Terik mentari terasa sangat menyengat di kulit. Sekedar melepas penat di beranda masjid sembari istirahat selepas sholat dhuhur, tampaknya telah menjadi kebiasaan yang rutin dilakukan oleh sepasang lelaki si tukang cukur dan si karyawan. Tanpa disadari persahabatan telah terjalin dengan sendirinya. Tapi kali ini si karyawan tampak lebih murung dari biasanya. Hal ini tentu mengundang tanya bagi
si tukang cukur.
tukang cukur : “Kalau aku perhatikan kamu tampak murung hari ini, kenapa ya?”
si karyawan menarik nafas panjang lalu menghempaskannya kuat2 sebelum menjawab si tukang cukur: “Tuhan tidak adil. Tampaknya kali ini Dia sedang tidak berada pada pihakku”
tukang cukur mengernyitkan dahi penuh tanya: “Kenapa?”
kayawan: “Putriku yang sedang kuliah di luar kota meminta jatah uang saku tambahan karna uang sakunya selama ini dirasa kurang. Jika aku memenuhi permintaan putriku, maka aku tidak lagi bisa menabung. Padahal tabunganku dapat kupakai untuk membayar uang sekolah anak2. Bagaimana bisa aku membayar uang sekolah anak2 jika aku tidak menabung.”
kembali si karyawan menghela nafas panjang sebelum melanjutkan.
“Apakah Tuhan tidak memiliki keadilan? Kenapa Dia menciptakan manusia dengan strata sosial. Ada orang kaya yang hidupnya selalu berlebihan. Ada orang yang hidupnya pas2an seperti kita, tidak lebih dan terkadang kurang. Ada juga orang selalu merasa kekurangan. Kenapa Dia tidak menghendaki semua manusia menjadi kaya raya? Ini terkesan sangat pilih kasih.”
Si tukang cukur terdiam, seakan meng-amini apa yang dikatakan oleh si karyawan. Tak berapa lama dia mulai berpikir. Keduanya larut dalam pikiran masing2, hingga si tukang cukur kembali memulai percakapan.
tukang cukur: “berapa jumlah anakmu?”
karyawan: “aku punya 2 orang anak. Putriku yang pertama, sekarang kuliah di luar kota, sedangkan anak keduaku seorang putra dan masih di bangku SMP.”
tukang cukur: “berapa kamu beri mereka uang saku setiap harinya?”
karyawan: “Putriku kuberi sekitar 30 ribu rupiah setiap harinya, sedangkan putraku 5 ribu rupiah setiap hari”
Tukang cukur: “Berarti kamu bukanlah orangtua yang adil”
Sontak si karyawan kaget dengan tuduhan si tukang cukur.
Karyawan: “Kenapa kamu bilang aku tidak adil?”
Tukan cukur menjawab dengan tersenyum: “karena kamu memberikan uang saku yang jumlahnya berbeda kepada anak2mu.”
karyawan mulai tampai sedikit marah: “Bagaimana bisa aku menyamakan uang saku mereka. Jelas2 kebutuhan mereka berbeda. Jika kusamakan uang saku mereka menjadi 5 ribu makan putriku akan mati kelaparan. Karena uang saku untuknya selama ini untuk makan & jajannya setiap hari, juga untuk ongkos transport. Tapi jika kusamakan uang saku mereka menjadi 30 ribu, maka itu terlalu berlebihan untuk putraku. Dia setiap hari makan di rumah dan tak perlu uang lebih untuk makan, sekolah pun diantar jemput oleh istriku sehingga tidak membutuhkan ongkos transport. Uang sakunya selama ini hanya untuk jajannya saja di sekolah. Sebenarnya putraku yang kecil kadang juga merasa cemburu & ingin minta lebih, tapi setelah aku jelaskan dia bisa menerimanya.”
Tukang cukur semakin tersenyum lebar: “Begitulah cara Tuhan bekerja. Dia lebih tau kebutuhan makhluqNya. Apa yang kita inginkan sebenarnya belum tentu merupakan kebutuhan bagi kita. Karena kita memang selalu ingin sesuatu yang lebih dari yang kita miliki. Tuhan lah yang tau apa yang terbaik bagi kita & sampai di mana batas kebutuhan kita. Tapi seringkali kita lupa & tidak bersyukur. Yang kaya tidak mensyukuri apa yang dimilikinya, sehingga apa yang dia dapat tidak digunakan dengan baik, tidak pernah berbagi pada orang yang membutuhkan. Yang selalu merasa miskin pun selalu melihat ke atas sehingga dia selalu merasa kurang dengan keadaannya. Beruntunglah kita yang meskipun kita termasuk yang pas2an & tidak mendapatkan lebih dari yang kita mau, tapi kita memiliki kesehatan untuk bisa bekerja sehingga kita tetap bisa menghidupi keluarga dengan baik.”
si karyawan hanya bisa menunduk malu. Tak terasa air mata mengalir di pipinya. “Astaghfirullohal’adziim...” ucapnya lirih.
Sugeng Rawuh
hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...
blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...
buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...
silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....
jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....
salam kenal ... ^^latifa^^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...
blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...
buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...
silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....
jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....
salam kenal ... ^^latifa^^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Comment Please ^___^