
dapet tugas dari kelompok halaqoh bwat bikin rangkuman kultum...ini neh salah satunya...tentang shodaqoh...cekidot...^^
QS. Ali Imran : 92
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Berdasarkan ayat di atas, jelas sekali bahwa menginfakkan sebagian harta kita adalah suatu kewajiban. Karena hal itu merupakan penyempurna kebajikan dan amal yang kita lakukan. Dalam ayat tersebut juga menerangkan tentang “menafkahkan sebagian harta”, maka kita tidak diharuskan untuk menginfakkan seluruh harta kita, melainkan cukup sebagian saja yang kita ridho untuk melepaskannnya. Akan tetapi diterangkan lebih lanjut bahwa harta yang dinafkahkan adalah “harta yang kamu cintai”. Jadi, bukan harta yang kita benci, bukan karena sisa, ataupun bukan karena tak terpakai karena salah satu adab memberi adalah harus yang terbaik dan berangkat dari kebaikan serta kerelaan hati. Hal ini karena sesuatu yang diberikan dengan kebaikan hati, akan sampai pada penerimanya.
Penerima sodaqoh, diutamakan adalah saudara dan kerabat dekat terlebih dahulu. Seperti dikisahkan tentang Abu Talhah yang menyerahkan kebun kurmanya sebagai sedekah kepada rasulullah untuk dibagikan kepada orang-orang yang diperintahkan Allah untuk menerimanya. Akan tetapi rosulullah justru meminta Abu Talhah untuk memberikannya pada kaum kerabatnya terlebih dahulu.
Sedekah yang paling ringan adalah tersenyum. Jika kita tidak memiliki harta yang hendak disedekahkan, maka senyum adalah sedekah yang baik. Selain itu, kita juga dapat menyedekahkan tubuh kita kepada Allah dengan Sholat duha.
Dengan bersodaqoh, berarti kita telah menabung. Segala sesuatu yang kita berikan melalui sodaqoh merupakan deposito terbaik untuk bekal di dunia dan di akherat. Dengan menyedekahkan harta dengan ikhlas, harta kita tidak akan berkurang melainkan akan bertambah dengan jalan yang tak disangka-sangka dari Allah SWT.


