Sugeng Rawuh

hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...

blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...

buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...

silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....

jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....

salam kenal ... ^^latifa^^

Jumat, 30 Desember 2011

Alloh Lebih Tau yang Baik Untukmu

Ternyata sudah lama saya melupakan blog ini...apalagi untuk menulis artikel...
Hmmmm....sebenarnya sering terbersit keinginan untuk menulis, tapi apa daya selalu saja tidak sempat. Mungkin karena faktor malas juga...heehee...
Mumpung ada kesempatan, kali ini saya ingin menulis tentang pengalaman saya yang akan saya kaitkan dengan kasih sayang Alloh SWT terhadap makhlukNya.
Beberapa hari yang lalu anakku, Abi mendapatkan imunisasi sesuai jadwalnya di bulan ke-3 usianya. Kali ini Abi mendapatkan dua imunisasi, yaitu imunisasi Polio-3 dan DPT-2. Untuk imunisasi polio tidak memberikan efek apapun, tetapi DPT menyebabkan Abi terserang demam hingga dua hari. Karena penasaran, saya mencari informasi tentang imunisasi DPT dari internet, dan berikut adalah informasi yang saya dapatkan.
“Imunisasi DPT yaitu imunisasi / vaksin kombinasi yang terdiri dari bakteri pertusis yang telah dimatikan, toksoid (zat yang menyerupai racun) dari difteri dan juga tetanus. Vaksin DPT ini diberikan untuk mencegah penyakit difteri yang bisa mematikan, penyakit pertusis yang sering disebut batuk 100 hari dan penyakit tetanus.” jelas Dr. Berni. Vaksin dikombinasikan dengan tujuan supaya anak tidak perlu disuntik berkali-kali untuk mendapatkan tiga vaksin sekaligus. Seringkali anak menjadi demam (suhu tubuh di atas 37,5C) setelah diimunisasi. Demam ini disebaban karena dalam imunisasi DPT, terdapat komponen protein pertusis. (www.balita-anda.com)

Berdasarkan informasi tersebut, saya semakin tenang karena demam yang dialami Abi adalah hal yang wajar. Sebenarnya ada perasaan tidak tega melihatnya sakit, apalagi imunisasi harus diberikan sebanyak 3 kali, tapi ini demi kebaikannya kelak agar tubuhnya kebal terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Nah, inilah yang akan saya hubungkan dengan kuasa Alloh SWT.

Bagaimana Alloh sangat menyayangi makhlukNya. Kita selalu saja merintih dan mengeluh untuk setiap cobaan dan beban hidup yang dialami. Kalau kita mau menyelami lebih dalam, ada ibroh yang pastinya bisa kita ambil. Berkaca dari imunisasi yang diberikan kepada balita. Meskipun dilakukan berkali-kali dan menyebabkan sakit, tetapi imunisasi ini sangat diperlukan dan harus diberikan agar kelak tubuh dapat lebih kebal dan terhindar dari penyakit yang jauh lebih berbahaya.
Ya, begitulah cara Alloh memberikan kekuatan pada hambaNya. Bukan secara langsung memberikan kekuatan yang dapat dirasakan, tetapi dengan cobaan-cobaan dan ujian-ujian kecil sebagai tantangan bagi kita untuk menghadapinya. Jika kita mampu melaluinya, maka kita akan semakin siap menerima ujian hidup yang sesungguhnya, yang pastinya jauh lebih berat.

Seorang guru tidak akan memberikan soal-soal ujian yang materinya belum dikuasai oleh siswa. Jika manusia saja dapat menjadi pemurah, apalagi dengan Alloh SWT yang Maha Pemurah dan Bijaksana. Alloh tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan makhlukNya. Jadi, jika kita sedang menghadapi ujian yang dirasa cukup berat, maka kita tetap harus bersyukur dan berserah diri pada Alloh, memohon padaNya untuk diberi kekuatan dan kemudahan agar dapat melewatinya. Jika dapat melaluinya, maka diri kita telah siap menerima cobaan berikutnya yang pastinya akan semakin berat dan kompleks. Masalah dan cobaan datang bukan untuk dihindari, tetapi dihadapi dan diselesaikan karena di depan kita menanti hal-hal yang tidak akan bisa kita duga sebelumnya. Jadi bersiaplah dengan segala tantangan hidup dan berserahdirilah hanya pada Alloh SWT. Segala daya dan kekuatan hanya milik Alloh Azza Wa Jalla. Wallahua’lam bishshowab.

Rabu, 02 Februari 2011

Shodaqoh


dapet tugas dari kelompok halaqoh bwat bikin rangkuman kultum...ini neh salah satunya...tentang shodaqoh...cekidot...^^

QS. Ali Imran : 92
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Berdasarkan ayat di atas, jelas sekali bahwa menginfakkan sebagian harta kita adalah suatu kewajiban. Karena hal itu merupakan penyempurna kebajikan dan amal yang kita lakukan. Dalam ayat tersebut juga menerangkan tentang “menafkahkan sebagian harta”, maka kita tidak diharuskan untuk menginfakkan seluruh harta kita, melainkan cukup sebagian saja yang kita ridho untuk melepaskannnya. Akan tetapi diterangkan lebih lanjut bahwa harta yang dinafkahkan adalah “harta yang kamu cintai”. Jadi, bukan harta yang kita benci, bukan karena sisa, ataupun bukan karena tak terpakai karena salah satu adab memberi adalah harus yang terbaik dan berangkat dari kebaikan serta kerelaan hati. Hal ini karena sesuatu yang diberikan dengan kebaikan hati, akan sampai pada penerimanya.

Penerima sodaqoh, diutamakan adalah saudara dan kerabat dekat terlebih dahulu. Seperti dikisahkan tentang Abu Talhah yang menyerahkan kebun kurmanya sebagai sedekah kepada rasulullah untuk dibagikan kepada orang-orang yang diperintahkan Allah untuk menerimanya. Akan tetapi rosulullah justru meminta Abu Talhah untuk memberikannya pada kaum kerabatnya terlebih dahulu.

Sedekah yang paling ringan adalah tersenyum. Jika kita tidak memiliki harta yang hendak disedekahkan, maka senyum adalah sedekah yang baik. Selain itu, kita juga dapat menyedekahkan tubuh kita kepada Allah dengan Sholat duha.

Dengan bersodaqoh, berarti kita telah menabung. Segala sesuatu yang kita berikan melalui sodaqoh merupakan deposito terbaik untuk bekal di dunia dan di akherat. Dengan menyedekahkan harta dengan ikhlas, harta kita tidak akan berkurang melainkan akan bertambah dengan jalan yang tak disangka-sangka dari Allah SWT.

Malas ?????? NO WAY !!!!!!!!!


Dikisahkan ketika rasulullah pulang dari perang Tabuk. Dalam perjalanan, beliau melewati seorang tukang batu yang sedang bekerja. Rasulullah memberi salam pada pekerja tersebut dan sang pekerja pun menjawab salam dengan tersenyum. Rasulullah memperhatikan tangan sang pekerja. Beliau melihat tangan yang hitam legam telah melepuh dan terluka. Karena merasa kasihan dan heran, rasulullah bertanya pada sang pekerja tentang tangannya. Kemudian sang pekerja menjawab bahwa apa yang terjadi pada tangannya adalah karena setiap hari dia bekerja keras sebagai tukang batu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dengan ikhlas. Setelah mendengar jawaban sang tukang batu, seketika rasulullah mencium tangan sang pekerja dengan lembut dan mengatakan “Inilah tangan yang tidak akan pernah tersentuh api neraka selamanya”.

Subhanallah, begitu indahnya Islam. Rasulullah mengatakan tangan yang tak pernah tersentuh api neraka untuk selamanya adalah bukan tangan yang halus, bukan tangan yang senantiasa membuka lembaran-lembaran kitab suci, bukan pula tangan yang selalu menghasilkan segepok uang dan berlian, melainkan tangan seorang pekerja keras. Tangan yang di dalam nya ada sebuah tanggung jawab besar, kerelaan dan keikhlasan hanya karena Allah SWT dan jauh dari perbuatan haram.

Sesuai dengan firman Allah yang menyebutkan bahwa “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut merubah nasibnya sendiri”. Dari ayat tersebut, jelas bahwa Allah tidak akan membantu dan memberi kemudahan bagi seseorang, jika orang tersebut juga tidak mau berusaha. Jika kita telah berusaha, namun selalu gagal, maka teruslah berusaha dan bekerja keras untuk meraih apa yang kita harapkan karena kegagalan adalah awal dari kesuksesan.

Tidak akan ada hal yang sia-sia di dunia ini karena Allah pun menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia. Begitu juga dengan usaha yang kita lakukan, meskipun selalu menuai kegagalan. Kesuksesan seseorang tidak diukur dari hasil yang diperoleh, melainkan dari proses dan usaha yang dilakukan. Seseorang tidak akan dikatakan sukses sebelum ia merasakan kegagalan, karena sukses yang sesungguhnya adalah keberhasilan untuk mengatasi dan bangkit dari kegagalan.

Marilah kita senantiasa menjadi manusia yang selalu berani untuk menghadapi kegagalan agar dapat meraih kesuksesan yang sejati. Wallahua’lambishshowab.