Setelah bereksperimen buat Cookies Coklat Oatmeal berhasil, liat di dapur eh bahan-bahan nya masih ada. Pikir-pikir kira-kira mau eksperimen buat apa lagi ya ??? hmmm...langsung muncul ide buat lidah kucing. Suka banget deh sama kue kering yang satu ini. Langsung deh searching di internet cari resepnya. Akhirnya dapet dan kesampaian juga bikin lidah kucing sendiri. Ini nih resep lidah kucingnya. Enak lhooo... :D
Bahan:
4 putih telur, kocok hingga kaku
1 butir kuning telur
200 gram mentega
150 gram gula halus
200 gram tepung terigu
Cara membuat:
(1) Kocok putih telur hingga mengembang dan kaku
(2) Di tempat lain, kocok mentega dan gula halus hingga lembut
(3) Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit pada kocokan mentega dan gula halus, aduk rata
(4) Masukkan putih telur yang sudah dikocok, aduk hingga rata
(5) Masukkan kuning telur, aduk hingga rata
(6) Masukkan adonan ke dalam plastik, lubangi ujugnya dengan lebar ± 0,5 cm
(7) Cetak dalam loyang yang sudah diolesi mentega (yang perlu diingat adalah cetakan jangan terlalu lebar karna saat dipanggang adonan akan melebar dua kali semula. Jangan lupa diberi jarak yang cukup antar cetakan sehingga tidak saling menempel)
(8) Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan api kecil sampai pinggirnya berwarna kecoklatan
(9) Angkat dan dinginkan
Sugeng Rawuh
hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...
blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...
buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...
silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....
jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....
salam kenal ... ^^latifa^^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...
blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...
buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...
silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....
jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....
salam kenal ... ^^latifa^^
Selasa, 24 April 2012
Cookies Coklat Oatmeal
Kalau orang-orang pada umumnya setiap hari minggu atau hari lbur pasti dibuat nyantai, tapi kalo aku hari minggu dan hari libur adalah hari yang paling bikin cape, tapi justru malah bikin seneng capenya. Yups, karna cuma di hari libur aku punya waktu banyak buat bereksperimen di dapur. Entah itu masak atau pun bikin kue. Hmmm...kue yang sekarang mau aku share ke pembaca kali ini adalah resep kue kering (cookies) coklat oatmeal. Aku buat kue ini karna terinspirasi lebih tepat adalah karena dapet tantangan dari ibuku untuk buat makanan dari bahan oatmeal. Berawal dari papah ku yang kelebihan kolesterol & gula di tubuhnya yang mengharuskan beliau untuk mengurangi konsumsi karbohidrat & gula, jadi sama ibu dibeliin oatmeal, eeh...tapi papah malah gak mau makan. Daripada mubadzir, akhirnya ibu minta aku buat cari cara biar oatmeal itu bisa dimanfaatkan. Jadilah Cookies Coklat Oatmeal. Cekidot resepnya yaah...
Bahan :
250 gr margarin
250 gr tepung terigu, ayak (bisa lebih banyak)
150 gr gula halus
3 butir kuning telur
150 gr oatmeal
3 sdm coklat yang dilelehkan
Cara Membuat:
(1) Kocok mentega, gula halus, dan telur sampai halus dan putih dengan kecepatan tinggi
(2) Masukan coklat leleh, aduk sampai rata
(3) Masukkan oatmeal, aduk hingga rata
(4) Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampe bisa dipulung (tidak lengket di tangan)
(5) Siapkan loyang yang sudah diolesi mentega
(6) Ambil 1 sdt adonan, bulatkan dengan tangan, letakkan di loyang dan pipihkan dengan garpu
(7) Masukkan adonan ke dalam oven yang sudah dipanaskan, panggang dengan api kecil hingga agak kering
(8) Angkat dan dinginkan (bisa untuk 1 toples besar)
Tips :
(1) Kalau tidak ada oatmeal, bisa pakai chocochips, kalau mau buat cookies yang biasa, cukup tepung terigu nya aja yang diperbanyak untuk menggantikan oatmeal
(2) Jika tidak ada coklat, boleh menggunakan perasa makanan, seperti vanilla atau perasa buah
250 gr margarin
250 gr tepung terigu, ayak (bisa lebih banyak)
150 gr gula halus
3 butir kuning telur
150 gr oatmeal
3 sdm coklat yang dilelehkan
Cara Membuat:
(1) Kocok mentega, gula halus, dan telur sampai halus dan putih dengan kecepatan tinggi
(2) Masukan coklat leleh, aduk sampai rata
(3) Masukkan oatmeal, aduk hingga rata
(4) Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampe bisa dipulung (tidak lengket di tangan)
(5) Siapkan loyang yang sudah diolesi mentega
(6) Ambil 1 sdt adonan, bulatkan dengan tangan, letakkan di loyang dan pipihkan dengan garpu
(7) Masukkan adonan ke dalam oven yang sudah dipanaskan, panggang dengan api kecil hingga agak kering
(8) Angkat dan dinginkan (bisa untuk 1 toples besar)
Tips :
(1) Kalau tidak ada oatmeal, bisa pakai chocochips, kalau mau buat cookies yang biasa, cukup tepung terigu nya aja yang diperbanyak untuk menggantikan oatmeal
(2) Jika tidak ada coklat, boleh menggunakan perasa makanan, seperti vanilla atau perasa buah
Rabu, 11 April 2012
Resep Membuat DONAT
Aku tuh suka banget buat jajanan sendiri, apalagi kalo cara buatnya simpel. Lebih puas karna bisa buat dalam porsi yang banyak, sampe bosen pokoknya. Lebih terjamin aman dan halalnya juga karna kita tau persis bahan-bahan yang dipakai, jelas tanpa pewarna dan pengawet yang gak aman buat tubuh. Itung-itung buat latihan juga kalo Abi udah mulai sekolah. Daripada kasih uang buat jajan di sekolah yang belum tentu terjamin keamanan dan kesehatannya, mending kan kalau bawain Abi bekel jajanan buatan sendiri Jaminan mutu lebih sehat dan aman. Nah salah satu jajan sehat yang bisa jadi referensi bekel adalah DONAT. Awalnya kupikir bakalan susah dan ribet, tapi begitu dicoba, eeeh...ternyata super gampang dan simpel. Hasilnya juga gak kalah enak sama yang dijualbelikan, malah lebih enak dan empuk..heehee. Buat pembaca yang mau ressepnya, boleh nih aku share aja yaa...

Bahan
300 gr tepung terigu
½ bungkus (5,5 gr) ragi instan (biasanya aku pake fermipan)
2 butir kuning telur ayam kocok
2 sdm margarin (dicairkan)
150 ml susu (dicairkan dengan air hangat)
Minyak goreng
Misis/selai/keju/kacang/gula halus/coklat yang dilelehkan untuk olesan
Cara membuat
1. Campurkan tepung terigu dan ragi, aduk rata
2. Tambahkan telur dan margarin sambil diuleni hingga rata
3. Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga kalis (ini nih bagian yang bener-bener butuh tenaga ekstra). Bulatkan adonan, tutup tempat adonan dengan kain basah, diamkan selama 45 menit hingga adonan mengembang 2x semula
4. Kempiskan adonan, cetak adonan seperti bentuk donat pada umumnya (bolong tengah) atau sesuai selera.
5. Letakkan di loyang yang telah diolesi minyak goreng/margarin dan biarkan selama 10 menit (biasanya adonan akan mengembang lagi, jadi bentuk adonannya disesuaikan biar gak terlalu besar atau terlalu kecil, kecuali memang pengen yang jumbo/mini)
6. Panaskan minyak goreng (banyak, hingga kira-kira donat bisa terendam), goreng donat hingga berwarna kecoklatan (kalo bagian ini super duper cepat, jadi jangan disambi mengerjakan yang lain, gunakan juga api yang kecil). Angkat dan tiriskan.
7. Olesi bagian atas/seluruhnya dari donat dengan margarin kemudian dioleskan/ditaburi misis/selai/keju/kacang/gula halus/langsung celupkan dalam coklat leleh sesuai selera
Resep ini bisa untuk 15 donat dengan ukuran standar. Selamat mencoba...^^

Bahan
300 gr tepung terigu
½ bungkus (5,5 gr) ragi instan (biasanya aku pake fermipan)
2 butir kuning telur ayam kocok
2 sdm margarin (dicairkan)
150 ml susu (dicairkan dengan air hangat)
Minyak goreng
Misis/selai/keju/kacang/gula halus/coklat yang dilelehkan untuk olesan
Cara membuat
1. Campurkan tepung terigu dan ragi, aduk rata
2. Tambahkan telur dan margarin sambil diuleni hingga rata
3. Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga kalis (ini nih bagian yang bener-bener butuh tenaga ekstra). Bulatkan adonan, tutup tempat adonan dengan kain basah, diamkan selama 45 menit hingga adonan mengembang 2x semula
4. Kempiskan adonan, cetak adonan seperti bentuk donat pada umumnya (bolong tengah) atau sesuai selera.
5. Letakkan di loyang yang telah diolesi minyak goreng/margarin dan biarkan selama 10 menit (biasanya adonan akan mengembang lagi, jadi bentuk adonannya disesuaikan biar gak terlalu besar atau terlalu kecil, kecuali memang pengen yang jumbo/mini)
6. Panaskan minyak goreng (banyak, hingga kira-kira donat bisa terendam), goreng donat hingga berwarna kecoklatan (kalo bagian ini super duper cepat, jadi jangan disambi mengerjakan yang lain, gunakan juga api yang kecil). Angkat dan tiriskan.
7. Olesi bagian atas/seluruhnya dari donat dengan margarin kemudian dioleskan/ditaburi misis/selai/keju/kacang/gula halus/langsung celupkan dalam coklat leleh sesuai selera
Resep ini bisa untuk 15 donat dengan ukuran standar. Selamat mencoba...^^
Selasa, 10 April 2012
Kutemukan Dirimu
Kutemukan dirimu...
Datang begitu saja
Membenamkan seluruh keraguan
Menghanyutkan kelam masa lalu
Hadirmu memang kurindu
Dan masih saja tetap kurindu
Meski kau telah di sisi
Entahlah..
Mungkin bukan karna sakit itu
Hanya karna tak ingin kau pergi
Entah dengan apa kau memberi janji
Cukup yakin saja yang memenangkan rasa
Tapi rasa ini pun tak serta merta hadir
Hanya mencoba tuk obati luka
Dan akhirnya......luluh...
Kupersembahkan hati
Yang telah terlanjur patah
Bukan untuk kau rangkai kembali utuh
Tak usah...karna memang takkan bisa
Hanya simpan saja....jaga saja...
Agar tak menjadi hancur
Agar tak menjadi sirna
Agar tak menjadi dingin
Kau datang....dan selalu hadir....
Mencipta warna baru yang tak kukenal pada laluku
Hangatnya...sungguh tak ingin kulepas
Mengisi patahan-patahan hati
Meski tak mampu lagi rekat

Tetaplah di sisi...jangan kau beranjak...
Karna hanya itu yang pantas kupinta
Tak berharap lebih
Temaniku...menjaga hatiku....
Agar tak kembali patah
Agar tak menjadi hancur
Agar tak menjadi sirna
Datang begitu saja
Membenamkan seluruh keraguan
Menghanyutkan kelam masa lalu
Hadirmu memang kurindu
Dan masih saja tetap kurindu
Meski kau telah di sisi
Entahlah..
Mungkin bukan karna sakit itu
Hanya karna tak ingin kau pergi
Entah dengan apa kau memberi janji
Cukup yakin saja yang memenangkan rasa
Tapi rasa ini pun tak serta merta hadir
Hanya mencoba tuk obati luka
Dan akhirnya......luluh...
Kupersembahkan hati
Yang telah terlanjur patah
Bukan untuk kau rangkai kembali utuh
Tak usah...karna memang takkan bisa
Hanya simpan saja....jaga saja...
Agar tak menjadi hancur
Agar tak menjadi sirna
Agar tak menjadi dingin
Kau datang....dan selalu hadir....
Mencipta warna baru yang tak kukenal pada laluku
Hangatnya...sungguh tak ingin kulepas
Mengisi patahan-patahan hati
Meski tak mampu lagi rekat

Tetaplah di sisi...jangan kau beranjak...
Karna hanya itu yang pantas kupinta
Tak berharap lebih
Temaniku...menjaga hatiku....
Agar tak kembali patah
Agar tak menjadi hancur
Agar tak menjadi sirna
Senin, 02 April 2012
Wanita Pertama Masuk Syurga
Sebuah kisah indah di zaman Rosululloh Muhammad SAW yang akan aku ceritakan ini adalah sebuah kisah kesukaanku. Pertama kali mendengarnya dari pengajian masjid di suatu Romadhon benar-benar membuatku terkesan dengan kisah ini. Kisah seorang wanita mulia pertama yang akan menjadi penghuni syurga kelak. Kisah ini sangat menginspirasiku untuk senantiasa memperbaiki diri sebagai seorang wanita, terutama sebagai seorang istri. Jika aku sedang merasa lelah dan kesal, pasti aku mengingat kisah ini yang mampu memberiku semangat dan motivasi untuk selalu berusaha menjadi istri terbaik bagi suamiku tercinta. Berikut ini adalah kisahnya. (aku mencoba untuk menceritakan dengan bahasaku agar lebih mudah dipahai dan dicerna)
Pada suatu hari, Fatimah Az-Zahra putri kesayangan kanjeng Nabi Muhammad SAW menemui ayahandanya. Dia bertanya kepada rosululloh, “Wahai ayahku, siapakah wanita pertama yang akan masuk syurga kelak? Apakah ia adalah bunda Aisyah, khatijah, atau nenek Aminah? Atau istri ayah yang lain?” dan Rosul pun menjawab “Anakku Fatimah, seorang wanita yang akan menjadi penghuni pertama syurga bukanlah bunda-bundamu, bukan nenekmu, bukan pula dirimu.” Mendengar jawaban Roululloh, Fatimah pun terkejut, ia kembali bertanya “Lalu siapakah dia?” Dan Rosul pun menjawab, dia adalah seorang wanita biasa yang bernama Muti’ah.” Subhanalloh, betapa indahnya Islam, bahkan untuk menjadi wanita pertama yang menghuni syurga pun Islam tidak memberlakukan Kolusi. Ternyata bukan istri-istri Rosululloh, bukan ibunda Rosululloh, bukan pula Fatimah yang tanpa diragukan lagi keimanan mereka, melainkan hanya seorang wanita biasa yang bernama Muti’ah.
Karna penasaran, Fatimah pun bertanya lebih jauh “Siapakah dia? Apa keistimewaan seorang Muti’ah sehingga ia bisa menjadi wanita pertama penghuni syurga?” Rosul pun menjawab “Sebaiknya kau cari tau sendiri saja dengan mendatanginya.” Maka Fatimah pun bergegas pergi ke rumah Muti’ah untuk mencari tau keistimewaan seorang Muti’ah.
Tok...tok...tok... “Assalamu’alaikum....”
“Wa’alaikumsalam...siapakah gerangan?” seorang wanita menjawab salam Fatimah dari dalam rumah.
“Aku Fatimah Az-Zahra putri Rosululloh. Apa benar ini kediaman Muti’ah?”
“Subhanalloh, benar sekali saya Muti’ah. Ada apa gerangan putri Rosululloh datang ke rumah saya?” Muti’ah menjawab tanpa membukakan pntu untuk Fatimah
“Aku hanya ingin bersilaturahmi dengan mu.” Jawab Fatimah
“Maaf Fatimah, tetapi suamiku belum tau kalau kamu hendak datang mengunjungiku. Silakan datang lagi besok, aku akan meminta izin suamiku dulu.”
Dengan sedikit terkejut dan kecewa, Fatimah pun pulang dan kembali keesokan harinya dengan membawa Hasan, putranya.
Tok...tok...tok...”Assalamu’alaikum...Muti’ah ini aku Fatimah.”
“Wa’alaikumsalam...oh iya silakan masuk Fatimah, aku sudah berkata pada suamiku bahwa kau akan datang, tetapi siapakah yang kau bawa itu Fatimah?”
“Ini Hasan putraku.”
“Maaf Fatimah, aku bilang pada suamiku bahwa hanya kau yang akan datang mengunjungiku. Aku belum memintakan izin untk Hasan. Apalagi dia laki-laki. Silakan kembalilah besok dan aku akan kembali meminta izin suamiku untuk memperbolehkan Hasan ikut bersamamu.”
Dengan rasa kembali kecewa akhirnya Fatimah menurut saj dan kembali lagi keesokan harinya bersama Hasan. Tetapi pada saat akan berangkat, Husein adik kembar Hasan merengek minta ikut, sehingga pergilah Fatimah ke tempat Muti’ah bersama Hasan dan Husein.
Tok...tok...tok...”Assalamu’alaikum...Muti’ah ini aku Fatimah.”
“Wa’alaikumsalam...oh iya silakan masuk Fatimah, aku sudah berkata pada suamiku bahwa kau akan datang bersama Hasan dan dia mengijinkan kalian masuk rumahku.”
“Tetapi aku juga membawa Husein turut serta bersama kami.” Kata Fatimah
“Maaf Fatimah, dengan sangat menyesal aku tidak mengijinkan Husein masuk ke dalam rumahku karna aku belum memintakan izin pada suamiku.”
Dengan nada kesal Fatimah menjawab, “Tapi kan Husein masih kecil.”
“Sekali lagi maaf Fatimah, bagaimanapun juga Husein adalah seorang laki-laki dan aku juga belum meminta izin pada suamiku. Kembalilah lagi besok jika kau ingin menemuiku.”
Meskipun kesal tapi akhirnya Fatimah menurut dan dia semakin penasaran dengan diri Muti’ah. Dan keesokan harinya Fatimah pun kembali mengunjungi Muti’ah bersama Hasan dan Husein. Kali ini Muti’ah mengijinkan mereka untuk masuk. Sejauh pengamatan Fatimah terhadap Muti’ah, tidak ada sesuatu yang istimewa dalam diri Muti’ah. Dia melaksanakan ibadah juga seperti yang Fatimah lakukah. Tidak ada ibadah-ibadah khusus yang dilakukan Muti’ah. Fatimah hampir saja putus asa, sampai kemudian Muti’ah meminta izin sebentar untuk pergi mengirim makanan di tempat suaminya bekerja. Akan tetapi ada suatu keanehan yang dilihat oleh Fatimah. Dalam nampan makanan yang dibawa oleh Muti’ah, Fatimah melihat ada cambuk di sana. Karna penasaran, Fatimah pun bertanya
“Wahai Muti’ah, kenapa kau bawa cambuk dalam nampanmu. Apakah suamimu seorang penggembala?”
“Bukan Fatimah, suamiku hanyalah seorang petani biasa.”
“Apakah suamimu adalah seorang yang kasar perangainya?” tanya Fatimah semakin penasaran.
“Tidak juga Fatimah. Suamiku adalah orang yang sangat baik hati dan lembut, bahkan sangat lembut perangainya terhadapku.”
“Lalu kenapa kau membawa cambuk?”
“Setiap hari saat aku menghidangkan makan untuk suamiku, selalu kusediakan pula cambuk di samping piring makannya. Akau akan meminta suamiku untuk mencambukku jika makanan yang aku masakkan untuknya tidak enak atau tidak sesuai dengan keinginannya.”

Subhanalloh....terjawab sudah segala pertanyaan dan keraguan yang semula ada dalam hati Fatimah. Muti’ah memang pantas menjadi wanita pertama penghuni syurga. Bukan karna keistimewaan ibadah yang dilakukannya, tetapi karna pengabdiannya yang begitu besar terhadap suami yang dicintai dan mencintainya. Bahkan dia rela untuk dicambuk jika pelayanannya terhadap suami kurang memuaskan.
Semoga kish ini juga dapat menjadi inspirasi bagi istri-istri di dunia, juga bagi para calon istri untuk selalu menjaga nama baik suami dan mengabdi dengan sepenuh hati karna Alloh SWT.
Pada suatu hari, Fatimah Az-Zahra putri kesayangan kanjeng Nabi Muhammad SAW menemui ayahandanya. Dia bertanya kepada rosululloh, “Wahai ayahku, siapakah wanita pertama yang akan masuk syurga kelak? Apakah ia adalah bunda Aisyah, khatijah, atau nenek Aminah? Atau istri ayah yang lain?” dan Rosul pun menjawab “Anakku Fatimah, seorang wanita yang akan menjadi penghuni pertama syurga bukanlah bunda-bundamu, bukan nenekmu, bukan pula dirimu.” Mendengar jawaban Roululloh, Fatimah pun terkejut, ia kembali bertanya “Lalu siapakah dia?” Dan Rosul pun menjawab, dia adalah seorang wanita biasa yang bernama Muti’ah.” Subhanalloh, betapa indahnya Islam, bahkan untuk menjadi wanita pertama yang menghuni syurga pun Islam tidak memberlakukan Kolusi. Ternyata bukan istri-istri Rosululloh, bukan ibunda Rosululloh, bukan pula Fatimah yang tanpa diragukan lagi keimanan mereka, melainkan hanya seorang wanita biasa yang bernama Muti’ah.
Karna penasaran, Fatimah pun bertanya lebih jauh “Siapakah dia? Apa keistimewaan seorang Muti’ah sehingga ia bisa menjadi wanita pertama penghuni syurga?” Rosul pun menjawab “Sebaiknya kau cari tau sendiri saja dengan mendatanginya.” Maka Fatimah pun bergegas pergi ke rumah Muti’ah untuk mencari tau keistimewaan seorang Muti’ah.
Tok...tok...tok... “Assalamu’alaikum....”
“Wa’alaikumsalam...siapakah gerangan?” seorang wanita menjawab salam Fatimah dari dalam rumah.
“Aku Fatimah Az-Zahra putri Rosululloh. Apa benar ini kediaman Muti’ah?”
“Subhanalloh, benar sekali saya Muti’ah. Ada apa gerangan putri Rosululloh datang ke rumah saya?” Muti’ah menjawab tanpa membukakan pntu untuk Fatimah
“Aku hanya ingin bersilaturahmi dengan mu.” Jawab Fatimah
“Maaf Fatimah, tetapi suamiku belum tau kalau kamu hendak datang mengunjungiku. Silakan datang lagi besok, aku akan meminta izin suamiku dulu.”
Dengan sedikit terkejut dan kecewa, Fatimah pun pulang dan kembali keesokan harinya dengan membawa Hasan, putranya.
Tok...tok...tok...”Assalamu’alaikum...Muti’ah ini aku Fatimah.”
“Wa’alaikumsalam...oh iya silakan masuk Fatimah, aku sudah berkata pada suamiku bahwa kau akan datang, tetapi siapakah yang kau bawa itu Fatimah?”
“Ini Hasan putraku.”
“Maaf Fatimah, aku bilang pada suamiku bahwa hanya kau yang akan datang mengunjungiku. Aku belum memintakan izin untk Hasan. Apalagi dia laki-laki. Silakan kembalilah besok dan aku akan kembali meminta izin suamiku untuk memperbolehkan Hasan ikut bersamamu.”
Dengan rasa kembali kecewa akhirnya Fatimah menurut saj dan kembali lagi keesokan harinya bersama Hasan. Tetapi pada saat akan berangkat, Husein adik kembar Hasan merengek minta ikut, sehingga pergilah Fatimah ke tempat Muti’ah bersama Hasan dan Husein.
Tok...tok...tok...”Assalamu’alaikum...Muti’ah ini aku Fatimah.”
“Wa’alaikumsalam...oh iya silakan masuk Fatimah, aku sudah berkata pada suamiku bahwa kau akan datang bersama Hasan dan dia mengijinkan kalian masuk rumahku.”
“Tetapi aku juga membawa Husein turut serta bersama kami.” Kata Fatimah
“Maaf Fatimah, dengan sangat menyesal aku tidak mengijinkan Husein masuk ke dalam rumahku karna aku belum memintakan izin pada suamiku.”
Dengan nada kesal Fatimah menjawab, “Tapi kan Husein masih kecil.”
“Sekali lagi maaf Fatimah, bagaimanapun juga Husein adalah seorang laki-laki dan aku juga belum meminta izin pada suamiku. Kembalilah lagi besok jika kau ingin menemuiku.”
Meskipun kesal tapi akhirnya Fatimah menurut dan dia semakin penasaran dengan diri Muti’ah. Dan keesokan harinya Fatimah pun kembali mengunjungi Muti’ah bersama Hasan dan Husein. Kali ini Muti’ah mengijinkan mereka untuk masuk. Sejauh pengamatan Fatimah terhadap Muti’ah, tidak ada sesuatu yang istimewa dalam diri Muti’ah. Dia melaksanakan ibadah juga seperti yang Fatimah lakukah. Tidak ada ibadah-ibadah khusus yang dilakukan Muti’ah. Fatimah hampir saja putus asa, sampai kemudian Muti’ah meminta izin sebentar untuk pergi mengirim makanan di tempat suaminya bekerja. Akan tetapi ada suatu keanehan yang dilihat oleh Fatimah. Dalam nampan makanan yang dibawa oleh Muti’ah, Fatimah melihat ada cambuk di sana. Karna penasaran, Fatimah pun bertanya
“Wahai Muti’ah, kenapa kau bawa cambuk dalam nampanmu. Apakah suamimu seorang penggembala?”
“Bukan Fatimah, suamiku hanyalah seorang petani biasa.”
“Apakah suamimu adalah seorang yang kasar perangainya?” tanya Fatimah semakin penasaran.
“Tidak juga Fatimah. Suamiku adalah orang yang sangat baik hati dan lembut, bahkan sangat lembut perangainya terhadapku.”
“Lalu kenapa kau membawa cambuk?”
“Setiap hari saat aku menghidangkan makan untuk suamiku, selalu kusediakan pula cambuk di samping piring makannya. Akau akan meminta suamiku untuk mencambukku jika makanan yang aku masakkan untuknya tidak enak atau tidak sesuai dengan keinginannya.”

Subhanalloh....terjawab sudah segala pertanyaan dan keraguan yang semula ada dalam hati Fatimah. Muti’ah memang pantas menjadi wanita pertama penghuni syurga. Bukan karna keistimewaan ibadah yang dilakukannya, tetapi karna pengabdiannya yang begitu besar terhadap suami yang dicintai dan mencintainya. Bahkan dia rela untuk dicambuk jika pelayanannya terhadap suami kurang memuaskan.
Semoga kish ini juga dapat menjadi inspirasi bagi istri-istri di dunia, juga bagi para calon istri untuk selalu menjaga nama baik suami dan mengabdi dengan sepenuh hati karna Alloh SWT.
Makanan Pendamping ASI pertama untuk buah hati
Bingung...itulah yang aku alami ketika bintang kecilku, Abi usianya mendekati 6 bulan. Setelah memberikan asi eksklusif untuk si kecil selama 6 bulan penuh, maka si kecil harus mulai diberi makanan tambahan, yaitu MP-ASI (makanan pendamping ASI). Tapi makanan seperti apa yang baik dan tepat untuk si kecil ???? itulah yang membuat aku bingung. Mungkin juga para bunda banyak yang merasa bingung seperti aku. Tapi setelah aku mencari berbagai informasi, akhirnya aku gak bingung lagi.
MP-ASI yang pertama diberikan kepada si kecil haruslah yang bertekstur lembut dan tidak terlalu kental. Bubur susu beras adalah yang paling tepat sebagai MP-ASI pertama. Lebih baik memperkenalkan MP-ASI yang pertama adalah bubur susu beras agar si kecil dapat mengenali rasa nasi yang akan menjadi makanan pokoknya kelak. Setelah itu baru diperkenalkan dengan berbagai sayur dan buah yang dihaluskan. Usahakan mendahulukan pemberian sayur daripada buah karena biasanya rasa sayur lebih tidak enak, sedangkan buah cenderung enak dan manis (karena pemberian MP-ASI sebaiknya tidak menambahkan bahan apa pun seperti gula atau garam, sebagai perasa cukup tambahkan ASI saja). Hal ini denga tujuan agar si kecil doyan sayur. Kalau buah yang lebih dulu dikenalkan, dikhawatirkan si kecil jadi tidak suka sayur.
Dalam kesempatan ini, aku mau berbagi resep membuat bubur susu beras buat para bunda yang mau mulai memperkenalkan MP-ASI untuk si kecil. Pembuatannya cukup simpel dan tidak membutuhan waktu lama. Yaah..daripada memberikan si kecil bubur instan, aku lebih memilih untuk membuatnya sendiri, yang jelas lebih terjamin aman. Bahan utamanya adalah tepung beras. Ada baikknya jika tepungnya juga membuat sendiri untuk menghindari adanya pengawet dan pemutih. Cukup mudah untuk membuat tepung beras dan buburnya. Cekidot aja yaa...
Cara membuat tepung beras:
1. Cuci bersih ¼ kg beras putih/merah (bisa untuk 2 minggu/lebih)
2. Jemur dan sangrai beras hingga kering
3. Blender beras sedikit demi sedikit hingga halus dan menjadi tepung
4. Ayak tepung beras hingga benar-benar halus
5. Simpan di toples yang kedap udara

Cara membuat bubur susu beras:
1. Didihkan 100 ml air
2. Larutkan 1 sdm tepung beras dalam 2 sdm air, masukkan dalam air yang dididihkan
3. Aduk-aduk terus hingga mengental dan hanya bersisa ± 1 sdm
4. Encerkan bubur dengan ASI (semakin lama kekentalannya semakin bertambah dari hari ke hari)
5. Berikan pada si kecil 1 – 2 kali sehari
Jika si kecil muntah atau tidak mau makan pada pemberian MP-ASI pertama, bunda gak perlu khawatir, cobalah terus beberapa kali. Jika si kecil tetap tidak mau, boleh mengantinya dengan pure sayur atau buah. Semoga bermanfaat..^^
MP-ASI yang pertama diberikan kepada si kecil haruslah yang bertekstur lembut dan tidak terlalu kental. Bubur susu beras adalah yang paling tepat sebagai MP-ASI pertama. Lebih baik memperkenalkan MP-ASI yang pertama adalah bubur susu beras agar si kecil dapat mengenali rasa nasi yang akan menjadi makanan pokoknya kelak. Setelah itu baru diperkenalkan dengan berbagai sayur dan buah yang dihaluskan. Usahakan mendahulukan pemberian sayur daripada buah karena biasanya rasa sayur lebih tidak enak, sedangkan buah cenderung enak dan manis (karena pemberian MP-ASI sebaiknya tidak menambahkan bahan apa pun seperti gula atau garam, sebagai perasa cukup tambahkan ASI saja). Hal ini denga tujuan agar si kecil doyan sayur. Kalau buah yang lebih dulu dikenalkan, dikhawatirkan si kecil jadi tidak suka sayur.
Dalam kesempatan ini, aku mau berbagi resep membuat bubur susu beras buat para bunda yang mau mulai memperkenalkan MP-ASI untuk si kecil. Pembuatannya cukup simpel dan tidak membutuhan waktu lama. Yaah..daripada memberikan si kecil bubur instan, aku lebih memilih untuk membuatnya sendiri, yang jelas lebih terjamin aman. Bahan utamanya adalah tepung beras. Ada baikknya jika tepungnya juga membuat sendiri untuk menghindari adanya pengawet dan pemutih. Cukup mudah untuk membuat tepung beras dan buburnya. Cekidot aja yaa...
Cara membuat tepung beras:
1. Cuci bersih ¼ kg beras putih/merah (bisa untuk 2 minggu/lebih)
2. Jemur dan sangrai beras hingga kering
3. Blender beras sedikit demi sedikit hingga halus dan menjadi tepung
4. Ayak tepung beras hingga benar-benar halus
5. Simpan di toples yang kedap udara

Cara membuat bubur susu beras:
1. Didihkan 100 ml air
2. Larutkan 1 sdm tepung beras dalam 2 sdm air, masukkan dalam air yang dididihkan
3. Aduk-aduk terus hingga mengental dan hanya bersisa ± 1 sdm
4. Encerkan bubur dengan ASI (semakin lama kekentalannya semakin bertambah dari hari ke hari)
5. Berikan pada si kecil 1 – 2 kali sehari
Jika si kecil muntah atau tidak mau makan pada pemberian MP-ASI pertama, bunda gak perlu khawatir, cobalah terus beberapa kali. Jika si kecil tetap tidak mau, boleh mengantinya dengan pure sayur atau buah. Semoga bermanfaat..^^
Langganan:
Komentar (Atom)



