Sugeng Rawuh

hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...

blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...

buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...

silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....

jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....

salam kenal ... ^^latifa^^

Rabu, 28 Oktober 2009

Fakta Tentang Wong Fei Hung


Wong Fei Hung Ternyata Ulama dan Pendekar Sekaligus Tabib

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin. (kaskus.us)

dikutip dari : http://sabili.co.id

Katakan Saja yang Sebenarnya Terjadi

Kali ini kisah tentang seorang ayah dan anaknya yang beranjak dewasa.

Kisah tentang ayah dan anak yang tinggal di pedesaan. Letak desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan membuat sang anak jarang sekali pergi ke kota. Hanya sesekali saja, itu pun selalu bersama dengan ayahnya bila ada urusan di sana. Salah satu tempat favorit si anak di kota adalah bioskop.

Suatu sore sang ayah ada keperluan di kota. Dia mengajak anaknya turut serta. Mereka berangkat mengendarai mobil. Sang ayah menyuruh putra tercintanya mengantarkan dia ke suatu tempat pertemuan. Kemudian sang anak diperintahkan untuk meninggalkan mobil mereka yang saat itu memang dalam keadaan sedikit rusak untuk diperbaiki di bengkel. Sang ayah berpesan pada sang anak
"nak, setelah kamu mengantarkan ayah...kamu bawa mobil ini ke bengkel langganan kita untuk diperbaiki. Nanti jam 8 malam kamu jemput ayah di tempat pertemuan.."
"iya ayah.." jawab sang anak

Setelah mengantarkan ayahnya..sang anak langsung menuju ke bengkel langganannya. Kebetulan letak bengkel tidak jauh dari bioskop tempat favoritnya. Waktu itu hari sudah menjelang malam. Sang anak meninggalkan mobilnya di bengkel dan langsung menuju ke bioskop favoritnya untuk menonton film. Dia berpesan pada montir di bengkel bahwa dia akan ke bioskop untuk menonton film sebentar dan akan kembali ke bengkel untuk mengambil mobilnya sebelum jam 8 malam karena dia harus menjemput ayahnya. Sang montir pun mengiyakan permintaan sang anak.

Waktu berlalu...
Karena terlalu asyik menonton film, sang anak lupa waktu. Sampai akhirnya film yang dia tonton selesai...sang anak langsung melihat jam tangannya...
"astaga...sudah jam 10 malam...padahal ayah memintaku untuk menjemputnya jam 8 malam..."
Sang anak bergegas mengambil mobil di bengkel dan langsung menjemput ayahnya di tempat pertemuan. Sang ayah ternyata masih menunggu di sana. Dia bertanya pada anaknya
"Kenapa kamu baru datang nak ?? bukankah ayah menyuruhmu menjemput ayah jam 8?? kenapa sudah malam begini kamu baru datang...kamu baik2 saja kan ??"

sang anak menjawab "maaf ayah...aku terlambat..., tadi sebelum jam 8 aku sudah ke bengkel tapi ternyata mobil belum selesai diperbaiki...jadi aku tunggu dan baru selesai belum lama ini...dan aku langsung ke sini jemput ayah.."
sang anak mencari2 alasan..berbohong karena takut dimarahi ayahnya...dan dia tidak mau ayahnya sampai tau kalo dia pergi ke bioskop dan melalaikan kewajibannya.

Sang ayah tersentak kaget dan dengan wajah sedih bercampur kecewa mengatakan
"Nak...tadi setelah ayah selesai pertemuan jam 8...dan melihatmu belum datang, ayah menunggumu. Satu jam berlalu ternyata kamu belum datang juga. Karena khawatir, ayah langsung menelpon bengkel dan menanyakan apakah mobil sudah selesai diperbaiki atow belum, dan ternyata montir bengkel mengatakan bahwa mobil sudah selesai diperbaiki sejak jam 7, tapi kamu belum mengambilnya karna kamu tinggal untuk menonton film di bioskop.."

Sang anak termangu....bingung dan takut akan dimarahi...dia hanya bisa mengatakan
"maaf ayah...tadi memang aku ke bioskop...karena lupa waktu jadi terlambat menjemput ayah...maaf"
Sang anak sudah bersiap menghadapi kemarahan ayahnya...dan mengira2 hukuman apa yang akan diberikan ayahnya untuknya.
Tapi ternyata apa yang dilakukan sang ayah di luar dugaan sang anak...dengan lirih dan penuh penyesalan sang ayah berkata

"Anakku...ternyata selama ini aku telah gagal menjadi ayah. Aku telah salah mendidikmu hingga kamu menjadi seorang pembohong. Kebohongan yang kamu lakukan pada ayah benar2 menyadarkanku bahwa sebenarnya aku telah gagal mendidikmu...aku kecewa pada diriku sendiri...maafkan aku yang tidak bisa mengajarimu tentang arti sebuah kejujuran...maafkan aku anakku..."

KAGET...itulah yang dirasakan sang anak. Dia berpikir bahwa ayahnya akan marah dan menghukumnya..tapi ternyata dugaanya salah besar...sang ayah justru menyalahkan dirinya sendiri.

"Anakku...untuk menebus kesalahanku...aku akan menghukum diriku sendiri. Biarlah aku pulang dengan berjalan kaki saja. Kamu bawa mobil itu dan pulanglah."

Sang ayah lalu beranjak pergi meninggalkan anaknya yang masih belum percaya dengan apa yang terjadi.
Begitu tersadar...sang anak langsung menaiki mobil dan membujuk ayahnya untuk ikut bersamanya, tetapi sang ayah terus saja menolak dan memilih untuk berjalan pulang ke rumah yang jaraknya sangat jauh.

Akhirnya sang anak hanya bisa pasrah mengikuti ayahnya dari belakang. Ayahnya berjalan sampai rumah dan dia mengikuti di belakang dengan mengendarai mobil.
Sepanjang perjalanan sang anak tak henti2nya mengucapkan kata maaf dalam hati. Penyesalan yang luar biasa besar dia rasakan. Ternyata kebohongan kecil yang dia lakukan telah sangat mengecewakan ayahnya...dan membuat ayahnya merasa sangat bersalah.
Sang anak bertekat..dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah berbohong lagi. Bagaimanapun bentuknya dan sekecil apa pun kebohongan itu.

Teman...banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini.
Bagaimana kita bisa melihat sikap sang ayah dalam menindak anaknya yang telah melakukan sebuah kesalahan. Bukan dengan memarahi dan menghukum..tapi dengan menanamkan rasa penyesalan di hati sang anak.
Terkadang hukuman memang diperlukan saat mendidik...tapi jika kita bisa melakukannya dengan cara lain yang lebih manjur...kenapa gak ??
Setiap anak bisa memberikan arti lain untuk sebuah "hukuman". Terkadang memang berhasil memberi efek jera...tapi terkadang justru menjadi tantangan bagi sang anak untuk melakukan kesalahan yang lebih.

Memarahi anak yang melakukan kesalahan juga terkadang memberikan efek yang negatif. Sang anak justru akan merasa takut terhadap orang tua jika terlau sering dimarahi, bukan rasa hormat. Jadi sang anak tidak akan melakukan kesalahan bukan karena dia sadar itu adalah suatu kesalahan, tapi karena dia takut dimarahi orang tuanya. Jadi pada saat dia tidak sedang bersama orang tuanya dia bisa melakukannya dengan berani karena merasa tidak akan dimarahi.

Satu lagi pelajaran penting dari kisah ini
"Katakanlah sekecil apapun kebenaran...meskipun menyakitkan"
yups....ayo lah...kita bersama tanamkan dalam diri kita untuk menghindari berbohong...karena gak akan ada yang diuntungkan...
"sepintar2nya kita menyimpan kebohongan pasti akan terbongkar....dan dimulai dari satu kebohongan akan diikuti kebohongan2 yang lain..."

diambil dari kisah Dr. Arun Gandhi (cucu Mahatma Gandhi)
semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua
^^

Sabtu, 24 Oktober 2009

Perpisahan Sepasang Kekasih


Ini adalah sebuah kisah nyata yang menurut q sangat berkesan tentang seorang ibu dan anaknya.

Suatu pagi waktu aq mau berangkat kuliah....
Karena ada keperluan, aq mampir dulu ke kios foto copy. Letak kios ada d pinggir jalan raya. Dari seberang kios aq liat sepasang ibu dan anaknya yang berseragam SD mau nyebrang jalan ke arah kios di mana aq ada waktu itu. Si ibu bermaksud bwt nyebrangin anaknya yang mau sekolah. Jarak sekolah ke tempat itu kurang lebih 300 meter. Semua tampak biasa aja...gak ada yang spesial dari pemandangan itu...tapi aq masih terus perhatiin mereka.

Setelah berhasil nyebrang, si anak mencium tangan ibunya, berpamitan, dan bergegas meninggalkan ibunya. Si ibu yang mau balik nyebrang kembali ke rumah, sesekali masih mengawasi anaknya yang udah jalan sekitar 10 meter. Semua masih tampak biasa aja bwt q.

Waktu aq masih perhatiin tingkah laku mereka (ibu dan anak) secara bergantian...
Tiba2 si anak berhenti...membalikkan badan....menatap ibunya yg masih mengawasi...tersenyum kecil...dan melambaikan tangan...kembali berbalik...melangkah lebih mantap, ringan, dan terasa keriangan yg menyejukkan hati q yg melihatnya.

Subhanalloh....sungguh pemandangan yang luar biasa indah. Mungkin bagi orang2 yg melihat akan tampak sangat biasa aja. Tapi bwt q..itu adalah sesuatu yg menakjubkan.
Seperti "Perpisahan Sepasang Kekasih". Ada kerinduan di mata mereka. Tanpa sepatah kata pun mereka ucapkan, tapi mampu memberikan arti dalam setiap gerak tingkah mereka.

Aq melihat kerinduan di mata si ibu sebagai ungkapan
"hati2 anak q....belajarlah dengan baik...ibu akan merindukanmu...doa q selalu bersamamu..."

Aq melihat kerinduan di mata si anak sebagai ungkapan
"ibu...aq berangkat...do'a kan aq yg akan menuntut ilmu...., aq akan merindukanmu....dan akan bergegas kembali dalam pelukanmu saat pulang nanti...tunggu aq ibu..."

Hampir aja air mata q keluar karena terharu waktu liat pemandangan itu. Kalo gak bisa aq tahan, orang2 mungkin akan anggep aq gila karna tiba2 aja nangis gak jelas...wkwkwk.... :D

Kedekatan hati antara ibu dan anak...yang sudah semakin jarang terlihat di jaman seperti ini. Seorang anak yg merasa lebih dekat dengan pembantunya daripada dengan ibu kandungnya sendiri....na'udzubillahimindzalik....
Ini semakin membuat aq bersemangat & bertekad untuk berusaha keras menjadi seorang ibu yang bisa selalu membuat anak q tersenyum dan bangga saat mengucapkan
"Ini Ibu q...!!"


Aq tak hanya ingin menjadi ibu bagi anak2 q kelak...tapi aq juga ingin menjadi sahabat, teman, sekaligus kakak...yg senantiasa menjadi tempat pertama bagi mereka meluapkan isi hati mereka...senang...sedih...tawa...dan tangis mereka.


Apa yg q lihat waktu itu masih terus terbayang jelas di ingatan q. Dan setiap aq ingat peristiwa itu...aq selalu tersenyum...., bahkan sering aq ingin menangis karena terharu dan bangga...
Yups...aq bangga dan bersyukur terlahir sebagai perempuan...yg punya kesempatan memberikan persembahan terbaik bagi suami & anak2 q kelak.
Semoga Alloh memudahkan jalan q untuk menjadi istri & ibu terbaik bagi keluarga yg q bangun kelak....amien....^^

4 my mom
I always luph n miz u mama...
thx 4 ur love ma...
semoga kau bahagia bersamaNya saat ini
^________________________^