Sugeng Rawuh

hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...

blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...

buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...

silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....

jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....

salam kenal ... ^^latifa^^

Rabu, 21 November 2012

Seuntai Do'a untuk Gaza

Masih saja aku merengek pada suamiku untuk segera membelikan baju & perhiasan yang sudah kutaksir sejak lama.
Masih saja aku merengek pada istriku untuk menyetujui beli mobil keluaran terbaru biar gak kalah mentereng sama temen kantor.
Masih saja aku merengek pada atasanku untuk menaikkan gajiku...lagii..padahal saat bekerja aku sering sekali lalai pada tanggungjawabku.
Masih saja aku merengek pada ayahku untuk membelikanku gadget yang paling canggih biar bisa kupamerkan pada teman-teman sekolahku.
Masih saja aku merengek pada ibuku untuk mengijinkanku menghabiskan malam minggu bersama teman-teman ababilku, entah di cafe, entah di mall, diskotik, atau tempat nongkrong lain biar aku tetap eksis.
Masih saja aku merengek pada mantan pacarku untuk mau kembali berpacaran denganku.
Masih saja aku merengek pada kolegaku untuk mau berkoalisi agar aku bisa menjadi pemimpin, agar aku bisa menambah dan menambah terus kekayaanku, meskipun harus kukeruk dari uang rakyatku.
Dan masih banyak rengekanku yang lain yang memang untuk segala kesenangan dunia.

Astaghfirullohal’adziim...


Tanpa pernah aku sadari bahwa semua itu hanya sementara. Jika memang Tuhan menghendakinya, niscaya semua itu akan sirna. Tanpa pernah kusadari bahwa rengekanku itu sungguh memalukan dan menghinakan. Betapa tidak, aku masih saja berpikir tentang kesenanganku, kesenangan dunia yang tak akan kubawa mati sedangkan saudara-saudaraku sedang menangis pilu. Ya..saudaraku di Palestina yang masih berada dalam kepiluan. Ayah, ibu, anak, kerabat, hanya tinggal jasad yang telah terkoyak oleh ganasnya rudal-rudal Zionis Laknatulloh. Seorang ayah kehilangan anaknya, seorang suami kehilangan istrinya, seorang istri yang kehilangan suami, dan anak-anak yang harus rela menjadi yatim piatu. Masih pantaskah aku merengek? Masih pantaskah aku memikirkan kesenanganku sendiri sedangkan saudaraku selalu dilanda ketakutan dan kecemasan? Bukan, mereka bukan takut untuk mati, seperti aku yang sangat takut untuk mati, untuk meninggalkan segala kesenangan dunia. Tapi mereka tak pernah takut mati. Yang mereka takutkan adalah jika harus berhenti berjuang di jalan Alloh. Mereka juga tidak mencemaskan apa yang mereka miliki di dunia ini akan hilang, seperti aku mencemaskan bagaimana tetanggaku selalu memiliki kelebihan daripada aku. Bukan itu...mereka mencemaskan anak-anak mereka, penerus mereka harus wafat lebih dulu sebelum mereka, karena anak-anak mereka telah menghafal Al-Qur’an, surat cinta dari Alloh, anak-anak yang memiliki masa depan gemilang untuk menciptakan kemenangan di bumi Palestina kelak. Sedangkan aku di sini hanya bisa melihat. Aku hanya bisa menyaksikan saudara-saudaraku menderita tanpa mampu berbuat apapun.

Astaghfirullohal’adziim...

Ya Alloh..
Hanya ini yang bisa kulakukan untuk saudaraku di bumi Palestina kecintaanMu
Kau lebih menyayangi mereka, Kau lebih mencintai mereka karna Kau memberikan mereka kesempatan untuk berjihad membela agamaMu
Maka berilah mereka kedamaian di bumi tanah air mereka
Beri mereka kekuatan dan kesabaran yang luar biasa untu mempertahankan Al Aqsa
Gantilah tetesan keringat mereka dengan samudra pengampunanMu
Gantilah bulir-bulir air mata mereka dengan tumpukan pahalaMu
Gantilah setiap tetes darah yang keluar dari tubuh mereka dengan pertolongan dan kemenangan atas tanah mereka
Gantilah nyawa mereka dengan predikat syahid atas diri dan keluarga mereka

Ya Alloh...
Ampuni kami...
Ampuni kami yang hanya dapat melihat penderitaan mereka tanpa bisa melakukan apapun
Ampuni kami yang hanya dapat mendengar jeritan dan tangis mereka tanpa bisa berkata apapun
Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang senantiasa bersyukur, bahwa kami dapat hidup dengan baik di tanah air kami yang merdeka
Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang senantiasa menjaga diri dari kesenangan dunia yang memabukkan
Jadikanlah pemimpin-pemimpin sebagai pengayom untuk rakyatnya, pemimpin yang selalu melindungi dan berusaha mensejahterakan rakyatnya
Jadikanlah kami generasi penerus yang selalu mengingat jasa pahlawan-pahlawan kami, karna rahmatMu dalam setiap darah mereka menjadikan ibu pertiwi berhasil mencapai kemerdekaan
Jadikanlah kami generasi penerus yang mampu mengisi kemerdekan di jalanMu, jalan yang Engkau ridhoi, bukan jalan yang Engkau sesatkan

Ya Alloh...
Ampunilah aku
Ampunilah ibu bapakku
Ampunilah guru-guruku
Ampunilah pahlawan-pahlawan bangsaku
Ampunilah saudara dan teman-temanku
Ampunilah kami
Berilah kami petunjuk untuk senantiasa melangkah di jalanMu
Karuniakanlah kami, suami-suami kami, istri-istri kami, anak-anak kami, dan pemimpin kami sifat qonaah dalam mensyukuri limpahan rizqiMu
Mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut
Dan lindungilah kami dari siksa neraka yang berkobar

Robbighfirlii waliwaalidayya walismuslimiina walmuslimaati walmu’miniina walmu’minaati yaumayakuumulhizaab..
Robbana aatina fiddunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina'adzabannaar
Aamiin