Sugeng Rawuh

hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...

blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...

buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...

silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....

jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....

salam kenal ... ^^latifa^^

Rabu, 25 Juli 2012

Hukum Berpuasa bagi Wanita Hamil dan Ibu Menyusui

Beberapa hari belakangan ini, dari sebelum memasuki bulan Romadhon sampai hari ini, sering banget aku melihat sebuah realita. Mungkin saja bagi sebagian orang hal ini sangat kecil bahkan tidak ada artinya. Tapi, bagiku ini benar-benar memprihatinkan. Di bulan Romadhon, pastinya banyak sekali wanita-wanita sebagai calaon ibu maupun yang telah menjadi ibu sedang dalam kondisi hamil atau menyusui. Realita yang sangat disayangkan adalah mereka memilih tidak berpuasa dengan alasan mereka sedang hamil atau sedang memberikan ASI (menyusui) bayi mereka padahal ibu dan anak (termasuk janin dalam kandungan) dalam keadaan baik dan sehat. Menurutku, mereka sangat paranoid dan cenderung MANJA dengan keadaan mereka. Dengan dalih sedang mengandung atau sedang menyusui, mereka memilih untuk tidak berpuasa. Dan yang membuat miris, lingkungan sekitar juga memaafkan, cenderung memaklumi (memanjakan), bahkan mendukungnya tanpa tahu hukum yang benar dan parahnya mereka tidak mau mencari tau kebenarannya. Banyak di antara masyarakat Indonesia yang ternyata belum memahami hukum berpuasa di bulan Romadhon, termasuk bagi wanita hamil dan ibu menyusui.

Kondisi setiap orang dalam suatu waktu pastilah berbeda-beda. Termasuk bagi wanita hamil dan ibu menyusui. Dari wanita satu terhadap wanita yang lain meskipun sedang sama-sama hamil atau sama-sama meyusui juga pastilah berbeda. Akan lebih baik kalau sebelum bulan Romadhon tiba, wanita hamil dan ibu menyusui memeriksakan dan berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui bagaimana keadaan dirinya, keaadaan janin yang dikandung, dan keadaan anak yang diberi ASI. Kalau dokter menyatakan semua dalam keadaan sehat, pastilah dokter akan tetap memperbolehkannya berpuasa. Dan jelas sekali bahwa hukum berpuasa tetaplah WAJIB bagi wanita hamil dan menyusui. Lalu bagaimana dengan kondisi yang berbeda, yaitu kalau sang ibu sangat lemah sehingga tidak bisa berpuasa atau kondisi ibu yang berpuasa tetapi dapat membahayakan janin/anak yang dikandung/disusui ?? Keadaan inilah yang mendapat pengecualian, karena wanita yang sedang hamil dan menyusui dianggap sedang sakit sehingga DIPERBOLEHKAN UNTUK TIDAK BERPUASA. Tapi, apa sudah cukup sampai di situ saja ?? Bagaimana dengan kewajiban untuk meng-qodho setelah memiliki kemampuan untuk berpuasa atau cukup membayar fidyah ?? Mana yang harus dilakukan ?? Atau harus melakukan keduanya sekaligus, yaitu meng-qodho dan membayar fidyah ?? berikut adalah dalil-dalil yang dapat memberikan jawabannya:

1. Kalau dengan berpuasa dirasa HANYA membahayakan diri sang ibu
Kalau berada dalam kondisi ini, maka wanita hamil dan menyusui dianggap orang sedang sakit. Bagi orang yang sedang sakit diberi keringanan untuk tidak berpuasa, tetapi DIWAJIBKAN untuk meng-qodho puasanya di hari lain saat sudah mampu untuk berpuasa. Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah SWt:
Maka kalau di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al Baqarah[2]:184)

Hal ini dipertegas dengan pernyataan dari Ibnu Qudamah rahimahullah yang mengatakan bahwa,
Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini, karena keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya.” (al-Mughni: 4/394)

2. Kalau dengan berpuasa dirasa Hanya membahayakan diri sang anak
Kondisi ini dipersyaratkan kalau telah ada dugaan (pemeriksaan yang mendalam, bisa dibuktikan dari keterangan dokter) atau pembuktian secara langsung, yaitu dengan mencoba untuk berpuasa. Kalau dengan tetap berpuasa ternyata membahayakan kondisi sang anak, maka sangg ibu boleh untuk tidak berpuasa. Ada tiga pendapat yang bisa dilakukan untuk mengganti puasa pada kondisi ini, yaitu sebagai berikut:

a. Mewajibkan sang ibu untuk membayar qodho saja
Hal ini serupa dengan penjelasan pada poin 1, yaitu wanita hamil dan ibu menyusui dianggap sakit sehingga kalau sudah mampu berpuasa tetap dibebankan untuk menggantinya di hari lain. Hal ini juga diperkuat oleh perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, “Wanita hamil dan menyusui, kalau takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Irwa’ul Ghalil).

Begitu juga dengan jawaban Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu ketika ditanya tentang wanita hamil yang khawatir terhadap anaknya, beliau menjawab, “Hendaklah berbuka dan memberi makan seorang miskin setiap hari yang ditinggalkan.”

b. Mewajibkan sang ibu untuk membayar fidyah saja
Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, “Wanita hamil dan menyusui, kalau takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” ( HR. Abu Dawud)

Dan dari Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu kalau seorang wanita hamil berpuasa dapat membahayakan janinnya, maka “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin.” (al-Baihaqi dalam Sunan dari jalan Imam Syafi’i, sanadnya shahih)

Dipertegas lagi dalam ayat berikut:
Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (kalau mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 184)

c. Mewajibkan sang ibu untuk membayar qodho disertai fidyah
Kondisi ini mewajibkan sang ibu untuk membayar fidyah seperti pada penjelasan poin (b). Akan tetapi kondisi ibu dalam keadaan baik sehingga pada saat kondisi sudah tidak membahayakan sang anak, maka sang ibu wajib untuk membayar qodho seperti pada penjelasan poin (a).

3. Kalau dengan berpuasa dapat membahayakan ibu dan anak
Kondisi ini disamakan dengan kondisi pada poin 1, sehingga sang ibu diberi kewajiban untuk membayar qodho di hari lain. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).’” (al-Majmu’: 6/177, dinukil dari majalah Al Furqon)

Demikianlah penjelasan yang lumayan panjang lebar. Diharapkan untuk setiap wanita yang hamil dan ibu menyusui kalau dalam keadaan sehat untuk tetap berpuasa di bulan Romadhon. Bahkan aku pernah mendengar pengajian Ustadz Maulana di salah satu stasiun TV swasta, bahwa ibu hamil yang tetap berpuasa insyaAlloh anak yang dilahirkannya kelak menjadi anak yang sholeh. Selain itu, berkah Romadhon juga akan didapatkan, karena hal ini merupakan jihad di jalan Alloh yang ganjaran pahalanya tidak akan dapat digantikan di hari-hari yang lain di luar bulan Romadhon. Tidak ada salahnya kan mengajarkan anak berpuasa sejak dalam kandungan ????? Untuk tips berpuasa saat hamil & menyusui bisa dibaca di sini.
Wallahua’lam.

Sumber :
http://muslimah.or.id/fikih/antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui.html
http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3085-perselisihan-ulama-mengenai-puasa-wanita-hamil-dan-menyusui.html

Jumat, 20 Juli 2012

Tips Tampil Cantik Ala Muslimah

Suatu sore waktu aku menanti waktu maghrib tiba, iseng-iseng aku buka facebook. Ada hal menarik yang aku lihat ketika aku membuka home page. Salah satu account yang bernama “Belajar Islam” menampilkan sebuah judul artikel yang cukup membuat aku penasaran. Judulnya adalah “6 Tips Cantik Ala Muslimah”. Awalnya, aku pikir tips yang dipaparkan adalah dengan penggunaan bahan-bahan alami (terkadang susah untuk mendapatkan bahan-bahannya) seperti yang diinformasikan oleh artikel-artikel serupa. Akan tetapi, waktu aku membaca artikel tersebut, Subhanallah....ternyata apa yang aku baca sangat jauh dari apa yang aku bayangkan. Apakah pembaca juga penasaran?? Ini dia tips-tips untuk tampil cantik ala muslimah.

1. Tips agar wajah selalu segar dan berseri-seri
Agar wajah selalu terlihat segar dan berseri-seri, muslimah dianjurkan untuk membasuh muka minimal 5 kali dalam sehari. Tak perlu repot-repot menggunakan sabun muka yang mahal atau masker-masker yang merepotkan. Cukup dengan berwudhu. Karena kita sholat fardhu 5 kali sehari, maka minimal kita telah membersihkan wajah sebanyak 5 kali. Apa lagi jika kita senantiasa menjaga wudhu kita, pasti akan lebih sering lagi kita melakukannya sehingga wajah kita semakin segar dan berseri-seri.

2. Tips untuk menghilangkan stress (salah satu penyebab kerut di wajah)
Olah raga merupakan salah satu sarana untuk menghindari stress, entah itu karna pekerjaan, tugas sekolah yang menumpuk, masalah dengan teman dan keluarga, atau masalah lain yang selalu mengganggu pikiran kita. Jika kita tidak punya waktu untuk berolahraga, fitnes, senam, atau hanya joging, maka ada cari lain yang dapat dilakukan. Olah raga yang terbaik yang dapat dilakukan oleh muslimah adalah dengan melaksanakan sholat dengan baik dan benar. Yups, minimal 17 rokaat dalam sehari. Belum lagi jika ditambahkan dengan sholat sunah rowatib, sholad duha dan sholat tahajud, Subhanallah....semakin banyak lagi intensitas kita untuk berolahraga. Dengan sekali melaksanakan sholat, kita telah menggerakkan seluruh anggota badan kita dari ujung kepala hingga ujung kaki, bahkan jari-jari kita. Ditambah lagi, setelah sholat kita mengadukan segala keluh kesah kita kepada Allah, memohon petunjuk dan jalan terang untuk masalah yang dihadapi. Jika kita melakukan dengan segala kerendahan hati, InsyaAllah, Allah akan memberikan jalan dan kemudahan dalam setiap langkah kita sehingga kita dapat terhindar dari stress dan dapat menunda datangnya kerut di wajah.

3. Pelembab terbaik agar awet muda
Banyak sekali iklan pelembab di televisi yang saling bersaing mempromosikan produknya dan memberikan jaminan awet muda untuk kulit wajah. Tetapi semuanya pasti dengan harga yang mahal. Akan tetapi Allah telah memberi kita secara cuma-cuma, tanpa membayar sepeser pun cara agar kita tetap awet muda. Allah telah menciptakan wajah dengan kecantikan yang sempurna bagi setiap muslimah. Kita hanya bertugas menjaganya, salah satunya adalah dengan memanfaatkan bibir dan hati kita untuk tersenyum. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli, otot yang digunakan oleh wajah untuk tersenyum jauh lebih sedikit daripada jika kita menggunakannya untuk cemberut apalagi untuk marah. Jadi, daripada kita membuang-buang tenaga untuk cemberut lebih baik kita tersenyum. Dan jangan lupa kata kunci waktu bercermin “Allahumma kamma hassanta khalqi fahassin khuluqi” (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula akhlakku).

4. Mempercantik bibir
Tak perlu kita repot-repot mencari warna lipstik yang pas untuk bibir kita. Selain dengan tersenyum seperti tips sebelumnya, ada hal yang dapat lebih menyempurnakan keindahannya, yaitu dengan senantiasa menghiasi bibir kita dengan bisikan-bisikan kalimat Allah dalam dzikir kita setiap waktu, menghindarkan bibir kita dari ucapan-ucapan dusta dan menyakiti hati orang lain, serta tidak sombong dan takabur dengan apa yang kita miliki.

5. Menjaga berat badan agar tetap sehat dengan diet
Banyak sekali cara dilakukan demi mendapatkan tubuh yang sehat. Tak sedikit yang memerlukan biaya lebih. Sebenarnya, cukup dengan puasa yang dilakukan secara rutin, maka kita telah melakukan diet yang sehat. Jika belum sanggup melakukan puasa sunnah Nabi Daud a.s., cukup dua kali saja dalam seminggu sesuai sunnah Rosulullah Muhammad SAW. Selain menjaga kesehatan tubuh, kita juga mendapatkan pahala karena telah menjalankan sunnah Rosul, tapi semuanya diniatkan untuk ibadah karena Allah ya...

6. Mengembangkan diri sebagai muslimah
Sekarang sudah bukan zamannya lagi Siti Nurbaya yang senantiasa berada di dalam rumah tanpa mengembangkan diri bergaul dengan muslimah lain untuk mengembangkan wawasan, berkarya, dan berdakwah. Kini waktunya kita menunjukkan jati diri kita sebagai seorang muslimah. Tentu saja dengan tetap menjaga diri dengan adab pergaulan yang sesuai dengan syariat Islam. Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan diri sebagai muslimah adalah dengan mengembangkan salam dan sapa untuk menyambung silaturahmi. Sehingga kita dapat memperkuat Islam dengan partisipasi kita sebagai muslimah yang baik dan berakhlakul karimah.

Gampang kan cara untuk mempercantik wajah dan hati kita sebagai muslimah??? Tak perlu lagi memboroskan uang untuk tampil cantik. Kita hanya perlu memanfaatkan apa yang telah Allah karuniakan dalam tubuh kita. Seorang muslimah, diamnya saja cantik dengan terjaganya aurat dan akhlaknya. Apa lagi jika kecantikan ini senantiasa dirawat dengan baik.
Nah muslimah......SUDAH SIAP TAMPIL CANTIK SEKARANG ????????

Senin, 16 Juli 2012

Kentang Goreng Krispi

Lucu juga kalo inget perjuangan aku sama suamiku coba-coba buat kentang goreng yang krispi bolak-balik. Emang ya..keberhasilan setelah berulang kali gagal bener-bener memuaskan. Udah berapa kilo kentang habis digoreng demi tercapainya cita-cita bersama membuat kentang goreng yang krispi kaya di resto-resto lebay banget . Untung aja persediaan kentang di rumah pas lagi banyak, jadi berani coba bolak-balik (terima kasih sangat buat sodaraku atas oleh-oleh kentang langsung dari kebun kentang dieng). Dari resep satu ke resep yang lain dicoba, akhirnya resep satu ini yang paling perfect & paling pas. Silakan dicoba, InsyaAlloh gak akan nyesel tapi malah ketagihan pengen lagiiii...dan laagiii...heehee. Cekidot resepnya yaa....^^

Bahan:
1 kg kentang (sekalian aja yang banyak, jadi bisa buat persediaan)
150 gr tepung terigu
Garam & merica secukupnya (boleh pake bumbu tempe goreng/ayam goreng bubuk yang instan, banyak kok dijual di warung-warung)

Cara membuat:
1. Kupas kentang, potong memanjang (panjang & ketebalan yang standar aja)
2. Kentang dicuci hingga bersih, tiriskan
3. Di tempat terpisah, campurkan tepung terigu dengan garam dan merica secukupnya, aduk hingga rata
4. Rebus air hingga mendidih, masukkan kentang tunggu kurang lebih selama 1 menit (gak perlu lama-lama biar kentang gak jadi lembek dan hancur), tiriskan
5. Selagi panas, taburi kentang dengan tepung terigu yang dibumbui, aduk hingga rata
6. Simpan di lemari es minimal 1 jam (jangan disimpan di freezer, kecuali kalo mau digoreng seminggu kemudian atau lebih)
7. Goreng kentang dalam minyak yang panas hingga kuning kecoklatan (sisanya bisa disimpan lagi di lemari es)
8. Kentang goreng krispi siap dinikmati

Tips :
Kentang harus dicuci sampai bener-bener bersih, sampai getahnya hilang. Kentang dicuci 4 – 5 kali sampai air bening. Kalo nyucinya gak bersih, kentang gak akan kering alias lembek karena getah kentangnya masih ada.

Kamis, 12 Juli 2012

Adab Sendawa Dan Menguap

Masih agak nyambung sama postingan sebelumnya tentang bersin, sekarang aku pengen bahas soal sendawa & menguap. Sesuatu yang kecil tapi ternyata besar kalo kita tau hikmahnya. Mulai dari sendawa. Kalo kita merasa kenyang, waktu lagi masuk angin, atau waktu perut lagi terasa kembung pasti deh kita sering banget sendawa. Kadang kita juga menyepelekan hal ini. Menganggapnya sebagai suatu hal biasa yang gak penting.

Kalo menurut ilmu kesehatan, sendawa adalah mekanisme dari tubuh manusia untuk mengeluarkan angin, biasanya dari dalam perut. Ada banyak hal yang bisa membuat kita sendawa, antara lain setelah minum minuman yang mengandung soda, sehabis makan atau minum, kalo lagi masuk angin, kalo perut terasa kembung atau sebah, dan masih banyak lagi. Dengan bersendawa kita jadi merasa lega. Heem...pasti nikmat banget kan rasanya kalo udah bisa bersendawa ? yups, karena sendawa juga merupakan nikmat dari Allah SWT. Dengan bersendawa kita merasa lebih baik dan lebih sehat pastinya. Karena sendawa itu nikmat Allah, jadi kita mestinya bersyukur dong sama Allah SWT, caranya dengan melafalkan hamdalah (Alhamdulillah) setelah bersendawa.

Well, lain lagi sama yang namanya menguap. Huaaah...rasanya nikmat banget tuh kalo nguap selebar-lebarnya dengan suara sekenceng-kencengnya (jadi inget masa-masa sekolah, kalo biasanya orang menguap tuh suaranya “hoooaaahm...” sama temen-temen sering dplesetin jadi “hooooaaayaaam goreeng...” upin ipin banget kan ??? hihihi). Saking lebarnya sampe-sampe gak nyadar kalo semua barang di sekelilingnya udah kesedot masuk mulut, heehee.

Menurut ilmu kesehatan, menguap adalah kondisi di mana tubuh seseorang sedang kekurangan oksigen. Biasanya terjadi saat sedang mengantuk. Kadang juga waktu lagi merasa bosan kadang juga kesetrum orang lain yang menguap duluan. Tapi, pembaca sekalian taukah Anda bahwa Allah SWT membenci menguap ??? apalagi kalo lagi sholat...haduuuh...haduuh... sadar atau tidak, menguap bisa membatalkan sholat kita. Saat sedang membaca Surat Al Fatihah (sebagai salah satu syarat syahnya sholat), saat itu kita menguap, pasti deh ada bacaan yang jadi gak jelas pelafalan & pengucapannya yang membuat artinya juga berubah, batal deh sholat kita, parah kan ?? coba deh simak dulu hadits Rosulullah SAW ini:
Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. Maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan ‘Alhamdullillah’). Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari setan. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin, dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu setan menertawakannya.” (HR Bukhari)

Nah loo...ternyata menguap itu dari setan loo, meskipun terasa nikmat tapi ternyata nikmat yang menjerumuskan. Karena dengan menguap otomatis kita pasti merasa ngantuk, finally..males deh mau ngapa-ngapain apalagi buat ibadah. Pantes aja kalo Allah SWT jadi benci. Apalagi kalo menguapnya ngeluarin suara, mulut menganga lebar sampe keliatan semua isi mulut tau-tau laler masuk, diketawain deh tuh sama si setan. Mau kaya gitu ???

Ayo deh kita mulai rubah kebiasan menguap kita yang jelek. Gak mau kan diketawain setan ??? Islam itu indah, sampai menguap pun diatur adab nya. Yang jelas semua itu demi kebaikan kita agar terhindar dari godaan setan yang terkutuk. Gini nih adab yang baik kalo kita lagi pengen menguap:
1. Tahan semampumu ya biar gak menguap
Menguap adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin.” (HR Muslim)

Menguap ketika sholat adalah dari setan, jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampunya.” (HR Tirmidzi)

2. Kalo bener-bener gak bisa ditahan, tutuplah dengan tangan kiri (atau dengan punggung tangan kanan)

3. Tidak mengeluarkan suara “haa” apalagi “hooahm” atau lebih parah lagi “hooooaaayaaam goooreeng”...heehee :D

Sejauh ini aku belum menemukan dalil yang meyakinkan tentang bacaan apa yang tepat ketika kita menguap. Kita pasti sering denger kalo ada orang yang baca istighfar (Astaghfirulohal’adziim) saat menguap. Mungkin dengan dasar bahwa menguap adalah sesuatu yang dibenci Allah SWT. Jadi kalo kita menguap berarti telah melakukan hal yang dibenci Allah SWT, jadi seharusnyalah kita ber-istighfar memohon ampunan Allah SWT. Tapi ada juga yang mengucapkan ta’awudz (A’udzubillahiminasysyaithonirrojiim) dengan dasar bahwa menguap berasal dari setan sehingga membaca ta’awudz sebagai tameng agar terhindar dari godaan setan lebih jauh lagi. Bagaimana dengan pembaca ???? kalo ada yang tau dalil shohihnya kasih tau aku yaa... ^.^

Semoga kita bisa selalu menahan diri dari segala sesuatu yang dibenci oleh Allah SWT.
Wallahua’lambishshowab.

Hikmah Dan Adab Saat Bersin

Bersin adalah hal yang pasti semua manusia yang hidup pernah mengalaminya. Tapi, justru banyak yang gak tau hikmah di balik bersin. Adab saat bersin pun terkadang diabaikan seolah hal itu bukan sesuatu hal yang penting dan harus diperhatikan. Pasti sering deh kita denger orang yang bersin keras banget sampe orang satu RT denger semua, waktu bersin muncrat ke mana-mana sampe orang di sekitarnya kebanjiran, atau yang gak ngucapin hamdalah waktu bersin, atau liat orang yang cuek alias gak peduli kalo ada orang bersin di deketnya. Heeem...fenomena ini pasti sering kita liat, atau justru kita yang malah jadi pelakunya...haayoo ngaku... :D

Perlu banget diketahui nih kalo ditinjau dari ilmu kesehatan, bersin adalah suatu mekanisme tubuh (dilakukan oleh hidung dan mulut secara keras) untuk mengeluarkan benda asing, baik udara maupun debu atau kotoran dari hidung atau tenggorokan. Benda asing tersebut dipaksa keluar oleh hidung dan mulut sehingga gak menyumbat aliran udara yang masuk dan keluar, terutama dari hidung sehingga seseorang bisa bernafas dan menelan makanan dengan baik. Jadi, bersin adalah suatu nikmat dari Allah SWT sehingga dianjurkan bagi kita untuk bersyukur dan memuji Alloh SWT saat bersin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya Allah menyukai bersin.” (HR Bukhari)

disebutin juga di hadits yang lain:
Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. Maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan ‘Alhamdullillah’). Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari setan. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin, dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu setan menertawakannya.” (HR Bukhari)

Nah loo...ternyata bersin justru merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT karena dengan bersin kita jadi lebih sehat sehingga lebih semangat melakukan ibadah ataupun aktivitas yang baik dan bermanfaat. Kalo kita bersin, sebaiknya kita perhatikan & praktekkan hal-hal ini:
1. Memelankan suara bersin
2. Menutup mulut dan wajah
3. Gak memalingkan leher baik ke kanan maupun ke kiri
4. Melafalkan hamdalah dan mengeraskannya (termasuk kalo kita lagi sholat)

Bacaan hamdalah yang dilafalkan kalo bersin antara lain:
1. Alhamdulillah (segala puji hanya bagi Allah)
2. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam)
3. Alhamdulillah ‘ala kulli haal (segala puji bai Allah dalam setiap keadaan)
4. Alhamdulillahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi, mubaarakan ‘alaihi kamaa yuhibbu Rabbuna wa yardhaa” (segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak lagi penuh berkah dan diberkahi, sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Rabb kami)

Kalo kita denger seseorang bersin dan melafalkan hamdalah, kita diwajibkan ber-tasymit. Ber-tasymit adalah mendoakan orang yang bersin dan melafalkan hamdalah, yaitu dengan mengucapkan yarhamukallah (kalo yang bersin laki-laki) atau yarhamukillah (kalo yang bersin perempuan). Hukum ber-tasymit adalah wajib karena merupakan hak seorang muslim atas saudaranya (orang muslim lainnya). Hal ini seperti sabda rosulullah SAW :
Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundangmu maka datanglah, jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat, jika ia bersin lalu ia mengucapkan alhamdullilah maka doakanlah, jika ia sakit maka jenguklah, jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR Muslim)

Tapi, terkadang kita juga diperbolehkan buat gak ber-tasymit, yaitu ketika berada dalam kondisi di bawah ini:
1. Kalo ada yang bersin tetapi gak melafalkan hamdalah
2. Kalo seseorang bersin lebih dari 3 kali. Dalam kasus ini, orang yang bersin dianggap sakit, baik itu terkena flu atau alergi.
3. Kalo seseorang yang bersin bukan seorang muslim meskipun dia mengucapkan hamdalah. Hal ini karena kita gak boleh mendo’akan orang kafir (bukan muslim). Tapi, kita sebaiknya melafalkan Yahdikumullah wa yushlih baalakum yang artinya “mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian”.
4. Kalo ada yang bersin di saat dengerin khutbah jum’at, meskipun orang yang bersin mengucapkan hamdalah. Hal ini karena jamaah yang mendengarkan khutbah jum’at dilarang untuk berbicara, jadi harus tetep diem dengerin khutbah. Begitu juga kalo lagi sholat fardhu, kita gak boleh untuk untuk ber-tasymit.
5. Kalo kita lagi ada di tempat yang gak diperbolehkan untuk mengucapkan kalamullah, seperti di toilet

Kalo orang yang bersin didoakan oleh orang yang mendengarnya, maka hendaknya mebalas do’a orang itu. Do’a – do’a yang baik diucapkan antara lain:
1. Yahdikumullah wa yushlih baalakum (mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian)
2. Yaghfirulahu lanaa wa lakum (mudah-mudahan Alah mengampuni kita dan kalian semua)
3. Yaghfirullaah lakum (semoga Allah mengampuni kalian semua)
4. Yarhamunnallah wa iyyaakum wa yaghfirullaahu wa lakum (semoga Allah memberi rahmat kepada kami dan kamu sekalian, serta mengampuni kami dan mengampuni kalian)
5. Aafaanallah wa iyyaakum minan naari yarhamukumullaah (semoga Allah menyelamatkan kami dan kamu sekalian dari api neraka, serta memberi rahmat kepada kamu sekalian)
6. Yarhamunnallah wa iyyaakum (semoga Allah memberi rahmat kepada kami dan kepada kalian semua)

Karena bersin merupakan kebaikan yang datang dari Allah SWT, hendaknya kita senantiasa mengucapkan syukur karenanya. Hal ini juga perlu dibiasakan sejak kecil. Jadi ajarkanlah kebiasaan baik ini kepada anak, adik, kakak, orang tua, dan orang-orang di sekitar kita agar kita selalu dinaungi oleh rahmat Allah SWT.
Wallahua’lambishshowab.
Dari berbagai sumber.