
Dikisahkan ketika rasulullah pulang dari perang Tabuk. Dalam perjalanan, beliau melewati seorang tukang batu yang sedang bekerja. Rasulullah memberi salam pada pekerja tersebut dan sang pekerja pun menjawab salam dengan tersenyum. Rasulullah memperhatikan tangan sang pekerja. Beliau melihat tangan yang hitam legam telah melepuh dan terluka. Karena merasa kasihan dan heran, rasulullah bertanya pada sang pekerja tentang tangannya. Kemudian sang pekerja menjawab bahwa apa yang terjadi pada tangannya adalah karena setiap hari dia bekerja keras sebagai tukang batu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dengan ikhlas. Setelah mendengar jawaban sang tukang batu, seketika rasulullah mencium tangan sang pekerja dengan lembut dan mengatakan “Inilah tangan yang tidak akan pernah tersentuh api neraka selamanya”.
Subhanallah, begitu indahnya Islam. Rasulullah mengatakan tangan yang tak pernah tersentuh api neraka untuk selamanya adalah bukan tangan yang halus, bukan tangan yang senantiasa membuka lembaran-lembaran kitab suci, bukan pula tangan yang selalu menghasilkan segepok uang dan berlian, melainkan tangan seorang pekerja keras. Tangan yang di dalam nya ada sebuah tanggung jawab besar, kerelaan dan keikhlasan hanya karena Allah SWT dan jauh dari perbuatan haram.
Sesuai dengan firman Allah yang menyebutkan bahwa “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut merubah nasibnya sendiri”. Dari ayat tersebut, jelas bahwa Allah tidak akan membantu dan memberi kemudahan bagi seseorang, jika orang tersebut juga tidak mau berusaha. Jika kita telah berusaha, namun selalu gagal, maka teruslah berusaha dan bekerja keras untuk meraih apa yang kita harapkan karena kegagalan adalah awal dari kesuksesan.
Tidak akan ada hal yang sia-sia di dunia ini karena Allah pun menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia. Begitu juga dengan usaha yang kita lakukan, meskipun selalu menuai kegagalan. Kesuksesan seseorang tidak diukur dari hasil yang diperoleh, melainkan dari proses dan usaha yang dilakukan. Seseorang tidak akan dikatakan sukses sebelum ia merasakan kegagalan, karena sukses yang sesungguhnya adalah keberhasilan untuk mengatasi dan bangkit dari kegagalan.
Marilah kita senantiasa menjadi manusia yang selalu berani untuk menghadapi kegagalan agar dapat meraih kesuksesan yang sejati. Wallahua’lambishshowab.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Comment Please ^___^