Hmmmm....sebenarnya sering terbersit keinginan untuk menulis, tapi apa daya selalu saja tidak sempat. Mungkin karena faktor malas juga...heehee...
Mumpung ada kesempatan, kali ini saya ingin menulis tentang pengalaman saya yang akan saya kaitkan dengan kasih sayang Alloh SWT terhadap makhlukNya.
Beberapa hari yang lalu anakku, Abi mendapatkan imunisasi sesuai jadwalnya di bulan ke-3 usianya. Kali ini Abi mendapatkan dua imunisasi, yaitu imunisasi Polio-3 dan DPT-2. Untuk imunisasi polio tidak memberikan efek apapun, tetapi DPT menyebabkan Abi terserang demam hingga dua hari. Karena penasaran, saya mencari informasi tentang imunisasi DPT dari internet, dan berikut adalah informasi yang saya dapatkan.
“Imunisasi DPT yaitu imunisasi / vaksin kombinasi yang terdiri dari bakteri pertusis yang telah dimatikan, toksoid (zat yang menyerupai racun) dari difteri dan juga tetanus. Vaksin DPT ini diberikan untuk mencegah penyakit difteri yang bisa mematikan, penyakit pertusis yang sering disebut batuk 100 hari dan penyakit tetanus.” jelas Dr. Berni. Vaksin dikombinasikan dengan tujuan supaya anak tidak perlu disuntik berkali-kali untuk mendapatkan tiga vaksin sekaligus. Seringkali anak menjadi demam (suhu tubuh di atas 37,5C) setelah diimunisasi. Demam ini disebaban karena dalam imunisasi DPT, terdapat komponen protein pertusis. (www.balita-anda.com)Berdasarkan informasi tersebut, saya semakin tenang karena demam yang dialami Abi adalah hal yang wajar. Sebenarnya ada perasaan tidak tega melihatnya sakit, apalagi imunisasi harus diberikan sebanyak 3 kali, tapi ini demi kebaikannya kelak agar tubuhnya kebal terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Nah, inilah yang akan saya hubungkan dengan kuasa Alloh SWT.
Bagaimana Alloh sangat menyayangi makhlukNya. Kita selalu saja merintih dan mengeluh untuk setiap cobaan dan beban hidup yang dialami. Kalau kita mau menyelami lebih dalam, ada ibroh yang pastinya bisa kita ambil. Berkaca dari imunisasi yang diberikan kepada balita. Meskipun dilakukan berkali-kali dan menyebabkan sakit, tetapi imunisasi ini sangat diperlukan dan harus diberikan agar kelak tubuh dapat lebih kebal dan terhindar dari penyakit yang jauh lebih berbahaya.
Ya, begitulah cara Alloh memberikan kekuatan pada hambaNya. Bukan secara langsung memberikan kekuatan yang dapat dirasakan, tetapi dengan cobaan-cobaan dan ujian-ujian kecil sebagai tantangan bagi kita untuk menghadapinya. Jika kita mampu melaluinya, maka kita akan semakin siap menerima ujian hidup yang sesungguhnya, yang pastinya jauh lebih berat.
Seorang guru tidak akan memberikan soal-soal ujian yang materinya belum dikuasai oleh siswa. Jika manusia saja dapat menjadi pemurah, apalagi dengan Alloh SWT yang Maha Pemurah dan Bijaksana. Alloh tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan makhlukNya. Jadi, jika kita sedang menghadapi ujian yang dirasa cukup berat, maka kita tetap harus bersyukur dan berserah diri pada Alloh, memohon padaNya untuk diberi kekuatan dan kemudahan agar dapat melewatinya. Jika dapat melaluinya, maka diri kita telah siap menerima cobaan berikutnya yang pastinya akan semakin berat dan kompleks. Masalah dan cobaan datang bukan untuk dihindari, tetapi dihadapi dan diselesaikan karena di depan kita menanti hal-hal yang tidak akan bisa kita duga sebelumnya. Jadi bersiaplah dengan segala tantangan hidup dan berserahdirilah hanya pada Alloh SWT. Segala daya dan kekuatan hanya milik Alloh Azza Wa Jalla. Wallahua’lam bishshowab.



