Satu kisah manis yang benar2 berkesan buat ku...
Kisah ini tentang seorang pemuda, sebut saja Fulan. Dia hanya pemuda biasa tapi mendapatkan sesuatu yang luar biasa..
Kisah yang akan aku ceritakan mungkin ada yang hilang..mungkin juga ada yang ditambahkan...tapi semoga pesan moralnya dapat tersampaikan.
Kisah dimulai saat Fulan melakukan suatu perjalanan jauh. Setelah menempuh separuh perjalanan, dia mulai merasa lelah. Dia bermaksud untuk beristirahat sejenak di bawah pohon di tepi sungai. Karena lelah setelah melakukan perjalanan, Fulan pun tertidur.
Setelah beberapa saat, dia terbangun. Rasa lelah yang teramat sangat membuatnya merasa lapar dan haus. Saat dia sedang mengambil air dari pinggiran sungai untuk minum dan menyegarkan diri, dia melihat ada buah apel di dekatnya. Karena kelaparan, tanpa pikir panjang Fulan langsung memakannya hingga habis.
Tiba2 Fulan terdiam setelah menghabiskan apel yang ditemukannya. Dia tersadar dan berfikir bahwa apel yang dia makan adalah bukan miliknya, dia hanya menemukannya, tapi itu bukan miliknya. Fulan memperhatikan sekelilingnya. Tidak ada pohon apel di sekitarnya, tidak ada seorang pun di tempat itu. Fulan berfikir mungkin apel itu terbawa arus sungai. Akhirnya, dia bertekat untuk mencari pemilik buah apel itu dengan menyusuri sungai. Dia berharap mendapati pohon apel dan pemiliknya.
Fulan mulai menyusuri sungai hingga ke hulu....dan akhirnya dia melihat sebuah kebun apel di suatu rumah di pinggir sungai.
Fulan menemui pemilik rumah "maaf apakah ini kebun apel milik Tuan?", tanya Fulan.
"iya...kebun ini milikku. Siapa kamu dan apa maksudmu menanyakan kebun apelku?" jawab seorang lelaki yang usianya sudah mulai lanjut.
"maaf....nama saya Fulan. Sebenarnya saya sedang dalam perjalanan ke suatu tempat. Di tengah perjalanan, saya kelelahan dan kemudian beristirahat di pinggir sungai dekat hilir. Karena lapar, tanpa pikir panjang saya memakan apel yang saya temukan di dekat sungai itu. Apel yang saya makan sama seperti apel yang ada di kebun apel milik Tuan. Jadi kedatangan saya kemari adalah untuk meminta ridho dari Tuan untuk mengikhlaskan apel yang saya makan tadi. Apakah Tuan mengijinkan saya memakan apel itu?"
"Bagaimana kalau aku tidak mengijinkanmu?"
"Saya akan melakukan apa saja demi ridho Tuan"
"Kamu yakin?"
"Insya Alloh...."
setelah berpikir sejenak...akhirnya lelaki itu memberikan keputusan...
"Baiklah...aku akan mengikhlaskan apel yang kamu makan...tapi ada syaratnya..."
"Baiklah...saya akan terima syaratnya.."
"Kamu harus bekerja pada ku selama 1 tahun untuk mengurus kebun apelku tanpa upah...kamu bersedia?"
"demi ridho dari Anda...Insya Alloh saya bersedia..."
Satu tahun berlalu. Fulan telah mengerjakan tugasnya mengurus kebun apel milik lelaki itu dengan sangat baik. Kemudian Fulan bergegas menemui lelaki pemilik kebun apel itu.
"maaf Tuan, saya telah melaksanakan tugas yang Anda syaratkan pada saya. Apa sekarang Anda telah mengikhlaskan apel yang telah saya makan setahun yang lalu?"
"Belum" jawab lelaki pemilik kebun apel singkat
Fulan terperanjat..."apa lagi yang harus saya lakukan agar saya mendapat ridho Anda, Tuan?"
"Kamu harus menikahi putriku. Tapi putriku adalah seorang gadis yang cacat. Dia buta, tuli, bisu, dan pincang. Apa kamu mau menikahnya?"
sekali lagi Fulan terperanjat...tapi tanpa pikir panjang dia langsung menjawab "demi ridho Tuan untuk mengikhlsakan apel yang saya makan setahun yang lalu, Insya Alloh saya mau menikahi putri Tuan, bagaimana pun keadaaanya"
"Baiklah kalu begitu, tapi aku belum bisa menikahkan kalian sekarang. Aku ingin kau bekerja lagi mengurus kebun apel ku selama 1 tahun ke depan. Setelah itu, aku baru mau menikahkanmu dengan putriku dan Demi Alloh setelah pernikahan itu, aku akan mengikhlaskan apel ku yang telah kamu makan setahun yang lalu "
mendengar janji pemilik apel untuk mengikhlsakan apel yang telah dia makan, hati Fulan berbinar2 dan dengan senang hati menyanggupi syarat sang pemilik apel.
Satu tahun kembali berlalu. Fulan kembali menemui lelaki pemilik kebun apel.
"Maaf tuan...satu tahun telah berlalu...dan saya telah menyelesaikan tugas saya mengurus kebun Tuan dengan baik. Apakah Tuan telah bersedia menikahkan saya dengan putri Tuan dan memberikan ridho untuk apel yang telah saya makan 2 tahun lalu?"
"Kamu bersedia menikahi putriku yang belum pernah kamu lihat sama sekali, meskipun dia ada di rumah ini? Sekali lagi kuberitahu padamu, bahwa putriku adalah seorang gadis yang cacat. Dia buta, tuli, bisu, dan pincang. Apa kamu tetap mau menikahinya?"
"Demi ridho Tuan, Insya Alloh saya ikhlas menikahi putri Tuan dan saya akan menjaga serta menjadi suami yang baik untuknya"
Lelaki pemilik kebun tersenyum, kemudian memanggil seorang gadis untuk keluar membawakan minum untuk Fulan. Begitu gadis ini keluar, Fulan terperanjat kaget. Seorang gadis keluar dengan wajah sangat cantik, mata yang indah, tubuh yang sempurna, dengan kecantikan tak hanya keluar dari mata dan wajahnya, tapi juga terlihat dari hatinya. Sang gadis mempersilakan Fulan minum, dan dari bibirnya terdengar suara yang begitu lembut menenangkan hati.
"Subhanalloh..." pekik Fulan dalam hati....dia terpesona pada gadis itu.
Seteah gadis itu kembali ke dalam rumah, lelaki pemilik kebun itu berkata pada Fulan
"Dia putriku...putriku satu-satunya. Dia yang akan kunikahkan denganmu"
Kembali Fulan terperanjat berusaha untuk memahami keadaan
"Dia ? gadis itu ? bukankah putri Tuan adalah seorang gadis yang cacat, buta, tuli, bisu, dan pincang ? tapi yang saya lihat dengan mata saya adalah seorang gadis yang sempurna...berjalan dengan sempurna, berbicara dengan lembut, bisa mendengar perintah Anda, dan dia memiliki mata yang sangat indah. Kenapa Anda mengatakan putri Anda adalah gadis yang cacat?"
Lelaki pemilik kebun tersenyum dan menjawab
"Dia memang putriku yang akan kunikahkan denganmu. Dia memang bisu, karna dia tidak pernah berkata kotor atau kasar sedikitpun at2u berkata yang agama melarangnya untuk mengatakannya. Dia memang tuli, karna dia tidak pernah mendengar hal2 yang kotor dan tidak baik dan hal2 yang agama melarangnya untuk mendengarnya. Dia memang buta, karna dia tidak pernah melihat atau menyaksikan segala hal yang kotor dan agama melarangnya untuk melihatnya. Dia memang pincang, karna dia tidak pernah melangkahkan kakinya dalam kemaksiatan. Dan sekarang aku nikahkan kalian. Ku nikahkan dia denganmu yang hanya demi sebuah apel rela menjalani syarat dariku dengan ikhlas. Dan aku juga mengikhlaskan buah apel ku yang kamu makan 2 tahun lalu."
Fulan terdiam. Tak ada kata yang bisa diungkapkannya untuk menggambarkan kebahagiaan yang dia rasakan.
Sugeng Rawuh
hai...hai...hai..... ^____^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...
blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...
buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...
silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....
jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....
salam kenal ... ^^latifa^^
monggo pinarak wonten ing Blog kulo ...
blog ini sengaja kubuat untuk tempat corat-coret unek-unekku karna udah males nulis-nulis di diary...heehee...
buat yang sengaja masuk....yang gak sengaja masuk....atau cuma buat iseng-iseng masuk....thanx ya udah ikut meramaikan blog ini....semoga bisa kasih manfaat buat para pembaca...
silakan berkomentar untuk setiap entry....masukan yang membangun dan koreksi untuk kesalahan sangat kuhargai sebagai ajang saling menasehati dalam kebaikan....
jangan lupa sebelum meninggalkan blog ini, follow dulu ya...heehee....
salam kenal ... ^^latifa^^
Selasa, 10 November 2009
Langganan:
Komentar (Atom)

