
Batuk dan flue adalah penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga karena setiap orang pasti pernah mengalaminya. Gatal di tenggorokan, dahak yang gak mau keluar, hidung tersumbat, badan demam, dan pusing adalah beberapa gejalanya. Kalau flue sudah menyerang, rasanya tersiksa sekali, apalagi kalau sudah menimpa si kecil. Hmmm….kasian banget pokoknya. Kebetulan banget nih, kali ini pengeran kecilku, Abi lagi agak batuk. Selama 5 bulan sejak lahir Alhamdulillah baru kali ini Abi sakit (selain demam karena efek imunisasi). Sempat khawatir juga sih, tapi aku tetap berusaha untuk gak panik. Pernah aku baca literatur waktu masih hamil, di dalamnya aku mendapat informasi kalau si kecil sakit hanya sekedar flue, batuk, pilek, dan demam, sebenarnya orang tua gak perlu khawatir karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Tak perlu panik dengan langsung mendatangi dokter sebagai jalan keluarnya. Kalau memang tidak parah, cukup dengan meningkatkan intensitas menyusui saja karena memang ASI adalah obat yang paling mujarab dibandingkan dengan obat dokter.
Aku jadi inget waktu masih hamil, suatu hari aku kontrol kehamilan ke dokter, aku konsultasi ke dokter, tanya-tanya aja kalo si kecil udah lahir nanti terus suatu hari sakit, penanganan yang paling tepat tuh gimana sih ?? eh dokternya malah jawab, sebaiknya jangan terlalu sering bawa anak ke dokter, sedikit-sedikit ke dokter, jika hanya sekedar flue gak perlu ke dokter karna bisa sembuh sendiri. Kata dokterku, terlalu banyak obat malah gak baik buat si kecil, karna obat juga bisa menjadi racun. Cukup banyakin ASI saja sudah cukup, kecuali jika sakitnya parah, si kecil rewel, gak bisa tidur, dan demam yang gak turun-turun, baru deh harus ditangani dokter. Kalau diberi antibiotik juga harus dihabiskan meskipun sudah sembuh agar virusnya gak kebal sama antibody si kecil. Virusnya jadi gampang balik lagi deh. Kalo kira-kira antibiotiknya gak akan dihabiskan, mending gak udah diminum sama sekali.
ASI adalah suatu komposisi makanan bagi bayi 0 – 6 bulan yang paling sempurna. Selain dapat membentuk sistem kekebalan tubuh bayi, juga dapat menjadi obat yang mujarab saat si kecil sakit. Bahkan jika dibandingkan dengan susu formula, kandungan gizi dan manfaat ASI jauh lebih banyak dari susu formula. Jadi, ASI eksklusif selama 6 bulan sangat penting dan dianjurkan agar si kecil lebih sehat dan kuat terhadap serangan berbagai penyakit. Akan tetapi, meskipun sudah diberi ASI eksklusif bukan berarti bayi tidak akan mengalami sakit sama sekali, hanya saja peluang untuk sakit menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI eksklusif.
Nah, sekarang tentang batuk nih. Bersyukurlah bila kita bisa merasakan batuk. Karena sebenarnya batuk adalah mekanisme dari tubuh untuk mengeluarkan benda asing di tenggorokan. Batuk bukan hanya disebabkan oleh virus, tetapi juga bisa terjadi karena alergi. Jika batuk disertai flue, dimungkinkan ini merupakan penyakit dan penyakit ini disebabkan oleh virus yang sampai sekarang belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Kalaupun diberi obat oleh dokter, itu hanya untuk mengurangi rasa sakit dan mengalihkan gejalanya, bukan untuk mengobati (biasanya obatnya mengandung obat tidur agar orang yang sakit banyak istirahat). Batuk dan bersin-bersin yang dialami adalah upaya dari tubuh untuk melawan virus yang masuk. Orang yang terkena batuk dan flue biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini biasanya terjadi karena penularan, terutama melalui sentuhan dari orang yang terinfeksi flue. Bayi usia di bawah 6 bulan sangat rentan tertular apalagi dari orang dewasa. Hal ini karena bayi masih dalam proses pembentukan sistem imun di dalam tubuhnya. Pemberian ASI secara eksklusif adalah cara tepat memberikan sistem imun terbaik untuk si kecil.
Apabila si kecil batuk, sebaiknya orang tua tak perlu panik. Apalagi jika si kecil masih tetap ceria dan aktif. Batuk pada bayi terjadi dalam rentang yang lebih lama dari orang dewasa, yaitu 3 – 14 hari (bisa lebih singkat, bisa juga lebih lama). Hal ini dikarenakan sistem imun yang terbentuk dalam tubuh bayi belum sempurna. Jadi, meskipun si kecil batuk sampai 2 minggu, kita sebagai orang tua jangan mudah panik dan men-judge kalau si kecil menderita suatu penyakit yang serius, TBC misalnya. Waduh, hati-hati bunda, penanganan yang salah malah justru akan berakibat fatal.
Jadi, sekali lagi nih untuk para bunda, kalau si kecil sakit jangan cemas yaa.... Beri saja si kecil ASI lebih banyak dari biasanya. Hindari memberikan si kecil obat yang justru akan memberikan efek samping baik jangka pendek, maupun jangka panjang. Pokoknya, kalau masih bisa diatasi dengan ASI, obatnya NO WAY dulu deh.
Beberapa tips yang bisa dijadikan rujukan bila si kecil batuk :
1. Optimalkan pemberian ASI, boleh juga ditambah air putih hangat agar si kecil tidak dehidrasi
2. Jauhkan si kecil dari orang-orang atau lingkungan yang terinfeksi virus
3. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan
4. Hindari meminum antibiotik, karena pada umumnya batuk tidak memerlukan antibiotik
5. Berikan madu pada si kecil sebelum tidur untuk mencairkan dahak agar si kecil tidak sesak nafas dan bisa tidur nyenyak
6. Usahakan bunda makan makanan yang bergizi agar ASI yang disalurkan lebih berkualitas (Bunda tidak perlu meminum obat jika si kecil sakit, kecuali jika bunda yang sakit baru boleh minum obat, itu pun harus sesuai dengan petunjuk dokter)
6. Kunjungi dokter jika memang batuk dan flue tidak kunjung sembuh, si kecil terus menerus rewel, dan demam tidak turun-turun lebih dari 3 hari atau demam dengan suhu mencapai 40 derajat Celcius, bisa jadi si kecil bukan hanya sekedar terkena flue
Gimana bunda...sekarang gak perlu cemas lagi kan kalo si kecil batuk ????
Buat semua bunda di dunia, semoga si kecil selalu sehat yaa...
Semoga bermanfaat... ^^v
Wallohua’lam bishshowab.
Sumber:
https://rangkaiankata.wordpress.com/2010/04/20/mengatasi-flu-pada-bayi-1-bulan/Bagaimana cara mengatasi bayi
http://www.anneahira.com/perawatan-bayi/bayi-pilek.htm

