah (kalo yang bersin perempuan). Hukum ber-tasymit adalah wajib karena merupakan hak seorang muslim atas saudaranya (orang muslim lainnya). Hal ini seperti sabda rosulullah SAW :
Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundangmu maka datanglah, jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat, jika ia bersin lalu ia mengucapkan alhamdullilah maka doakanlah, jika ia sakit maka jenguklah, jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR Muslim)

Tapi, terkadang kita juga diperbolehkan buat gak ber-tasymit, yaitu ketika berada dalam kondisi di bawah ini:
1. Kalo ada yang bersin tetapi gak melafalkan hamdalah
2. Kalo seseorang bersin lebih dari 3 kali. Dalam kasus ini, orang yang bersin dianggap sakit, baik itu terkena flu atau alergi.
3. Kalo seseorang yang bersin bukan seorang muslim meskipun dia mengucapkan hamdalah. Hal ini karena kita gak boleh mendo’akan orang kafir (bukan muslim). Tapi, kita sebaiknya melafalkan Yahdikumullah wa yushlih baalakum yang artinya “mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian”.
4. Kalo ada yang bersin di saat dengerin khutbah jum’at, meskipun orang yang bersin mengucapkan hamdalah. Hal ini karena jamaah yang mendengarkan khutbah jum’at dilarang untuk berbicara, jadi harus tetep diem dengerin khutbah. Begitu juga kalo lagi sholat fardhu, kita gak boleh untuk untuk ber-tasymit.
5. Kalo kita lagi ada di tempat yang gak diperbolehkan untuk mengucapkan kalamullah, seperti di toilet

Kalo orang yang bersin didoakan oleh orang yang mendengarnya, maka hendaknya mebalas do’a orang itu. Do’a – do’a yang baik diucapkan antara lain:
1. Yahdikumullah wa yushlih baalakum (mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian)
2. Yaghfirulahu lanaa wa lakum (mudah-mudahan Alah mengampuni kita dan kalian semua)
3. Yaghfirullaah lakum (semoga Allah mengampuni kalian semua)
4. Yarhamunnallah wa iyyaakum wa yaghfirullaahu wa lakum (semoga Allah memberi rahmat kepada kami dan kamu sekalian, serta mengampuni kami dan mengampuni kalian)
5. Aafaanallah wa iyyaakum minan naari yarhamukumullaah (semoga Allah menyelamatkan kami dan kamu sekalian dari api neraka, serta memberi rahmat kepada kamu sekalian)
6. Yarhamunnallah wa iyyaakum (semoga Allah memberi rahmat kepada kami dan kepada kalian semua)

Karena bersin merupakan kebaikan yang datang dari Allah SWT, hendaknya kita senantiasa mengucapkan syukur karenanya. Hal ini juga perlu dibiasakan sejak kecil. Jadi ajarkanlah kebiasaan baik ini kepada anak, adik, kakak, orang tua, dan orang-orang di sekitar kita agar kita selalu dinaungi oleh rahmat Allah SWT.
Wallahua’lambishshowab.
Dari berbagai sumber.

Senin, 21 Mei 2012

Tersayat Kata


Jatuh dan terhempas...karang....keras
Sakit...pedih...remuk...teredam ombak
Jatuh...lunglai...layu...
Menyibak warna...kelam...hitam...

Tersayat kata...dalam...menghujam...
Luka...perih...ngilu...terkoyak hancur
Jatuh...lunglai...layu...
Menyibak warna... hitam... kelam...

Selasa, 24 April 2012

Lidah Kucing

Setelah bereksperimen buat Cookies Coklat Oatmeal berhasil, liat di dapur eh bahan-bahan nya masih ada. Pikir-pikir kira-kira mau eksperimen buat apa lagi ya ??? hmmm...langsung muncul ide buat lidah kucing. Suka banget deh sama kue kering yang satu ini. Langsung deh searching di internet cari resepnya. Akhirnya dapet dan kesampaian juga bikin lidah kucing sendiri. Ini nih resep lidah kucingnya. Enak lhooo... :D
Bahan:
4 putih telur, kocok hingga kaku
1 butir kuning telur
200 gram mentega
150 gram gula halus
200 gram tepung terigu

Cara membuat:
(1) Kocok putih telur hingga mengembang dan kaku
(2) Di tempat lain, kocok mentega dan gula halus hingga lembut
(3) Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit pada kocokan mentega dan gula halus, aduk rata
(4) Masukkan putih telur yang sudah dikocok, aduk hingga rata
(5) Masukkan kuning telur, aduk hingga rata
(6) Masukkan adonan ke dalam plastik, lubangi ujugnya dengan lebar ± 0,5 cm
(7) Cetak dalam loyang yang sudah diolesi mentega (yang perlu diingat adalah cetakan jangan terlalu lebar karna saat dipanggang adonan akan melebar dua kali semula. Jangan lupa diberi jarak yang cukup antar cetakan sehingga tidak saling menempel)
(8) Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan api kecil sampai pinggirnya berwarna kecoklatan
(9) Angkat dan dinginkan

Cookies Coklat Oatmeal

Kalau orang-orang pada umumnya setiap hari minggu atau hari lbur pasti dibuat nyantai, tapi kalo aku hari minggu dan hari libur adalah hari yang paling bikin cape, tapi justru malah bikin seneng capenya. Yups, karna cuma di hari libur aku punya waktu banyak buat bereksperimen di dapur. Entah itu masak atau pun bikin kue. Hmmm...kue yang sekarang mau aku share ke pembaca kali ini adalah resep kue kering (cookies) coklat oatmeal. Aku buat kue ini karna terinspirasi lebih tepat adalah karena dapet tantangan dari ibuku untuk buat makanan dari bahan oatmeal. Berawal dari papah ku yang kelebihan kolesterol & gula di tubuhnya yang mengharuskan beliau untuk mengurangi konsumsi karbohidrat & gula, jadi sama ibu dibeliin oatmeal, eeh...tapi papah malah gak mau makan. Daripada mubadzir, akhirnya ibu minta aku buat cari cara biar oatmeal itu bisa dimanfaatkan. Jadilah Cookies Coklat Oatmeal. Cekidot resepnya yaah...
Bahan :
250 gr margarin
250 gr tepung terigu, ayak (bisa lebih banyak)
150 gr gula halus
3 butir kuning telur
150 gr oatmeal
3 sdm coklat yang dilelehkan

Cara Membuat:
(1) Kocok mentega, gula halus, dan telur sampai halus dan putih dengan kecepatan tinggi
(2) Masukan coklat leleh, aduk sampai rata
(3) Masukkan oatmeal, aduk hingga rata
(4) Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampe bisa dipulung (tidak lengket di tangan)
(5) Siapkan loyang yang sudah diolesi mentega
(6) Ambil 1 sdt adonan, bulatkan dengan tangan, letakkan di loyang dan pipihkan dengan garpu
(7) Masukkan adonan ke dalam oven yang sudah dipanaskan, panggang dengan api kecil hingga agak kering
(8) Angkat dan dinginkan (bisa untuk 1 toples besar)

Tips :
(1) Kalau tidak ada oatmeal, bisa pakai chocochips, kalau mau buat cookies yang biasa, cukup tepung terigu nya aja yang diperbanyak untuk menggantikan oatmeal
(2) Jika tidak ada coklat, boleh menggunakan perasa makanan, seperti vanilla atau perasa buah

Rabu, 11 April 2012

Resep Membuat DONAT

Aku tuh suka banget buat jajanan sendiri, apalagi kalo cara buatnya simpel. Lebih puas karna bisa buat dalam porsi yang banyak, sampe bosen pokoknya. Lebih terjamin aman dan halalnya juga karna kita tau persis bahan-bahan yang dipakai, jelas tanpa pewarna dan pengawet yang gak aman buat tubuh. Itung-itung buat latihan juga kalo Abi udah mulai sekolah. Daripada kasih uang buat jajan di sekolah yang belum tentu terjamin keamanan dan kesehatannya, mending kan kalau bawain Abi bekel jajanan buatan sendiri Jaminan mutu lebih sehat dan aman. Nah salah satu jajan sehat yang bisa jadi referensi bekel adalah DONAT. Awalnya kupikir bakalan susah dan ribet, tapi begitu dicoba, eeeh...ternyata super gampang dan simpel. Hasilnya juga gak kalah enak sama yang dijualbelikan, malah lebih enak dan empuk..heehee. Buat pembaca yang mau ressepnya, boleh nih aku share aja yaa...



Bahan
300 gr tepung terigu
½ bungkus (5,5 gr) ragi instan (biasanya aku pake fermipan)
2 butir kuning telur ayam kocok
2 sdm margarin (dicairkan)
150 ml susu (dicairkan dengan air hangat)
Minyak goreng
Misis/selai/keju/kacang/gula halus/coklat yang dilelehkan untuk olesan

Cara membuat
1. Campurkan tepung terigu dan ragi, aduk rata
2. Tambahkan telur dan margarin sambil diuleni hingga rata
3. Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga kalis (ini nih bagian yang bener-bener butuh tenaga ekstra). Bulatkan adonan, tutup tempat adonan dengan kain basah, diamkan selama 45 menit hingga adonan mengembang 2x semula
4. Kempiskan adonan, cetak adonan seperti bentuk donat pada umumnya (bolong tengah) atau sesuai selera.
5. Letakkan di loyang yang telah diolesi minyak goreng/margarin dan biarkan selama 10 menit (biasanya adonan akan mengembang lagi, jadi bentuk adonannya disesuaikan biar gak terlalu besar atau terlalu kecil, kecuali memang pengen yang jumbo/mini)
6. Panaskan minyak goreng (banyak, hingga kira-kira donat bisa terendam), goreng donat hingga berwarna kecoklatan (kalo bagian ini super duper cepat, jadi jangan disambi mengerjakan yang lain, gunakan juga api yang kecil). Angkat dan tiriskan.
7. Olesi bagian atas/seluruhnya dari donat dengan margarin kemudian dioleskan/ditaburi misis/selai/keju/kacang/gula halus/langsung celupkan dalam coklat leleh sesuai selera

Resep ini bisa untuk 15 donat dengan ukuran standar. Selamat mencoba...^^

Selasa, 10 April 2012

Kutemukan Dirimu

Kutemukan dirimu...
Datang begitu saja
Membenamkan seluruh keraguan
Menghanyutkan kelam masa lalu

Hadirmu memang kurindu
Dan masih saja tetap kurindu
Meski kau telah di sisi
Entahlah..
Mungkin bukan karna sakit itu
Hanya karna tak ingin kau pergi

Entah dengan apa kau memberi janji
Cukup yakin saja yang memenangkan rasa
Tapi rasa ini pun tak serta merta hadir
Hanya mencoba tuk obati luka
Dan akhirnya......luluh...

Kupersembahkan hati
Yang telah terlanjur patah
Bukan untuk kau rangkai kembali utuh
Tak usah...karna memang takkan bisa
Hanya simpan saja....jaga saja...
Agar tak menjadi hancur
Agar tak menjadi sirna
Agar tak menjadi dingin

Kau datang....dan selalu hadir....
Mencipta warna baru yang tak kukenal pada laluku
Hangatnya...sungguh tak ingin kulepas
Mengisi patahan-patahan hati
Meski tak mampu lagi rekat


Tetaplah di sisi...jangan kau beranjak...
Karna hanya itu yang pantas kupinta
Tak berharap lebih
Temaniku...menjaga hatiku....
Agar tak kembali patah
Agar tak menjadi hancur
Agar tak menjadi sirna

Senin, 02 April 2012

Wanita Pertama Masuk Syurga

Sebuah kisah indah di zaman Rosululloh Muhammad SAW yang akan aku ceritakan ini adalah sebuah kisah kesukaanku. Pertama kali mendengarnya dari pengajian masjid di suatu Romadhon benar-benar membuatku terkesan dengan kisah ini. Kisah seorang wanita mulia pertama yang akan menjadi penghuni syurga kelak. Kisah ini sangat menginspirasiku untuk senantiasa memperbaiki diri sebagai seorang wanita, terutama sebagai seorang istri. Jika aku sedang merasa lelah dan kesal, pasti aku mengingat kisah ini yang mampu memberiku semangat dan motivasi untuk selalu berusaha menjadi istri terbaik bagi suamiku tercinta. Berikut ini adalah kisahnya. (aku mencoba untuk menceritakan dengan bahasaku agar lebih mudah dipahai dan dicerna)

Pada suatu hari, Fatimah Az-Zahra putri kesayangan kanjeng Nabi Muhammad SAW menemui ayahandanya. Dia bertanya kepada rosululloh, “Wahai ayahku, siapakah wanita pertama yang akan masuk syurga kelak? Apakah ia adalah bunda Aisyah, khatijah, atau nenek Aminah? Atau istri ayah yang lain?” dan Rosul pun menjawab “Anakku Fatimah, seorang wanita yang akan menjadi penghuni pertama syurga bukanlah bunda-bundamu, bukan nenekmu, bukan pula dirimu.” Mendengar jawaban Roululloh, Fatimah pun terkejut, ia kembali bertanya “Lalu siapakah dia?” Dan Rosul pun menjawab, dia adalah seorang wanita biasa yang bernama Muti’ah.” Subhanalloh, betapa indahnya Islam, bahkan untuk menjadi wanita pertama yang menghuni syurga pun Islam tidak memberlakukan Kolusi. Ternyata bukan istri-istri Rosululloh, bukan ibunda Rosululloh, bukan pula Fatimah yang tanpa diragukan lagi keimanan mereka, melainkan hanya seorang wanita biasa yang bernama Muti’ah.

Karna penasaran, Fatimah pun bertanya lebih jauh “Siapakah dia? Apa keistimewaan seorang Muti’ah sehingga ia bisa menjadi wanita pertama penghuni syurga?” Rosul pun menjawab “Sebaiknya kau cari tau sendiri saja dengan mendatanginya.” Maka Fatimah pun bergegas pergi ke rumah Muti’ah untuk mencari tau keistimewaan seorang Muti’ah.

Tok...tok...tok... “Assalamu’alaikum....”
“Wa’alaikumsalam...siapakah gerangan?” seorang wanita menjawab salam Fatimah dari dalam rumah.
“Aku Fatimah Az-Zahra putri Rosululloh. Apa benar ini kediaman Muti’ah?”
“Subhanalloh, benar sekali saya Muti’ah. Ada apa gerangan putri Rosululloh datang ke rumah saya?” Muti’ah menjawab tanpa membukakan pntu untuk Fatimah
“Aku hanya ingin bersilaturahmi dengan mu.” Jawab Fatimah
“Maaf Fatimah, tetapi suamiku belum tau kalau kamu hendak datang mengunjungiku. Silakan datang lagi besok, aku akan meminta izin suamiku dulu.”
Dengan sedikit terkejut dan kecewa, Fatimah pun pulang dan kembali keesokan harinya dengan membawa Hasan, putranya.

Tok...tok...tok...”Assalamu’alaikum...Muti’ah ini aku Fatimah.”
“Wa’alaikumsalam...oh iya silakan masuk Fatimah, aku sudah berkata pada suamiku bahwa kau akan datang, tetapi siapakah yang kau bawa itu Fatimah?”
“Ini Hasan putraku.”
“Maaf Fatimah, aku bilang pada suamiku bahwa hanya kau yang akan datang mengunjungiku. Aku belum memintakan izin untk Hasan. Apalagi dia laki-laki. Silakan kembalilah besok dan aku akan kembali meminta izin suamiku untuk memperbolehkan Hasan ikut bersamamu.”

Dengan rasa kembali kecewa akhirnya Fatimah menurut saj dan kembali lagi keesokan harinya bersama Hasan. Tetapi pada saat akan berangkat, Husein adik kembar Hasan merengek minta ikut, sehingga pergilah Fatimah ke tempat Muti’ah bersama Hasan dan Husein.

Tok...tok...tok...”Assalamu’alaikum...Muti’ah ini aku Fatimah.”
“Wa’alaikumsalam...oh iya silakan masuk Fatimah, aku sudah berkata pada suamiku bahwa kau akan datang bersama Hasan dan dia mengijinkan kalian masuk rumahku.”
“Tetapi aku juga membawa Husein turut serta bersama kami.” Kata Fatimah
“Maaf Fatimah, dengan sangat menyesal aku tidak mengijinkan Husein masuk ke dalam rumahku karna aku belum memintakan izin pada suamiku.”
Dengan nada kesal Fatimah menjawab, “Tapi kan Husein masih kecil.”
“Sekali lagi maaf Fatimah, bagaimanapun juga Husein adalah seorang laki-laki dan aku juga belum meminta izin pada suamiku. Kembalilah lagi besok jika kau ingin menemuiku.”

Meskipun kesal tapi akhirnya Fatimah menurut dan dia semakin penasaran dengan diri Muti’ah. Dan keesokan harinya Fatimah pun kembali mengunjungi Muti’ah bersama Hasan dan Husein. Kali ini Muti’ah mengijinkan mereka untuk masuk. Sejauh pengamatan Fatimah terhadap Muti’ah, tidak ada sesuatu yang istimewa dalam diri Muti’ah. Dia melaksanakan ibadah juga seperti yang Fatimah lakukah. Tidak ada ibadah-ibadah khusus yang dilakukan Muti’ah. Fatimah hampir saja putus asa, sampai kemudian Muti’ah meminta izin sebentar untuk pergi mengirim makanan di tempat suaminya bekerja. Akan tetapi ada suatu keanehan yang dilihat oleh Fatimah. Dalam nampan makanan yang dibawa oleh Muti’ah, Fatimah melihat ada cambuk di sana. Karna penasaran, Fatimah pun bertanya
“Wahai Muti’ah, kenapa kau bawa cambuk dalam nampanmu. Apakah suamimu seorang penggembala?”
“Bukan Fatimah, suamiku hanyalah seorang petani biasa.”
“Apakah suamimu adalah seorang yang kasar perangainya?” tanya Fatimah semakin penasaran.
“Tidak juga Fatimah. Suamiku adalah orang yang sangat baik hati dan lembut, bahkan sangat lembut perangainya terhadapku.”
“Lalu kenapa kau membawa cambuk?”
“Setiap hari saat aku menghidangkan makan untuk suamiku, selalu kusediakan pula cambuk di samping piring makannya. Akau akan meminta suamiku untuk mencambukku jika makanan yang aku masakkan untuknya tidak enak atau tidak sesuai dengan keinginannya.”

Subhanalloh....terjawab sudah segala pertanyaan dan keraguan yang semula ada dalam hati Fatimah. Muti’ah memang pantas menjadi wanita pertama penghuni syurga. Bukan karna keistimewaan ibadah yang dilakukannya, tetapi karna pengabdiannya yang begitu besar terhadap suami yang dicintai dan mencintainya. Bahkan dia rela untuk dicambuk jika pelayanannya terhadap suami kurang memuaskan.

Semoga kish ini juga dapat menjadi inspirasi bagi istri-istri di dunia, juga bagi para calon istri untuk selalu menjaga nama baik suami dan mengabdi dengan sepenuh hati karna Alloh SWT.

Makanan Pendamping ASI pertama untuk buah hati

Bingung...itulah yang aku alami ketika bintang kecilku, Abi usianya mendekati 6 bulan. Setelah memberikan asi eksklusif untuk si kecil selama 6 bulan penuh, maka si kecil harus mulai diberi makanan tambahan, yaitu MP-ASI (makanan pendamping ASI). Tapi makanan seperti apa yang baik dan tepat untuk si kecil ???? itulah yang membuat aku bingung. Mungkin juga para bunda banyak yang merasa bingung seperti aku. Tapi setelah aku mencari berbagai informasi, akhirnya aku gak bingung lagi.

MP-ASI yang pertama diberikan kepada si kecil haruslah yang bertekstur lembut dan tidak terlalu kental. Bubur susu beras adalah yang paling tepat sebagai MP-ASI pertama. Lebih baik memperkenalkan MP-ASI yang pertama adalah bubur susu beras agar si kecil dapat mengenali rasa nasi yang akan menjadi makanan pokoknya kelak. Setelah itu baru diperkenalkan dengan berbagai sayur dan buah yang dihaluskan. Usahakan mendahulukan pemberian sayur daripada buah karena biasanya rasa sayur lebih tidak enak, sedangkan buah cenderung enak dan manis (karena pemberian MP-ASI sebaiknya tidak menambahkan bahan apa pun seperti gula atau garam, sebagai perasa cukup tambahkan ASI saja). Hal ini denga tujuan agar si kecil doyan sayur. Kalau buah yang lebih dulu dikenalkan, dikhawatirkan si kecil jadi tidak suka sayur.

Dalam kesempatan ini, aku mau berbagi resep membuat bubur susu beras buat para bunda yang mau mulai memperkenalkan MP-ASI untuk si kecil. Pembuatannya cukup simpel dan tidak membutuhan waktu lama. Yaah..daripada memberikan si kecil bubur instan, aku lebih memilih untuk membuatnya sendiri, yang jelas lebih terjamin aman. Bahan utamanya adalah tepung beras. Ada baikknya jika tepungnya juga membuat sendiri untuk menghindari adanya pengawet dan pemutih. Cukup mudah untuk membuat tepung beras dan buburnya. Cekidot aja yaa...

Cara membuat tepung beras:
1. Cuci bersih ¼ kg beras putih/merah (bisa untuk 2 minggu/lebih)
2. Jemur dan sangrai beras hingga kering
3. Blender beras sedikit demi sedikit hingga halus dan menjadi tepung
4. Ayak tepung beras hingga benar-benar halus
5. Simpan di toples yang kedap udara


Cara membuat bubur susu beras:
1. Didihkan 100 ml air
2. Larutkan 1 sdm tepung beras dalam 2 sdm air, masukkan dalam air yang dididihkan
3. Aduk-aduk terus hingga mengental dan hanya bersisa ± 1 sdm
4. Encerkan bubur dengan ASI (semakin lama kekentalannya semakin bertambah dari hari ke hari)
5. Berikan pada si kecil 1 – 2 kali sehari


Jika si kecil muntah atau tidak mau makan pada pemberian MP-ASI pertama, bunda gak perlu khawatir, cobalah terus beberapa kali. Jika si kecil tetap tidak mau, boleh mengantinya dengan pure sayur atau buah. Semoga bermanfaat..^^

Jumat, 09 Maret 2012

Saat Si Kecil Batuk



Batuk dan flue adalah penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga karena setiap orang pasti pernah mengalaminya. Gatal di tenggorokan, dahak yang gak mau keluar, hidung tersumbat, badan demam, dan pusing adalah beberapa gejalanya. Kalau flue sudah menyerang, rasanya tersiksa sekali, apalagi kalau sudah menimpa si kecil. Hmmm….kasian banget pokoknya. Kebetulan banget nih, kali ini pengeran kecilku, Abi lagi agak batuk. Selama 5 bulan sejak lahir Alhamdulillah baru kali ini Abi sakit (selain demam karena efek imunisasi). Sempat khawatir juga sih, tapi aku tetap berusaha untuk gak panik. Pernah aku baca literatur waktu masih hamil, di dalamnya aku mendapat informasi kalau si kecil sakit hanya sekedar flue, batuk, pilek, dan demam, sebenarnya orang tua gak perlu khawatir karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Tak perlu panik dengan langsung mendatangi dokter sebagai jalan keluarnya. Kalau memang tidak parah, cukup dengan meningkatkan intensitas menyusui saja karena memang ASI adalah obat yang paling mujarab dibandingkan dengan obat dokter.

Aku jadi inget waktu masih hamil, suatu hari aku kontrol kehamilan ke dokter, aku konsultasi ke dokter, tanya-tanya aja kalo si kecil udah lahir nanti terus suatu hari sakit, penanganan yang paling tepat tuh gimana sih ?? eh dokternya malah jawab, sebaiknya jangan terlalu sering bawa anak ke dokter, sedikit-sedikit ke dokter, jika hanya sekedar flue gak perlu ke dokter karna bisa sembuh sendiri. Kata dokterku, terlalu banyak obat malah gak baik buat si kecil, karna obat juga bisa menjadi racun. Cukup banyakin ASI saja sudah cukup, kecuali jika sakitnya parah, si kecil rewel, gak bisa tidur, dan demam yang gak turun-turun, baru deh harus ditangani dokter. Kalau diberi antibiotik juga harus dihabiskan meskipun sudah sembuh agar virusnya gak kebal sama antibody si kecil. Virusnya jadi gampang balik lagi deh. Kalo kira-kira antibiotiknya gak akan dihabiskan, mending gak udah diminum sama sekali.

ASI adalah suatu komposisi makanan bagi bayi 0 – 6 bulan yang paling sempurna. Selain dapat membentuk sistem kekebalan tubuh bayi, juga dapat menjadi obat yang mujarab saat si kecil sakit. Bahkan jika dibandingkan dengan susu formula, kandungan gizi dan manfaat ASI jauh lebih banyak dari susu formula. Jadi, ASI eksklusif selama 6 bulan sangat penting dan dianjurkan agar si kecil lebih sehat dan kuat terhadap serangan berbagai penyakit. Akan tetapi, meskipun sudah diberi ASI eksklusif bukan berarti bayi tidak akan mengalami sakit sama sekali, hanya saja peluang untuk sakit menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI eksklusif.

Nah, sekarang tentang batuk nih. Bersyukurlah bila kita bisa merasakan batuk. Karena sebenarnya batuk adalah mekanisme dari tubuh untuk mengeluarkan benda asing di tenggorokan. Batuk bukan hanya disebabkan oleh virus, tetapi juga bisa terjadi karena alergi. Jika batuk disertai flue, dimungkinkan ini merupakan penyakit dan penyakit ini disebabkan oleh virus yang sampai sekarang belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Kalaupun diberi obat oleh dokter, itu hanya untuk mengurangi rasa sakit dan mengalihkan gejalanya, bukan untuk mengobati (biasanya obatnya mengandung obat tidur agar orang yang sakit banyak istirahat). Batuk dan bersin-bersin yang dialami adalah upaya dari tubuh untuk melawan virus yang masuk. Orang yang terkena batuk dan flue biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini biasanya terjadi karena penularan, terutama melalui sentuhan dari orang yang terinfeksi flue. Bayi usia di bawah 6 bulan sangat rentan tertular apalagi dari orang dewasa. Hal ini karena bayi masih dalam proses pembentukan sistem imun di dalam tubuhnya. Pemberian ASI secara eksklusif adalah cara tepat memberikan sistem imun terbaik untuk si kecil.

Apabila si kecil batuk, sebaiknya orang tua tak perlu panik. Apalagi jika si kecil masih tetap ceria dan aktif. Batuk pada bayi terjadi dalam rentang yang lebih lama dari orang dewasa, yaitu 3 – 14 hari (bisa lebih singkat, bisa juga lebih lama). Hal ini dikarenakan sistem imun yang terbentuk dalam tubuh bayi belum sempurna. Jadi, meskipun si kecil batuk sampai 2 minggu, kita sebagai orang tua jangan mudah panik dan men-judge kalau si kecil menderita suatu penyakit yang serius, TBC misalnya. Waduh, hati-hati bunda, penanganan yang salah malah justru akan berakibat fatal.

Jadi, sekali lagi nih untuk para bunda, kalau si kecil sakit jangan cemas yaa.... Beri saja si kecil ASI lebih banyak dari biasanya. Hindari memberikan si kecil obat yang justru akan memberikan efek samping baik jangka pendek, maupun jangka panjang. Pokoknya, kalau masih bisa diatasi dengan ASI, obatnya NO WAY dulu deh.

Beberapa tips yang bisa dijadikan rujukan bila si kecil batuk :
1. Optimalkan pemberian ASI, boleh juga ditambah air putih hangat agar si kecil tidak dehidrasi
2. Jauhkan si kecil dari orang-orang atau lingkungan yang terinfeksi virus
3. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan
4. Hindari meminum antibiotik, karena pada umumnya batuk tidak memerlukan antibiotik
5. Berikan madu pada si kecil sebelum tidur untuk mencairkan dahak agar si kecil tidak sesak nafas dan bisa tidur nyenyak
6. Usahakan bunda makan makanan yang bergizi agar ASI yang disalurkan lebih berkualitas (Bunda tidak perlu meminum obat jika si kecil sakit, kecuali jika bunda yang sakit baru boleh minum obat, itu pun harus sesuai dengan petunjuk dokter)
6. Kunjungi dokter jika memang batuk dan flue tidak kunjung sembuh, si kecil terus menerus rewel, dan demam tidak turun-turun lebih dari 3 hari atau demam dengan suhu mencapai 40 derajat Celcius, bisa jadi si kecil bukan hanya sekedar terkena flue

Gimana bunda...sekarang gak perlu cemas lagi kan kalo si kecil batuk ????
Buat semua bunda di dunia, semoga si kecil selalu sehat yaa...
Semoga bermanfaat... ^^v
Wallohua’lam bishshowab.

Sumber:
https://rangkaiankata.wordpress.com/2010/04/20/mengatasi-flu-pada-bayi-1-bulan/Bagaimana cara mengatasi bayi

http://www.anneahira.com/perawatan-bayi/bayi-pilek.htm

Rabu, 22 Februari 2012

Saudariku...Kau Cantik dengan Jilbabmu



Sedih rasanya ketika melihat saudariku seiman yang sudah berhijrah mengenakan jilbab, ternyata merubah profile picture di facebook-nya dengan foto dirinya yang tidak mengenakan jilbab, bergaya dengan CANTIK nya, dan ketika ada yang bertanya “Kenapa tumben kok kerudungnya dibuka?” dengan santai dia menjawab “hehehe...iya lah, pengen suasana baru.”

Astaghfirullohal’adziim....Ya Alloh...miris sekali dengan keadaan muslimah saat ini. Banyak wanita mengaku dirinya Islam tapi hanya untuk melakukan satu kewajiban saja dia ogah-ogahan. Mungkin hijab (kerudung dan jilbab) bagi mereka hanya sebuah hiasan semata , ketika dia ingin mengenakannya, maka dia mengenakannya dengan assesoris yang “wah”, dan ketika dia tidak ingin mengenakannya, maka dia pun akan melepaskannya.

Ada lagi yang ikut berkomentar miring, “Pake kerudung ya kalo mau ngaji, kalo gak ngaji ya gak usah pake kerudung”. Hadeeh...apa lagi ini. Hijab hanya dipandang sebagai “simbol” saja, kembali tak memiliki arti apa-apa.
Bahkan aku pernah bertanya kepada saudariku seiman “Kapan kamu mau pakai jilbab?” dan jawaban ini yang kudapat “Nanti kalo udah nikah”. Hmmm....kembali aku bertanya “Kalau ternyata umurmu gak sampai nikah?” masih saja dia bisa menjawab “Yang penting perbaiki akhlak dulu baru pakai jilbab, banyak cewe yang pake jilbab, tapi toh akhlaknya juga jelek, yang gak pake jilbab malah akhlaknya bagus”. Kalo gitu kapan pake jilbabnya ??? Tak taukah bahwa dengan mengenakan jilbab dengan dilandasi iman, maka kamu akan dapat memperbaiki akhlakmu. Kembali lagi aku lontarkan pertanyaan “Tapi paling enggak, kamu punya niat buat pake jilbab kan??” dan hanya jawaban singkat tapi serasa sangat menyakitkan buatku, jawabannya adalah “ENGGAK !!!!” Na’udzubillahimindzalik. Hmmm....jawaban-jawaban inilah yang sering dijadikan senjata untuk mereka-mereka yang SEBENARNYA enggan, bahkan tidak mau memakai jilbab. Semoga Alloh melimpahkan kepada mereka hidayah untuk berhijrah.
Ada juga yang mengenakan jilbab saat kerja atau sekolah, tapi di luar itu kembali membuka auratnya, bahkan berani mengenakan pakaian yang serba minim, terutama minim bahannya. Sebenarnya, apa arti jilbab bagi mereka ????

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab : 59)

Hai ladies...saudariku seiman...Alloh SWT sendiri yang memerintahkan kita untuk menutup tubuh kita dengan jilbab. Jilbab yang syar’i tentunya, yang menutup seluruh tubuh tanpa memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh. Jika kita adalah makhluk kerdil milikNya, kenapa kita tidak mau melaksanakan perintahNya ??? Alloh SWT pun menerangkan manfaatnya, bahwa dengan jilbab, maka kita menjadi mudah dikenal. Ya, sebagai seorang muslimah tentunya, umat Islam, umat Rosululloh Muhammad SAW, bukan umat yang lain. Dengan berjilbab, maka kita dapat mempertahankan eksistensi Islam di muka bumi. Selain itu, dengan berjilbab, kita dapat terlindung dari segala gangguan, baik gangguan dari manusia, maupun dari syetan. Gangguan dari manusia misalnya, gangguan dari pemuda-pemuda yang suka bersuit-suit jika melihat ada gadis lewat di depan mereka, tentunya mereka lebih tertarik untuk menggoda gadis-gadis yang berpenampilan seksi, tanpa berjilbab daripada muslimah yang berjilbab. Kita juga dapat terjaga dari gangguan syetan, contohnya jika kita dihadapkan dengan sebuah godaan untuk melakukan dosa, maka kita akan berfikir seribu kali “Aku udah pake jilbab, jadi aku gak boleh melakukan dosa itu”. Ya, itulah penjagaan yang sesungguhnya, penjagaan dari perbuatan dosa. Dan pada akhirnya, dengan jilbab kita justru dapat memperbaiki akhlak kita.

Dan yang terakhir disampaikan Alloh SWT pada QS. Al Ahzab : 59 adalah bahwa “Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat dan memulai suatu kebaikan. Yang belum berjilbab, ayo mulai benahi diri dengan mengenakan jilbab. Yang sudah berjilbab tapi masih setengah-setengah, kadang iya kadang enggak, ayo mulai benahi diri menutup tubuh indahmu dengan sebaik-baiknya. Dan yang sudah istiqomah dengan jilbabnya, semoga Alloh senantiasa menjaga imanmu untuk mempertahankan ke-istiqomah-an mu. Semoga aku juga semakin bisa memperbaiki jlbabku. Ayooo...kita berlomba-lomba dalam kebaikan...!!!! ^,^

Wallohua’lam bishshowab.

Senin, 20 Februari 2012

MISOA GORENG

Kemaren waktu aku ngelesin di tempat salah satu muridku, kebetulan aku disuguhin misoa goreng sama si empunya rumah. Kalo biasanya aku gak terlalu suka, eh kemaren mendadak kok jadi suka (apa karna laper juga kali yaa..heehee..). Tapi karna di rumah orang jadi gak bisa makan banyak (karna biasanya rakus...wkwkwk). Tiba-tiba aja terbersit keinginan buat bikin sendiri. Begitu sampai di rumah, langsung deh browsing resepnya. Setelah mencoba buat, eh ternyata malah lebih enak buatan sendiri, suami sama keluarga juga suka. Nah buat pembaca sekalian, ini neh resep MISOA GORENG paling sederhana tapi tetep maknyus...ceck it out yaa...


Bahan:
1 bungkus misoa goreng (110 gr)
3 buah wortel
3 lembar daun bawang
2 butir telur ayam
2 sdm ebi
1 siung bawang putih
½ sdt merica/lada
1 sdt garam (sesuai selera)
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:
1. Rendam misoa dalam air panas kurang lebih selama 5 menit sampai lembut, saring dan tiriskan
2. Uleni misoa dengan 1 sdm minyak goreng supaya tidak lengket
3. Iris daun bawang dan potong wortel berbentuk dadu kecil
4. Haluskan bawang putih, merica, dan garam
5. Campurkan irisan daun bawang, wortel , ebi, dan bumbu halus dengan misoa
6. Masukkan 1 butir telur, aduk hingga merata
7. Tuangkan misoa yang telah tercampur dengan bahan-bahan ke dalam loyang yang sudah diolesi minyak/margarin
8. Kukus selama kurang lebih 20 – 30 menit
9. Potong-potong misoa yang telah dikukus sesuai selera
10.Lumuri potongan misoa dengan telur
11.Goreng misoa dalam minyak yang panas sampai berwarna kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan
12.Misoa siap dinikmati, bisa dengan cabai rawit maupun saus sambal

catatan :
1. ebi bisa diganti dengan daging sapi/daging ayam/udang cincang
2. banyaknya garam disesuaikan dengan selera, kalo perlu dicicipin dulu sebelum dikukus
3. lebih enak lagi kalo telur yang dicampur misoa ditambah lagi, tapi jangan kebanyakan juga...hee

selamat memasak yaa..... ^^v

Senin, 30 Januari 2012

Martabak Telur

Suamiku tuh seneng banget sama yang namanya goreng-gorengan....apalagi sama martabak...hadeeh...sekali makan bisa habis banyak....
jadi, daripada beli, mending bikin sendiri, puaas makannya...heehee....
boleh dicoba neh martabak bikinanku...

Kulit Martabak
Bahan:
¼ kg tepung terigu
1 butir telur ayam
½ sdm garam
Air secukupnya

Cara:
1.Campurkan tepung terigu, telur, dan garam, aduk hingga rata
2.Masukkan air sambil terus diaduk sampai adonan encer
3.Panaskan wajan teflon yang bunder rata, olesi minyak goreng
4.Tuang 1 sendok sayur adonan ke dalam wajan, ratakan adonan, tunggu sampai agak kering (biasanya adonan lepas sendiri), tiriskan
5.Lakukan hal yang sama sampai adonan habis

Martabak Telur
Bahan:
¼ kg daun bawang (muncang)
2 butir telur ayam
1 sdm garam
½ sdm lada/merica bubuk (merica yang dihaluskan sendiri juga bisa)
½ sdm ketumbar bubuk (dihaluskan sendiri aja)
10 lembar kulit martabak

Cara :
1.Iris tipis daun bawang
2.Campurkan daun bawang yang telah diiris dengan telur, garam, lada, dan ketumbar, diaduk terus hingga tercampur merata (gak ada salahnya dicicipin dulu)
3.Tuangkan 1-2 sdm adonan pada kulit martabak, bungkus sesuai selera (kalo aku biasanya dibuat bentuk segi empat)
4.Goreng di dalam minyak panas sampai kecoklatan
5.Angkat dan tiriskan

Tips :
Kalo ditambah daging ayam/sapi cincang bakalan lebih manstab...coba deh...^^

Nasi Bakar Petai

Hari minggu...waktunya buat masak-masak....tiba-tiba ide buat masak resep ini muncul...niatnya pengen coba resep yang ada di TV, tapi gak semua bahannya ada...jadi akhirnya aku combain sendiri aja....eh gak disangka hasilnya super duper yummy....
cekidot aja ya resepnya... ^,^

Bahan :
10 centong nasi
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 siung bawang bombay
7 buah cabe rawit
3 lembar daun salam
2 sdm garam
½ sdm gula pasir
10 butir petai
4 sdm ebi
Minyak goreng secukupnya
10 lembar daun pisang yang sudah dijemur (biar gampang digulung)

Cara :
1.Bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan cabai rawit diiris tipis
2.Petai juga diiris kecil-kecil
3.Panaskan minyak goreng, masukkan bawang putih dan bawang bombay, jika sudah harum, masukkan bawang merah, masak hingga layu, masukkan cabe rawit, daun salam, ebi, petai, gula pasir, dan garam (jangan lupa dicicipin, selera orang kan beda-beda...heehee), masak sampai semua tercampur rata, tiriskan
4.Tuangkan bahan-bahan yang sudah dimasak dalam nasi, aduk hingga bumbu merata
5.Tuangkan 1 centong campuran nasi dan bumbu pada daun pisang, gulung seperti membuat lontong (lakukan sampai nasi campur habis)
6.Bakar gulungan nasi dalam lontong di wajan datar (tanpa minyak atau margarin) sampai daun terbakar merata
7.Nasi bakar petai siap dihidangkan

Selasa, 24 Januari 2012

Omlet Krispi

Berawal dari kecintaanku & suami sama yang namanya mie instan. Tapi bosen juga kalo dibuat itu-itu terus, mie goreng-rebus-goreng-rebus...gitu teruuuuuus.....
Akhirnya cari cara mengolah mie biar tetep enak tapi dalam bentuk yang lain. Jadi deh, kreasi Omlet Krispi. Simpel-simpel aja kok caranya.

Bahan:
1 bungkus mie instan (mie rebus boleh, mie goreng juga boleh)
1 butir telur
minyak goreng dikiiiiiit aja

Cara :
1. remas mie instan (kayak mie remes gitu), masukkan ke dalam air mendidih tanpa bumbunya, jangan sampe lembek, setengah mateng aja (biar ada sensasi kriuk), saring, tiriskan
2. tuang bumbu ke dalam mangkok, campurkan mie yang udah direbus, sama telur juga dimasukkan, kocok sampai rata
3. panasin minyak di wajan yg datar (pake teflon kecil lebih enak biar permukaannya rata), tuang kocokan mie-telur, ratakan (ratakan mie ke samping, jangan mengumpul di tengah, ini tujuannya juga biar sensasi kriuknya lebih terasa), terus dibolak-balik aja kaya buat telur dadar sampa kecoklatan, trus diangkat deh, siap makaaaan....

Tips :
1. minyaknya cukup dikit aja, kira-kira 1sendok makan asal buat basahin wajan biar gak lengket, soalnya kalo kebanyakan minyak, omletnya jadi gak kriuk deh
2. dimakannya kalo masih anget, soalnya kalo dingin gak akan kriuk lagi
3. cara makannya fleksibel, bisa dimakan pake nasi (apalagi pake nasi anget...wuuuiiihhhh...manstab...), bisa juga dijambal sambil dicocol saus sambal...maknyuuuus......
4. ok juga kalo ditambah sayuran biar lebih sehat

Try it ya ladies..... (style koki masak di tipi).....selamat mencoba.... ^^v

Rabu, 18 Januari 2012

Jawza Abiyya Putra Dikfa


JAWZA ABIYYA PUTRA DIKFA ..... sebuah nama yang cukup panjang (katanya) yang akhirnya kami (aku dan Didik Sarjono, suamiku) putuskan sebagai nama bagi putra pertama kami. Sudah sejak awal kehamilan aku mulai gemar mencari nama yang cocok untuk anakku. Entah kenapa saat awal kehamilan aku selalu merasa bahwa anakku kelak laki-laki sehingga aku banyak mencari nama untuk anak laki-laki. Keyakinanku semakin kuat ketika dokter mengatakan hasil USG pada usia kandungan 6 bulan 90% calon anakku adalah laki-laki. Semakin gencar saja aku mencari-cari nama untuk calon buah hatiku. Setelah berkali-kali mengalami perubahan, finally kami memutuskan untuk memberinya nama JAWZA ABIYYA PUTRA DIKFA yang kami panggil ABI.

Kali ini aku akan sedikit menguraikan arti dan makna dari nama buah hatiku. Mulai dari kata JAWZA dari bahasa Arab yang berarti Bintang. Sudah sejak lama aku sangat menginginkan anak-anakku kelak memiliki nama yang berarti "bintang". Keinginan itu muncul jauh sejak aku belum menikah, bahkan saat masih kuliah atau bahkan SMA. Terinspirasi dari ucapan selamat ulang tahun dari adikku satu-satunya, Dwita Ayu Rahmadanti (makasih ya Dit bwat inspirasinya), entah yang keberapa aku lupa. Dalam ucapan itu ada sebait kalimat yang tak bisa lepas dari ingatanku, yaitu "Bintang yang Bersinar dan Menyinari". Itulah yang mendasariku berkeinginan jika punya anak akan kuberi nama yang memiliki arti "bintang". Ingat lagi pelajaran IPA di SD. Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri, atau dengan kata lain benda langit yang dapat bersinar. Seperti matahari contohnya, merupakan salah satu bintang yang bersinar sekaligus menyinari bumi. Oleh karena itu, makna dari nama Jawza ini adalah "bintang yang tidak hanya bersinar, tetapi juga menyinari". Jadi, tidak hanya bersinar untuk dirinya sendiri, tetapi juga berbagi sinar untuk lingkungan di sekitarnya.

Kemudian kata ABIYYA, juga dari bahasa Arab yang berarti "mulia, jauh dari kehinaan". Sebenarnya berasal dari kata Abiyyu, tapi kalo mau pake kata Abiyyu takutnya dikira nyama-nyamain nama muridku, heehee. Dengan bantuan papah ku, akhirnya aku nemu kata Abiyya yang punya arti sama dengan Abiyyu.

Kata PUTRA sudah jelas sekali, artinya "anak laki-laki". Sedangkan kata DIKFA merupakan perpaduan dari namaku TIFA dan nama suamiku DIDIK, heehee agak pake merk gitu. :D

Nah, kalo untuk panggilannya, aku lebih suka panggil ABI. hmmm....sebenernya sih banyak yang bilang "kok Abi sih panggilannya...masa masih kecil udah dipanggil "BAPAK"...ganti aja yang lain." Tapi aku tetep kekeuh aja panggilannya ABI. Karna dibalik panggilan ABI juga banyak maknanya. Memang benar arti kata ABI adalah "Bapak", tapi bukan berarti masih kecil udah jadi Bapak. Hadeeeh...cape deh. Maksudnya tuh justru maknanya dari sosok BAPAK, yaitu sebagai orang yang bertangung jawab, penyayang, pekerja keras, kuat fisik dan mentalnya, pengayom bagi yang lemah, teladan yang baik serta pemimpin yang adil dan bijaksana. Jadi, biarpun nama panggilan juga tetep ada artinya gitu...jadi gak asal panggil aja.

Daaaan...akhirnya jadilah nama JAWZA ABIYYA PUTRA DIKFA melekat untuk anakku. Nama adalah sebuah do'a. Tentu saja, dengan nama itu kami berharap Abi kelak dapat tumbuh sesuai dengan namanya, menjadi anak yang "bersinar", bermanfaat tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keluarga, agama, dan masyarakat, dapat menjadi anak yang jauh dari fitnah dunia-akherat, jauh dari kehinaan, dan menjadi anak yang mulia baik di mata manusia maupun di mata Alloh SWT sebagai putra dari Didik dan Tifa. Besar harapan kami, kelak Abi menjadi anak yang bertangung jawab, penyayang, pekerja keras, kuat, melindungi, teladan yang baik serta pemimpin yang adil dan bijaksana. Aamiin Ya Robbal'alamiin..... ^,^