Kali ini kisah tentang seorang ayah dan anaknya yang beranjak dewasa.
Kisah tentang ayah dan anak yang tinggal di pedesaan. Letak desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan membuat sang anak jarang sekali pergi ke kota. Hanya sesekali saja, itu pun selalu bersama dengan ayahnya bila ada urusan di sana. Salah satu tempat favorit si anak di kota adalah bioskop.
Suatu sore sang ayah ada keperluan di kota. Dia mengajak anaknya turut serta. Mereka berangkat mengendarai mobil. Sang ayah menyuruh putra tercintanya mengantarkan dia ke suatu tempat pertemuan. Kemudian sang anak diperintahkan untuk meninggalkan mobil mereka yang saat itu memang dalam keadaan sedikit rusak untuk diperbaiki di bengkel. Sang ayah berpesan pada sang anak
"nak, setelah kamu mengantarkan ayah...kamu bawa mobil ini ke bengkel langganan kita untuk diperbaiki. Nanti jam 8 malam kamu jemput ayah di tempat pertemuan.."
"iya ayah.." jawab sang anak
Setelah mengantarkan ayahnya..sang anak langsung menuju ke bengkel langganannya. Kebetulan letak bengkel tidak jauh dari bioskop tempat favoritnya. Waktu itu hari sudah menjelang malam. Sang anak meninggalkan mobilnya di bengkel dan langsung menuju ke bioskop favoritnya untuk menonton film. Dia berpesan pada montir di bengkel bahwa dia akan ke bioskop untuk menonton film sebentar dan akan kembali ke bengkel untuk mengambil mobilnya sebelum jam 8 malam karena dia harus menjemput ayahnya. Sang montir pun mengiyakan permintaan sang anak.
Waktu berlalu...
Karena terlalu asyik menonton film, sang anak lupa waktu. Sampai akhirnya film yang dia tonton selesai...sang anak langsung melihat jam tangannya...
"astaga...sudah jam 10 malam...padahal ayah memintaku untuk menjemputnya jam 8 malam..."
Sang anak bergegas mengambil mobil di bengkel dan langsung menjemput ayahnya di tempat pertemuan. Sang ayah ternyata masih menunggu di sana. Dia bertanya pada anaknya
"Kenapa kamu baru datang nak ?? bukankah ayah menyuruhmu menjemput ayah jam 8?? kenapa sudah malam begini kamu baru datang...kamu baik2 saja kan ??"
sang anak menjawab "maaf ayah...aku terlambat..., tadi sebelum jam 8 aku sudah ke bengkel tapi ternyata mobil belum selesai diperbaiki...jadi aku tunggu dan baru selesai belum lama ini...dan aku langsung ke sini jemput ayah.."
sang anak mencari2 alasan..berbohong karena takut dimarahi ayahnya...dan dia tidak mau ayahnya sampai tau kalo dia pergi ke bioskop dan melalaikan kewajibannya.
Sang ayah tersentak kaget dan dengan wajah sedih bercampur kecewa mengatakan
"Nak...tadi setelah ayah selesai pertemuan jam 8...dan melihatmu belum datang, ayah menunggumu. Satu jam berlalu ternyata kamu belum datang juga. Karena khawatir, ayah langsung menelpon bengkel dan menanyakan apakah mobil sudah selesai diperbaiki atow belum, dan ternyata montir bengkel mengatakan bahwa mobil sudah selesai diperbaiki sejak jam 7, tapi kamu belum mengambilnya karna kamu tinggal untuk menonton film di bioskop.."
Sang anak termangu....bingung dan takut akan dimarahi...dia hanya bisa mengatakan
"maaf ayah...tadi memang aku ke bioskop...karena lupa waktu jadi terlambat menjemput ayah...maaf"
Sang anak sudah bersiap menghadapi kemarahan ayahnya...dan mengira2 hukuman apa yang akan diberikan ayahnya untuknya.
Tapi ternyata apa yang dilakukan sang ayah di luar dugaan sang anak...dengan lirih dan penuh penyesalan sang ayah berkata
"Anakku...ternyata selama ini aku telah gagal menjadi ayah. Aku telah salah mendidikmu hingga kamu menjadi seorang pembohong. Kebohongan yang kamu lakukan pada ayah benar2 menyadarkanku bahwa sebenarnya aku telah gagal mendidikmu...aku kecewa pada diriku sendiri...maafkan aku yang tidak bisa mengajarimu tentang arti sebuah kejujuran...maafkan aku anakku..."
KAGET...itulah yang dirasakan sang anak. Dia berpikir bahwa ayahnya akan marah dan menghukumnya..tapi ternyata dugaanya salah besar...sang ayah justru menyalahkan dirinya sendiri.
"Anakku...untuk menebus kesalahanku...aku akan menghukum diriku sendiri. Biarlah aku pulang dengan berjalan kaki saja. Kamu bawa mobil itu dan pulanglah."
Sang ayah lalu beranjak pergi meninggalkan anaknya yang masih belum percaya dengan apa yang terjadi.
Begitu tersadar...sang anak langsung menaiki mobil dan membujuk ayahnya untuk ikut bersamanya, tetapi sang ayah terus saja menolak dan memilih untuk berjalan pulang ke rumah yang jaraknya sangat jauh.
Akhirnya sang anak hanya bisa pasrah mengikuti ayahnya dari belakang. Ayahnya berjalan sampai rumah dan dia mengikuti di belakang dengan mengendarai mobil.
Sepanjang perjalanan sang anak tak henti2nya mengucapkan kata maaf dalam hati. Penyesalan yang luar biasa besar dia rasakan. Ternyata kebohongan kecil yang dia lakukan telah sangat mengecewakan ayahnya...dan membuat ayahnya merasa sangat bersalah.
Sang anak bertekat..dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah berbohong lagi. Bagaimanapun bentuknya dan sekecil apa pun kebohongan itu.
Teman...banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini.
Bagaimana kita bisa melihat sikap sang ayah dalam menindak anaknya yang telah melakukan sebuah kesalahan. Bukan dengan memarahi dan menghukum..tapi dengan menanamkan rasa penyesalan di hati sang anak.
Terkadang hukuman memang diperlukan saat mendidik...tapi jika kita bisa melakukannya dengan cara lain yang lebih manjur...kenapa gak ??
Setiap anak bisa memberikan arti lain untuk sebuah "hukuman". Terkadang memang berhasil memberi efek jera...tapi terkadang justru menjadi tantangan bagi sang anak untuk melakukan kesalahan yang lebih.
Memarahi anak yang melakukan kesalahan juga terkadang memberikan efek yang negatif. Sang anak justru akan merasa takut terhadap orang tua jika terlau sering dimarahi, bukan rasa hormat. Jadi sang anak tidak akan melakukan kesalahan bukan karena dia sadar itu adalah suatu kesalahan, tapi karena dia takut dimarahi orang tuanya. Jadi pada saat dia tidak sedang bersama orang tuanya dia bisa melakukannya dengan berani karena merasa tidak akan dimarahi.
Satu lagi pelajaran penting dari kisah ini
"Katakanlah sekecil apapun kebenaran...meskipun menyakitkan"
yups....ayo lah...kita bersama tanamkan dalam diri kita untuk menghindari berbohong...karena gak akan ada yang diuntungkan...
"sepintar2nya kita menyimpan kebohongan pasti akan terbongkar....dan dimulai dari satu kebohongan akan diikuti kebohongan2 yang lain..."
diambil dari kisah Dr. Arun Gandhi (cucu Mahatma Gandhi)
semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua
^^
Sugeng Rawuh
hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...
blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...
buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...
silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....
jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....
salam kenal ... ^^latifa^^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...
blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...
buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...
silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....
jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....
salam kenal ... ^^latifa^^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Comment Please ^___^