Sugeng Rawuh

hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...

blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...

buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...

silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....

jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....

salam kenal ... ^^latifa^^

Senin, 30 Januari 2012

Martabak Telur

Suamiku tuh seneng banget sama yang namanya goreng-gorengan....apalagi sama martabak...hadeeh...sekali makan bisa habis banyak....
jadi, daripada beli, mending bikin sendiri, puaas makannya...heehee....
boleh dicoba neh martabak bikinanku...

Kulit Martabak
Bahan:
¼ kg tepung terigu
1 butir telur ayam
½ sdm garam
Air secukupnya

Cara:
1.Campurkan tepung terigu, telur, dan garam, aduk hingga rata
2.Masukkan air sambil terus diaduk sampai adonan encer
3.Panaskan wajan teflon yang bunder rata, olesi minyak goreng
4.Tuang 1 sendok sayur adonan ke dalam wajan, ratakan adonan, tunggu sampai agak kering (biasanya adonan lepas sendiri), tiriskan
5.Lakukan hal yang sama sampai adonan habis

Martabak Telur
Bahan:
¼ kg daun bawang (muncang)
2 butir telur ayam
1 sdm garam
½ sdm lada/merica bubuk (merica yang dihaluskan sendiri juga bisa)
½ sdm ketumbar bubuk (dihaluskan sendiri aja)
10 lembar kulit martabak

Cara :
1.Iris tipis daun bawang
2.Campurkan daun bawang yang telah diiris dengan telur, garam, lada, dan ketumbar, diaduk terus hingga tercampur merata (gak ada salahnya dicicipin dulu)
3.Tuangkan 1-2 sdm adonan pada kulit martabak, bungkus sesuai selera (kalo aku biasanya dibuat bentuk segi empat)
4.Goreng di dalam minyak panas sampai kecoklatan
5.Angkat dan tiriskan

Tips :
Kalo ditambah daging ayam/sapi cincang bakalan lebih manstab...coba deh...^^

Nasi Bakar Petai

Hari minggu...waktunya buat masak-masak....tiba-tiba ide buat masak resep ini muncul...niatnya pengen coba resep yang ada di TV, tapi gak semua bahannya ada...jadi akhirnya aku combain sendiri aja....eh gak disangka hasilnya super duper yummy....
cekidot aja ya resepnya... ^,^

Bahan :
10 centong nasi
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 siung bawang bombay
7 buah cabe rawit
3 lembar daun salam
2 sdm garam
½ sdm gula pasir
10 butir petai
4 sdm ebi
Minyak goreng secukupnya
10 lembar daun pisang yang sudah dijemur (biar gampang digulung)

Cara :
1.Bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan cabai rawit diiris tipis
2.Petai juga diiris kecil-kecil
3.Panaskan minyak goreng, masukkan bawang putih dan bawang bombay, jika sudah harum, masukkan bawang merah, masak hingga layu, masukkan cabe rawit, daun salam, ebi, petai, gula pasir, dan garam (jangan lupa dicicipin, selera orang kan beda-beda...heehee), masak sampai semua tercampur rata, tiriskan
4.Tuangkan bahan-bahan yang sudah dimasak dalam nasi, aduk hingga bumbu merata
5.Tuangkan 1 centong campuran nasi dan bumbu pada daun pisang, gulung seperti membuat lontong (lakukan sampai nasi campur habis)
6.Bakar gulungan nasi dalam lontong di wajan datar (tanpa minyak atau margarin) sampai daun terbakar merata
7.Nasi bakar petai siap dihidangkan

Selasa, 24 Januari 2012

Omlet Krispi

Berawal dari kecintaanku & suami sama yang namanya mie instan. Tapi bosen juga kalo dibuat itu-itu terus, mie goreng-rebus-goreng-rebus...gitu teruuuuuus.....
Akhirnya cari cara mengolah mie biar tetep enak tapi dalam bentuk yang lain. Jadi deh, kreasi Omlet Krispi. Simpel-simpel aja kok caranya.

Bahan:
1 bungkus mie instan (mie rebus boleh, mie goreng juga boleh)
1 butir telur
minyak goreng dikiiiiiit aja

Cara :
1. remas mie instan (kayak mie remes gitu), masukkan ke dalam air mendidih tanpa bumbunya, jangan sampe lembek, setengah mateng aja (biar ada sensasi kriuk), saring, tiriskan
2. tuang bumbu ke dalam mangkok, campurkan mie yang udah direbus, sama telur juga dimasukkan, kocok sampai rata
3. panasin minyak di wajan yg datar (pake teflon kecil lebih enak biar permukaannya rata), tuang kocokan mie-telur, ratakan (ratakan mie ke samping, jangan mengumpul di tengah, ini tujuannya juga biar sensasi kriuknya lebih terasa), terus dibolak-balik aja kaya buat telur dadar sampa kecoklatan, trus diangkat deh, siap makaaaan....

Tips :
1. minyaknya cukup dikit aja, kira-kira 1sendok makan asal buat basahin wajan biar gak lengket, soalnya kalo kebanyakan minyak, omletnya jadi gak kriuk deh
2. dimakannya kalo masih anget, soalnya kalo dingin gak akan kriuk lagi
3. cara makannya fleksibel, bisa dimakan pake nasi (apalagi pake nasi anget...wuuuiiihhhh...manstab...), bisa juga dijambal sambil dicocol saus sambal...maknyuuuus......
4. ok juga kalo ditambah sayuran biar lebih sehat

Try it ya ladies..... (style koki masak di tipi).....selamat mencoba.... ^^v

Rabu, 18 Januari 2012

Jawza Abiyya Putra Dikfa


JAWZA ABIYYA PUTRA DIKFA ..... sebuah nama yang cukup panjang (katanya) yang akhirnya kami (aku dan Didik Sarjono, suamiku) putuskan sebagai nama bagi putra pertama kami. Sudah sejak awal kehamilan aku mulai gemar mencari nama yang cocok untuk anakku. Entah kenapa saat awal kehamilan aku selalu merasa bahwa anakku kelak laki-laki sehingga aku banyak mencari nama untuk anak laki-laki. Keyakinanku semakin kuat ketika dokter mengatakan hasil USG pada usia kandungan 6 bulan 90% calon anakku adalah laki-laki. Semakin gencar saja aku mencari-cari nama untuk calon buah hatiku. Setelah berkali-kali mengalami perubahan, finally kami memutuskan untuk memberinya nama JAWZA ABIYYA PUTRA DIKFA yang kami panggil ABI.

Kali ini aku akan sedikit menguraikan arti dan makna dari nama buah hatiku. Mulai dari kata JAWZA dari bahasa Arab yang berarti Bintang. Sudah sejak lama aku sangat menginginkan anak-anakku kelak memiliki nama yang berarti "bintang". Keinginan itu muncul jauh sejak aku belum menikah, bahkan saat masih kuliah atau bahkan SMA. Terinspirasi dari ucapan selamat ulang tahun dari adikku satu-satunya, Dwita Ayu Rahmadanti (makasih ya Dit bwat inspirasinya), entah yang keberapa aku lupa. Dalam ucapan itu ada sebait kalimat yang tak bisa lepas dari ingatanku, yaitu "Bintang yang Bersinar dan Menyinari". Itulah yang mendasariku berkeinginan jika punya anak akan kuberi nama yang memiliki arti "bintang". Ingat lagi pelajaran IPA di SD. Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri, atau dengan kata lain benda langit yang dapat bersinar. Seperti matahari contohnya, merupakan salah satu bintang yang bersinar sekaligus menyinari bumi. Oleh karena itu, makna dari nama Jawza ini adalah "bintang yang tidak hanya bersinar, tetapi juga menyinari". Jadi, tidak hanya bersinar untuk dirinya sendiri, tetapi juga berbagi sinar untuk lingkungan di sekitarnya.

Kemudian kata ABIYYA, juga dari bahasa Arab yang berarti "mulia, jauh dari kehinaan". Sebenarnya berasal dari kata Abiyyu, tapi kalo mau pake kata Abiyyu takutnya dikira nyama-nyamain nama muridku, heehee. Dengan bantuan papah ku, akhirnya aku nemu kata Abiyya yang punya arti sama dengan Abiyyu.

Kata PUTRA sudah jelas sekali, artinya "anak laki-laki". Sedangkan kata DIKFA merupakan perpaduan dari namaku TIFA dan nama suamiku DIDIK, heehee agak pake merk gitu. :D

Nah, kalo untuk panggilannya, aku lebih suka panggil ABI. hmmm....sebenernya sih banyak yang bilang "kok Abi sih panggilannya...masa masih kecil udah dipanggil "BAPAK"...ganti aja yang lain." Tapi aku tetep kekeuh aja panggilannya ABI. Karna dibalik panggilan ABI juga banyak maknanya. Memang benar arti kata ABI adalah "Bapak", tapi bukan berarti masih kecil udah jadi Bapak. Hadeeeh...cape deh. Maksudnya tuh justru maknanya dari sosok BAPAK, yaitu sebagai orang yang bertangung jawab, penyayang, pekerja keras, kuat fisik dan mentalnya, pengayom bagi yang lemah, teladan yang baik serta pemimpin yang adil dan bijaksana. Jadi, biarpun nama panggilan juga tetep ada artinya gitu...jadi gak asal panggil aja.

Daaaan...akhirnya jadilah nama JAWZA ABIYYA PUTRA DIKFA melekat untuk anakku. Nama adalah sebuah do'a. Tentu saja, dengan nama itu kami berharap Abi kelak dapat tumbuh sesuai dengan namanya, menjadi anak yang "bersinar", bermanfaat tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keluarga, agama, dan masyarakat, dapat menjadi anak yang jauh dari fitnah dunia-akherat, jauh dari kehinaan, dan menjadi anak yang mulia baik di mata manusia maupun di mata Alloh SWT sebagai putra dari Didik dan Tifa. Besar harapan kami, kelak Abi menjadi anak yang bertangung jawab, penyayang, pekerja keras, kuat, melindungi, teladan yang baik serta pemimpin yang adil dan bijaksana. Aamiin Ya Robbal'alamiin..... ^,^